ADVERTORIAL

Edi Damansyah Canangkan Program Satu Desa Satu Hafiz di Kutai Kartanegara

Bupati Kukar Edi Damansyah menyampaikan gagasan dalam pembukaan MTQ Kukar di Tabang. (foto: Humas Pemkab Kukar)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Setelah sukses dengan program Gerakan Etam Mengaji, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah kembali membeber gagasan program keagamaan lainnya. Kali ini, bertajuk Satu Desa Satu Tahfiz. Hal ini disampaikan bupati saat melakukan pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-41 di Kecamatan Tabang beberapa waktu lalu.

Edi Damansyah mengatakan, program tersebut terus digodok oleh Pemkab Kukar agar segera terealisasi. Sebagai pilot project, fokus program tersebut akan dilaksanakan di 50 desa di Kukar. Tak hanya sekadar mengejar prestasi, Edi berharap kedekatan warga muslim dengan kitab suci Alquran akan menjadikan warga Kukar menjadi lebih agamais dan unggul.

“Ini penguatan dari sisi keagamaan. Saya sangat mendukung sekali hal tersebut. Supaya ke depannya, warga Kukar semakin agamis. Tentu saja ini akan memberikan dampak dan efek yang sangat luas sekali,” ujar Edi Damansyah.

Terobosan Bupati Edi Damansyah di bidang keagamaan sebelumnya sudah banyak menyita perhatian publik. Di antaranya adalah Gerakan Etam Mengaji yang dilakukan di seluruh penjuru desa-desa di Kukar. Bahkan, di lingkungan OPD Kukar juga turut menggelar program mengaji, saat mengawali jam kerja.

“Alhamdulillah bahkan ada yang sudah menggelar khataman Alquran di beberapa OPD. Kita terus tebarkan kebaikan dari sisi keagamaan,” tambah Edi.

Bupati Kukar Edi Damansyah bersama unsur FKPD saat menghadiri pawai Taaruf MTQ Kukar di Tabang pada Selasa, (1/10/019) lalu. (Foto: Humas Pemkab Kukar)

Bahkan kepemimpinan Edi Damansyah sempat membuat rekor, lantaran sukses membawa Kukar sebagai peraih juara umum MTQ di tingkat provinsi selama tiga tahun berturut-turut. Edi bahkan sejak awal melakukan berbagai evaluasi serta inovasi untuk mempertahankan juara tersebut.

Salah satunya dengan melakukan pembinaan terhadap kafilah dari Kukar. Edi menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan pengambilan kafilah dari luar daerah. Sehingga diharapkan prestasi juara umum di MTQ berbanding lurus dengan program-program keagamaan di Kukar. “Jadi kita tidak lagi ngebon kafilah dari luar daerah. Saya harap benar-benar prestasi itu diraih dari anak-anak kita di daerah. Makanya kita siapkan sejak dini,” harap Edi.

Selain itu dia juga mencanangkan program penguatan manajemen masjid. Hal ini juga untuk mendorong agar masjid di Kukar semakin makmur. Masyarakat pun menjadi lebih antusias untuk melakukan ibadah di masjid

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kukar Samudi secara terbuka menyampaikan apresiasi terkait gagasan yang dicanangkan oleh bupati. Menurutnya, komitmen bupati terhadap pengembangan nilai-nilai keagamaan sangat tinggi. Bahkan kata dia, program safari subuh yang sudah dilakukan sejak bupati menjabat patut mendapat apresiasi besar.

“Komitmen beliau sangat tinggi sekali. Tidak semua daerah memiliki program seperti itu. Terlebih lagi, salah satunya kegiatan safari subuh yang beliau sendiri sangat aktif,” ujar Samudi di sela-sela pembukaan MTQ ke-41, di Kecamatan Tabang. (*/adv)

Comments

BERITA TERBARU

To Top