HUKUM & KRIMINAL

Kapolda Kaltim Klaim Tak Akan Tindak Mahasiswa yang Terlibat Aksi

Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto bersama Ketua sementara DPRD Kaltim Makmur HAPK

SAMARINDA, Kate.id – Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Pol Priyo Widyanto menyatakan, tidak akan memindak mahasiswa yang telah membuat kerusakan dan kerusuhan pada saat unjuk rasa di DPRD Kaltim, di Samarinda, pada Kamis (27/8) lalu. Kapolda mengaku memberikan toleransi atas insiden tersebut.   

“Sementara ini masih kami ingatkan, karena masih dalam batas-batas kewajaran. Mudah-mudahan ini (kerusuhan) tidak menjadi kebiasaan,” katanya saat melakukan kunjungan ke DPRD Kaltim, Jumat (27/9/2019).  

BACA JUGA: Mahasiswa Kaltim Kembali Demo, Sesalkan Sikap Jokowi

Menurut Kapolda, perlu proses pembelajaran bagaimana menyampaikan pedapat di muka umum dengan cara yang santun, beretika, tidak mengganggu rasa kekhawatiran masyarakat. “Yang kemarin mahasiwa yang berintelektual, sehingga harus memberikan contoh berunjuk rasa yang baik juga. Kami berusaha mengamankan unjuk rasa ini juga dengan cara-cara yang baik. Kami inginkan juga anggota kita agar tidak terpancing. Supaya semuanya bisa berjalan dengan kondusif,” ungkapnya.

Pada saat peninjauan, pasca unjuk rasa, tak hanya pagar kantor DPRD Kaltim yang rusak, namun beberapa fasilitas umum di kawasan DPRD Kaltim rusak. Seperti taman dan jalan.  

Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto memberikan pengarahan kepada petugas yang melakuakan pengamanan di Gedung DPRD Kaltim. (HO Humas PoldaKaltim)

Dalam kesempatan ini, Kapolda juga memberikan pengarahan kepada anggotanya, pada saat salat Jumat berjamaah di gedung E DPRD Kaltim. Ia mengingatkan agar dalam melakukan pengamanan harus dengan SOP, bukan dengan emosional.

“Yang berunjuk rasa bagian dari masyarakat kita, saudara kita, jadi jangan terpancing,” harapnya.  

BACA JUGA: Warna-Warni Aksi Mahasiswa Suarakan Aspirasi

“(Pengamanan) semua berjalan lancar, walaupun ada sedikit mungkin tindakan- tindakan dari kawan-kawan mahasiswa yg mencoret- coret dinding, merusak pagar, memaksa untuk menjebol pintu gerbang,” tambahnya.

Kapolda berharap ke depan mahasiswa, ataupun masyarakat lainnya yang ingin menyampaikan aspirasinya dengan cara baik, menjaga kondusivitas daerah.

“Sehingga apa yang disuarakan, tuntutan bisa disampaikan, aan DPRD bersedia menampung semua tuntutan dan menyalurkannya seusai dengan apa yang disuarakan mahassiwa,” pungkasnya. 

BACA JUGA: Unjuk Rasa Tewaskan Dua Mahasiswa, Masyarakat Indonesia Berduka

Ketua sementara DPRD Kaltim, Makmur HAPK mengapresiasi apa yang yang telah disuarakan oleh mahasiswa pada dua kali aksi di DPRD Kaltim.

“Apa yang disuarakan cukup bagus. Tapi saya harap apa yang disampaikan kapolda bsia diterima mahasiswa. Mari sampaikan aspirasi dengan santun dan damai,” kata Ketua Ikatan Alumni Fisip Universitas Mulawarman ini.

Makmur memastikan fasilitas umum yang rusak akan diperbaiki. Bahkan, ia mengusulkan taman di depan DPRD Kaltim diperindah untuk tempat beristirahat pengunjuk rasa kedepannya.

PELAJAR SD BERSIH-BERSIH

PelajarSD dan petugas dari Satlantas Polres Samarinda melakuakn aksi bersih-bersih di depan Kantor DPRD Kaltim. (HO Humas Polda Kaltim)

Pasca unjuk rasa Kamis (26/9) lalu, sejumlah pelajar dan warga setempat bersama aparat kepolisian dari Polresta Samarinda melakukan aski bersih-bersih sampah yang berceceran usai aksi demo di kawasan Kantor DPRD Kaltim, Samarinda, Jumat (27/9).

Mereka dengan gotong royong mengumpulkan plastik bekas botol meneral dan batu yang berceceran kemudian dimasukan ke dalam plastik sehingga kondisi kembali bersih.

Pelajar SD dan petugas dari Satlantas Polres Samarinda melakuakn aksi bersih-bersih di depan Kantor DPRD Kaltim. (HO Humas Polda Kaltim)

Aksi bersih-bersih dari pelajar SD 017 Samarinda dan warga setempat, ini mencuri perhatian pengendara yang melintas di Jalan Teuku Umar, Samarinda.

Salah satu pelajar SN 017 mengatakan, dirinya ikut bersih-bersih sampah yang berceceran dari aksi demo tersebut merupakan salah satu tanda tanggung jawab untuk menjaga Kota Samarinda tetap bersih. “Senang, bisa ikut menjaga kebersihan kota Samarinda. Semoga tidak terjadi lagi,” harapnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top