METROPOLIS

Wali Kota Samarinda Kenang Rumah yang Terbakar di Jalan Delima

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang saat meninjau rumah yang terbakar di Jalan Delima, Samarinda Ulu. (Foto: Humas Pemkot Samarinda)

SAMARINDA, Kate.id – Rumah yang terbakar dalam kebakaran di Jalan Delima, Samarinda pada Kamis (3/10/2019) ternyata memiliki sejarah tersendiri bagi Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang. Hal ini terungkap saat orang nomor satu di Kota Tepian tersebut meninjau lokasi kebakaran yang menghanguskan dua rumah warga di Jalan Delima tersebut.

Saat datang, Jaang tak kuasa menahan haru. Satu rumah adalah milik Ponimin, pensiunan Dinas Perhubungan Samarinda yang tak lain mantan stafnya. Sedang satunya adalah rumah orang tua dari anggota DPRD Samarinda Eko Elyasmoko yang juga mantan ajudannya. Rumah dari orang tua Eko, yakni bapak Sudali dan Ibu Tukiyem ini disebutnya memiliki sejarah dengan rumah majelis milik Syaharie Jaang di rumah pribadinya sekarang ini.

“Ada sejarahnya rumah ini. Awalnya kami bertetanggaan sebelah rumah dengan Pak Sudali. Alhamdulillah, beliau mau menjual rumahnya yang sekarang dijadikan rumah majelis. Karena rumah itu dijual, akhirnya beliau membangun di Jalan Delima yang terbakar ini,” ucap Jaang dalam siaran persnya. Kepada ibu Tukiyem di lokasi kebakaran, Jaang menguatkan agar tetap tabah atas ujian dari Allah SWT ini.

Foto: Humas Pemkot Samarinda

Terpisah, Eko yang sedang mengikuti Orientasi Lapangan di Berau mengakui rumah itu ada sejarahnya dengan rumah majelis pribadi Wali Kota Samarinda. “Kami awalnya tetanggaan dengan Pak Wali Kota. Tapi kami lepas karena beliau mau bikin rumah majelis,” tutur Eko yang mengaku ikhlas atas musibah kebakaran itu.

PEMADAM BERKELAHI DENGAN WARGA

Musibah kebakaran di RT 52 Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu tersebut terjadi sekira pukul 13.47 Wita. Redi Santoso selaku anak pemilik rumah yang terbakar menjelaskan, api berasal dari meteran listrik yang berada di depan rumah ayahnya, Ponimin.

“Dari keterangan keluarga yang ada di rumah, api berasal dari meteran listrik. Tiba-tiba api sudah membesar dan naik ke plafon,” terang Redi.

Dia mengaku saat kejadian sedang berada di tempat kerjanya di dermaga Mahakam Ilir. Ketika itu dirinya mendapatkan telepon dari kakaknya yang berada di Berau memberitahukan rumah sedang terbakar. Sontak dirinya langsung meninggalkan lokasi bekerja guna bergegas menuju rumah.

Foto: Humas Pemkot Samarinda

“Saya sedang ngurus kapal wisata, tiba-tiba dapat telepon dari kakak, katanya rumah bapak terbakar,” jelas Redi. Dia mengaku semua keluarganya selamat, termasuk balitanya yang masih berusia 3 bulan. “Semua selamat, ada sekitar tujuh jiwa di rumah. Kalau barang-barang tidak sempat diselamatkan,” tuturnya.

Proses pemadaman sendiri diwarnai perkelahian antara warga dengan anggota relawan. Masalahnya diduga karena warga panik hendak merebut selang anggota relawan. Humas Pemadam Kebakaran (Damkar) Samarinda Hery Suhendra menjelaskan, terdapat sekira 10 unit mobil tangki pemadaman, dengan mesin portbel dari Damkar dan unsur relawan dalam upaya pemadaman tersebut.

Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian, pukul 14.45 Wita, dengan kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. “Benar tadi ada sempat keributan antara warga dan beberapa relawan. Tapi tidak membesar keributan, saat ini masih dicari yang melakukan pemukulan,” terang Hery. “Untuk dugaan api, kita serahkan pihak Kepolisian untuk melakukan penyelidikan,” tambahnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top