NASIONAL

Kerusuhan Berdarah di Wamena, Ribuan Warga Pendatang Diungsikan

Warga yang hendak mengungsi memadati Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Jumat (27/9/2019). (Foto: Antara/Iwan Adisaputra)

Kate.id – Kerusuhan berdarah yang menewaskan puluhan warga pendatang di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua berimbas pada gelombang evakuasi warga pendatang yang berharap kembali ke kampung halaman masing-masing. Dalam hal ini, TNI telah membantu mengevakuasi warga pendatang dari Wamena ke Jayapura dengan menggunakan pesawat Hercules di tengah kerusuhan yang terjadi di Wamena.

“Hingga hari ini, pesawat Hercules terus melaksanakan operasi pengungsian dari Wamena ke Jayapura. Kurang lebih yang sudah kita angkut hampir 3.100 orang. Ini merupakan operasi kemanusiaan,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto usai Apel Kesiapan Pasukan Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (30/9/2019), dikutip dari Kantor Berita Antara.

Menurut dia, evakuasi difokuskan kepada kaum ibu dan anak-anak. Sementara bapak-bapak termasuk remaja diharapkan tetap berada di Wamena karena agar ekonomi terus berjalan. “Kondisi keamanan di Wamena pun kami jaga karena di sana kami juga tempatkan pasukan dari TNI untuk mendukung kepolisian. TNI terus berupaya untuk menjaga dan menciptakan stabilitas keamanan di wilayah Wamena,” ujar Hadi.

Dijelaskan, warga dari Wamena yang dievakuasi ke Jayapura nantinya akan diantar ke daerahnya masing-masing. “Setelah kami tampung di Jayapura dikoordinasikan oleh Pangdam Cenderawasih, mereka akan kami bantu untuk pulang ke wilayahnya masing-masing,” sebut Hadi.

Selain itu, pesawat Hercules TNI di Jayapura juga telah mengirimkan bantuan logistik kepada warga Wamena sekira kurang lebih 74 ton yang berasal dari masyarakat dan CSR. TNI juga mengerahkan KRI Dr Soeharso dan tenaga medisnya seperti dokter spesialisnya untuk mengobati warga yang terluka atau meninggal dunia akibat situasi yang memanas di Wamena.

“Saat ini sudah beberapa kali operasi termasuk operasi patah tulang yang dibawa dari korban yang kita bawa dari Wamena kita turunkan di Jayapura,” sambungnya.

Sementara itu Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Sisriadi menambahkan, hingga saat ini pesawat Hercules telah delapan kali sorti untuk mengevakuasi warga dari Wamena ke Jayapura. “Kami evakuasi ke Jayapura dan ditempatkan di Lanud di Jayapura,” tutur Sisriadi.

Selain mengerahkan pesawat Hercules, TNI juga mengerahkan KRI Dr Soeharso serta dokter spesialisnya. “Kita juga kerahkan dokter psikolog untuk membantu warga yang mengalami trauma akibat kerusuhan di Wamena,” jelasnya.

GUBERNUR PAPUA MINTA MAAF

Kondisi saat sebuah bangunan terbakar menyusul aksi berujung ricuh di Wamena, Papua, Senin (23/9/2019). (Foto: AFP/Vina Rumbewas)

Sementara itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menjamin keamanan semua warga negara RI yang tinggal di Bumi Cenderawasih termasuk Wamena. Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, pemerintah daerah siap melakukan rekontruksi dan rehabilisasi aset-aset milik pemerintah daerah serta toko dan kios masyarakat yang rusak juga terbakar.

“Penanganan mendesak kini adalah untuk mengevakuasi korban kerusuhan baik yang meninggal maupun yang luka-luka,” ungkap Lukas.

Menurut Lukas, pihaknya juga menyediakan makan dan minum serta kebutuhan hidup mendesak lainnya bagi masyarakat yang mengungsi di Kodim dan Polres serta gereja juga masjid. “Permohonan maaf dan rasa belangsungkawa sebesar-besarnya bagi masyarakat yang menjadi korban kerusuhan di Wamena pada 23 September 2019,” kata dia.

Orang nomor satu di Papua itu menjelaskan, hal ini disampaikannya bagi saudara-saudara masyarakat dari suku bangsa Minangkabau, Makasar, Bugis, Toraja, Minahasa, Jawa, Madura, Sunda, Maluku dan Nusa Tenggara dan suku bangsa Indonesia lainnya di manapun berada. Lukas sendiri telah menemui Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Barat (Sumbar) Nasrul Abit guna membahas nasib warganya pascakerusuhan Wamena.

“Kami sangat menyesalkan adanya kejadian kerusuhan Wamena dan secara umum di Papua di mana semua berawal dari kejadian di Surabaya serta Malang,” sebut Lukas.

Diakui peristiwa yang terjadi di Wamena adalah di luar sepengetahuan semua pihak. Dirinya juga sudah ke Wamena menemui para pengungsi serta memberikan rasa keamanan kepada para pengungsi. “Tentu kami sesalkan kejadian ini. Masyarakat tidak perlu takut karena pemerintah dan pihak TNI/POLRI akan menjamin keamanan,” ujarnya.

Sedangkan Wagub Sumbar Nasrul Abit mengatakan, kedatangannya ke Papua terkait informasi yang simpang siur tentang kondisi warga Minang baik yang korban maupun yang mengungsi di Wamena dan Jayapura. “Tujuan saya ke Papua untuk memberikan pemahaman dan ingin melihat kondisi sebenarnya. Ternyata masyarakat Minang itu tidak semua ingin pulang, warga bilang sudah lahir dan besar di Papua jadi ingin tetap tinggal di Papua,” terang Nasrul.

Dia menambahkan pihaknya sudah ke Wamena di mana warga Minang tercatat sebanyak 981 orang di mana 672 masih berada di Papua dan 300 lebih sudah mengungsi.

Sebelumnya, beberapa pemerintah provinsi di Indonesia telah menginstruksikan perwakilannya untuk membantu mengevakuasi warganya yang tinggal di Wamena ke tempat lebih aman pascakerusuhan belum lama ini. Beberapa di antaranya yakni Provinsi NTB, Sumbar dan Jawa Timur telah mengirimkan tim serta perwakilan untuk memantau warganya yang menjadi korban dari kerusuhan Wamena belum lama ini.

Kerusuhan yang terjadi di Wamena sendiri telah menyebabkan 33 orang meninggal dunia, 77 orang terluka, dan 9.240 warga mengungsi. Kebanyakan warga yang tewas dibunuh dengan cara yang sadis di antaranya dibakar hidup-hidup, bahkan terdapat balita yang dikampak kepalanya.

Kerusuhan di Wamena juga menyebabkan 224 mobil dan 150 sepeda motor terbakar serta menimbulkan kerusakan 165 rumah, 20 kantor, dan 456 tempat usaha milik warga. Akibat kerusuhan itu, menurut data Kementerian Sosial, sebanyak 8.617 warga mengungsi di 25 posko pengungsian yang tersebar di Wamena dan 523 warga mengungsi di lima lokasi di Jayapura. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top