HUKUM & KRIMINAL

Edarkan Sabu-Sabu, Kakak Beradik di Muara Teweh Diciduk Polisi

Tersangka Dy (kanan) dan adiknya Rh memperlihatkan barang bukti sabu dan lainnya di Mapolres Barito Utara di Muara Teweh, Selasa (1/10/2019). (Foto: ANTARA/HO-Polres Barito Utara)

MUARA TEWEH, Kate.id – Entah apa yang ada di benak dua bersaudara kakak beradik ini. Dy (41) dan Rh (31), keduanya diciduk Polres Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) lantaran diduga sebagai pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

“Dua bersaudara ini ditangkap beserta sejumlah barang bukti berupa 32 paket plastik klip kecil seberat 14,44 gram,” kata Kasat Narkoba Polres Barito Utara Iptu Adhy Heriyanto, di Muara Teweh, Rabu (2/10/2019), dikutip dari Kantor Berita Antara.

Diketahui, tersangka Dy merupakan seorang ibu rumah tangga warga Jalan Imam Bonjol RT 26 Muara Teweh. Sedangkan adiknya Rh bekerja sebagai sekuriti sebuah perusahaan swasta tinggal di Jalan Mangkusari RT 03 Muara Teweh. Keduanya ditangkap di rumah Dy pada Selasa (1/10/2019) sekira pukul 10.00 WIB.

Diungkapkan Adhy, pagi itu polisi mendatangi rumah Dayah yang saat itu berada di rumahnya. Ketika polisi datang, pelaku sedang berada di dapur rumah. Melihat ada polisi masuk ke rumah pelaku mau melarikan diri dengan masuk ke dalam kamar, namun Dy langsung diamankan.

Tersangka Dayah (kanan) dan adiknya Rahmat memperlihatkan barang bukti sabu dan lainnya di Mapolres Barito Utara di Muara Teweh, Selasa (1/10/2019). (Foto: ANTARA/HO-Polres Barito Utara)

Saat dilakukan penggeledahan terhadap pelaku dan di dalam kamarnya ditemukan sabu-sabu seberat 14,44 gram, polisi juga menemukan barang bukti lainnya. Di antaranya berupa dua butir obat warna biru diduga jenis ekstasi berat 0,6 gram, imbangan merk CHO, dompet reed bertulisakan the apple, seperangkat alat hisap sabu (bong).

“Selain itu mancis, plastik warna ungu, dua sendok takar, dua hp Nokia, buku, kompor sabu, kotak plastik bening, dua bungkus plastik klip, bolpoin, pipet kaca, tas pinggang warna biru serta uang tunai Rp 532 ribu,” beber Adhy.

Setelah menangkap Dy, polisi juga mengamankan Rh yang ketika itu sedang berada di rumah Dy. Kepada Rh, dilakukan penggeledahan dalam tas pinggang ditemukan sabu bekas pakai. Akibat perbuatan tercela ini, baik Dy maupun Rh dijerat pasal 114 ayat (2) Jo pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini hingga para pelaku pengedar dan bandar lainnya bisa tertangkap,” sebut Adhy. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top