HUKUM & KRIMINAL

KPK Tahan Mantan Menpora Imam Nahrawi

Mantan Mespora Iamam Rahrawi resmi ditahan oleh KPK, Jumat (27/9/2019) (ANTARAFOTO/Nova Wahyudi)

JAKARTA, Kate.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (IMR), tersangka kasus suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018, Jumat (27/9/2019).

“IMR ditahan 20 hari pertama di Rutan Pomdam Jaya Guntur,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Penahanan hingga 20 hari ke depan ini dilakukan setelah KPK memeriksa Imam sebagai tersangka. Imam datang ke gedung KPK untuk memenuhi panggilan sekitar pukul 10.09 Wib. Yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018.

BACA JUGA: Jadi Tersangka Korupsi, Menpora Imam Nahrawi Mengundurkan Diri

“Saya siap menghadapi takdir ini karena setiap manusia pasti menghadapi takdir. Demi Allah, demi Rasulullah, Allah itu maha baik dan takdirnya tak pernah salah,” kata Imam saat tiba di gedung KPK, Jakarta.

Selain Imam, KPK juga memanggil seorang saksi dalam penyidikan kasus itu dengan tersangka asisten pribadi Imam, Miftahul Ulum (MIU), yakni PNS di Kemenpora Atun.

Imam Nahrawi saat tiba di Gedung KPK menjalani pemeriksaaan sebagai tersangka kasus suap hibah KNI tahun 2018. (Foto: detikcom)

Setelah menjalani pemeriksaaan sekitar 8 jam, pukul 18.18 Wib, Imam keluar dari gedung KPK mengenakan rompi tahanan KPK. “Teman-teman yang saya hormati, saya sudah dimintai keterangan sebagai tersangka. Sebagai warga negara saya mengikuti proses hukum yang ada. Saya yakin hari ini takdir saya dan setiap manusia menghadapi takdirnya. Allah maha baik dan takdirnya tak pernah salah. Semoga semua berjalan dengan baik,” ucap Imam.

BACA JUGA: Jadi Tersangka Korupsi, Menpora Imam Nahrawi Mengundurkan Diri

Diketahui, KPK pada Rabu (18/9) mengumumkan Imam dan asisten pribadinya Miftahul Ulum (MIU) sebagai tersangka dalam pengembangan perkara suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran (TA) 2018.

Imam diduga menerima uang dengan total Rp26,5 miliar. Uang tersebut diduga merupakan “commitment fee” atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait. Adapun rinciannya, dalam rentang 2014-2018, Menpora melalui Ulum diduga telah menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar.

BACA JUGA: Menpora Tersangka Korupsi, Jokowi: Hati- Hati Pakai APBN

Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar.

Imam dan Ulum disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Untuk tersangka Ulum, KPK telah menahan yang bersangkutan sejak 11 September 2019. Selain itu, KPK juga telah mencegah ke luar negeri terhadap keduanya sejak akhir Agustus 2019. 

Comments

BERITA TERBARU

To Top