NASIONAL

Gelar Aksi Jilid Ketiga, Mahasiswa Kaltim Ditembak Gas Air Mata

Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan kantor DPRD Kaltim, di Samarinda.

SAMARINDA, Kate.id – Aksi Mahasiswa Kalimantan Timur (Kaltim) di Samarinda, jilid ketiga, digelar di depan Kantor DPRD Kaltim, Senin (30/9/2019). Kali ini, aksi tak hanya menyuarakan penolakan terhadap revisi UU KPK, draf RUU KUHP dan RUU kontriversi lainnya. Mereka juga menyoroti isu terkini nasional maupun lokal.

Secara umum mereka memprotes kebijakan pemerintah dan DPR RI yang dianggap tidak pro terhadap rakyat. Ada delapan tuntutan sebagai berikut:

  1. Mendesak presiden untuk secepatnya mengeluarkan Perppu terkait UU KPK.
  2. Tolak segala UU yang melemahkan demokrasi.
  3. Tolak TNI dan Polri menempati jabatan sipil
  4. Bebaskan aktivis pro demokrasi
  5. Hentikan militerisme di Papua
  6. Tuntaskan pelanggaran HAM, adili penjahat HAM, termasuk yang di lingkaran kekuasaan. (Prabowo, Wiranto, Hendropriono dll)
  7. Hentikan represif TNI, Polri, Ormas reaksioner terhadap gerakan rakyat.
  8. Tangkap, adili, denda, penjarakan dan cabut izin korporasi pembakar lahan.

“Hanya mahasiswa yang bisa memperjuangkan keadilan rakyat, hanya mahasiswa yang bisa memperjuangkan ini,” ujar salah satu orator aksi di atas mobil komandonya. 

BACA JUGA: Jokowi Minta Kapolri Usut Tuntas Tewasnya Dua Mahasiswa di Kendari

Mereka menganggap, represif aparat terhadap mahasiswa dan masyarakat sipil, berkaca dari berbagai aksi diberbagai daerah yang menimbulkan korban. Di mana dua mahasiswa dinyatakan tewas, dalam aksi unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara. 

Aksi mahasiswa dikawal aparat polwan di barisan terdepan

“Kita tegaskan, ini bukan terkait 01 (Pro Jokowi) atau 02 (Pro Prabowo/Oposisi). Karena keduanya adalah bagian dari masalah, Jokowi, Prabowo, Wiranto, sama saja. Kita ini bergerak karena suara rakyat. Jika mahasiswa turun ke jalan berarti kondisi negeri ini sedang tidak baik- baik saja kawan,” kata orator lainnya.

Kantor DPRD Kaltim dijaga ketat oleh aparat gabungan dari Brimob Polda Kaltim dan jajaran Polresta Samarinda. Di barisan terdepan, aparat memakai kopiah dan sorban, dan jilbab putih untuk polwan. Aparat berusaha terus melantunkan selawat dan zikir melalui pengeras suara, untuk menenangkan pengunjuk rasa yang menginginkan masuk ke dalam kantor DPRD Kaltim. 

BACA JUGA: Kapolda Kaltim Klaim Tak Akan Tindak Mahasiswa yang Terlibat Aksi

Anggota DPRD Kaltim, menemui mahasiswa di depan. Di antaranya, Syafruddin dari Fraksi PKB dan Sarkowy V Zahri dari Fraksi Partai Golkar. Masykur Sarmian dari Fraksi PKS dan Muspandi dari Fraksi PAN.

Anggota DPRD Kaltim Sarkowy saat menyampaikan orasinya dihadapan ribuan mahasiswa

“Kami mendukung apa yang disampaikam teman-teman. Kami ingin berdialog bersama, demi kondusivitas daerah,” kata Anggota DPRD Kaltim, Syafruddin.

Udin, begitu disapa, bahkan menyayikan lagu perjuangan mahasiswa untuk mendapat perhatian. Namun, upaya Ketua DPW PKB ini untuk menenangkan mentah-mentah ditolak oleh pengunjuk rasa.

BACA JUGA: Unjuk Rasa Tewaskan Dua Mahasiswa, Masyarakat Indonesia Berduka

Setali tiga uang, orasi Anggota DPRD Kaltim Sarkowy juga tak digubris mahasiswa. Ia pun sempat naik pitam, karena merasa tak dihargai oleh mahasiswa. Sebab, sudah tiga kali melakukan aksi, diajak diskusi, mahasiswa tak pernah menerima. “Kami ingin menampung semua aspirasi adik-adik mahasiswa. Kalau memang teman-teman niatnya tidak ingin mau berdiskusi berarti bukan ranah kami,” imbuhnya, yang disoraki oleh pengunjuk rasa “Kami tidak butuh diskusi,” seru pengunjuk rasa.

Aparat menembakkan gas air mata ke arah pengujuk rasa

Menjelang sore hari, aksi mulai memanas. Pengunjuk rasa mulai memaksa masuk brikade polisi yang berjaga. Saling dorong mendorong pun terjadi. Tepat pukul 17.30 Wita aksi mulai tak kondusif. Pengunjuk rasa mulai melemparkan batu, kayu, botol ke arah petugas di halaman kantor DPRD Kaltim. Dua mobil water canon pun disiapkan.

BACA JUGA: Pertimbangkan Terbitkan Perppu KPK, Jokowi Apresiasi Unjuk Rasa Mahasiswa

Aparat membalas dengan menyiram water canon ke arah pengunjuk rasa. Pengunjuk rasa tak goyah. Mereka terus meneriakkan kawan-kawannya untuk bertahan dan memaksa masuk ke kantor DPRD Kaltim. Uniknya, keributan ini pun menjadi tontonan warga sekitar.  Dari emak-emak, hingga anak-anak.

Massa berlarian menghindari gas air mata di Jalan Teuku Umar, depan gedung DPRD Kaltim.

Tak lama berselang, belasan tembakan gas air mata pun ditembakkan. Massa membakar serpihan sampah dan kayu di jalan. Massa membubarkan diri, ke arah perempatan Jalan Teuku umar dan ke arah pertigaan Jalan pergudangan.

BACA JUGA: Warna – Warni Aksi Mahasiswa Suarakan Aspirasi

Setelah magrib situasi mulai kondusif. Meski hingga pukul 19.00 Wita massa belum membubarkan diri. Mereka masih bertahan di sepanjang jalan Teuku Umar. Polisi pun mengalihkan arus lalu lintas menuju Jalan Teuku Umar. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top