NASIONAL

Pertimbangkan Terbitkan Perppu KPK, Jokowi Apresiasi Unjuk Rasa Mahasiswa

Presiden Jokowi didampingi sejumlah tokoh bangsa menyampaikan keterangan pers usai bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9) Foto: Rahmat/Humas)

JAKARTA, Kate.id – Presiden Joko Widodo membuka peluang untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu). Perppu tersebut sebagai upaya membatalkan perubahan terhadap UU KPK No. 30 Tahun 2002 yang telah disahkan beberapa waktu lalu.

“Banyak sekali masukan-masukan juga yang diberikan kepada kita, utamanya memang masukkan itu berupa penerbitan Perppu. Tentu saja ini akan segera kita hitung, kita kalkulasi, dan nanti setelah kita putuskan akan juga kami sampaikan kepada para senior dan guru-guru saya yang hadir pada sore hari,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan pers usai menerima sejumlah tokoh bangsa, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9) sore.

Tokoh bangsa yang menemui Presiden Jokowi, di antaranya Quraish Shihab, Emil Salim, Mahfud MD, Frans Magnis Suseno, Goenawan Mohammad, Azzumardi Azra, Alisa Wahid, Hasan Wirayudha, Butet Kartarajasa, Jajang C. Noer, dan Christine Hakim.

Sementara dalam pertemuan itu Presiden Jokowi didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Staf Khusus Preside Sukardi Rinakit, serta Ari Dwipayana.

Menurut Presiden, banyak masukan mengenai pentingnya penerbitan Perppu dari para tokoh yang hadir dalam pertemuan itu. Karena itu, Presiden berjanji akan mengkalkulasinya, memperhitungkan, mempertimbangkannya, terutama dari sisi politik.

“Tadi sudah saya sampaikan kepada beliau-beliau, secepat-cepatnya dalam waktu yang sesingkat singkatnya,” tegas Presiden saat ditanya mengenai jawabannya terhadap masukan para tokoh itu.

AGENDAKAN BERTEMU BEM MAHASISWA

Dalam kesempatan bertemu dengan sejumlah tokoh bangsa tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi terhadap demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir.

“Saya kira sebuah bentuk demokrasi di negara kita, dan masukan-masukan yang disampaikan kepada saya dalam demo juga menjadi catatan besar dalam rangka memperbaiki yang kurang yang ada di negara kita,” kata Presiden.

Yang paling penting, Presiden Jokowi berharap jangan sampai demo merusak fasilitas umum, anarkis, karena akan merugikan kita semuanya.

Presiden Jokowi juga mengatakan, dirinya akan segera bertemu dengan mahasiswa dalam waktu dekat.

“Besok, besok kami akan bertemu dengan para mahasiswa, terutamanya dari BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa),” kata Presiden Jokowi.

Adapun terkait dengan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan dalam menghadapi aksi unjuk rasa, Presiden Jokowi mengaku juga sudah mendapatkan masukan mengenai itu.

“Nanti akan saya telepon langsung kepada Kapolri agar dalam menangani setiap demonstrasi itu dilakukan dengan cara-cara yang tidak represif, yang terukur,” ungkap Presiden.

Namun Presiden mengingatkan, terhadap tindakan pelaku unjuk rasa yang sudah anarkis memang harus tindakan tegas. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top