METROPOLIS

Balikpapan Targetkan Kurangi Sampah 30 Persen

Tempat Pemrosesan akhir sampah (TPA) Manggar, Balikpapan. (foto: screenshoot/ibnu khoirul fajar)

BALIKPAPAN, Kate.id – Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan bersama masyarakat pada 2018 baru mengurangi timbunan sampah sebanyak 19,8 persen dari 500 ton sampah yang diproduksi masyarakat setiap harinya. Ditargetkan pada 2025 mendatang, jumlah sampah yang dapat dikurangi dan diolah mencapai 30 persen.

“Sampah itu diolah biasa, sampah kompos dan anorganik. Dari total 500 ton sampah,” ujar Kepala DLH Balikpapan Suryanto, usai sosialisasi kebijakan dan strategi daerah (Jakstrada) dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga dan pengurangan sampah plastik, di Aula Pemkot, dikutip dari lama resmi Pemkot Balikpapan, Senin (23/9/2019).

Suryanto menjelaskan, dalam pengelolaan sampah ada dua yakni pengurangan di sektor masyarakat dan penanganan (pengumpulan, penyapuan, pengangkutan) ada di pihak pemerintah. Untuk pengurangannya sebesar 30 persen dan penanganan sampah 70 persen.

“Jadi kalau penanganan sampah 70 persen kami tangani itu sudah mencapai target tapi bukan berarti targetnya hanya itu. Kalau bisa lebih banyak  pengurangan sampah plastik di retail modern, kami kembangkan lagi  pengurangan sampah plastik dan kembangkan lagi di tradisional, larangan penggunaan stereofoam, sedotan maka sampah plastik kita akan banyak berkurang,” jelasnya.

Jika penanganan banyak maka pengurangan sampah juga akan lebih banyak. “Kalau pengurangannya sampai 35 persen berarti yang kami tangani tinggal 65 persen. Semakin menurun ke TPA yang kami tangani itu makin baik, semakin naik yang kita kurangi,” ujarnya.

Untuk khusus sampah plastik, Suryanto menyebutkan ada 40 ton per harinya. Namun sudah terjadi pengurangan mencapai 56 ton per bulan dan sampah sampah dari retail yang sudah dikurangi mencapai 60 ton/bulan.

“Sampah plastik kita kan mencapai 40 ton per hari. Sekarang sudah berhasil kami kurangi dari kantong plastiks saja sudah mengurangi 60 ton perbulan atau 2 ton per hari,” tuturnya.

DLH Balikpapan, kata dia, setiap tiga bulan melakukan pelaporan rutin kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Untuk selanjutnya dilakukan inventarisasi pengurangan dan pengelolaan sampah.

“Kalau belum mencapai target ada arahan dari KLHK. Di 2018 pengurangan sudah 19,8 persen, berarti kita harus mengecilkan penanganan ke TPA. Jadi pengananan sampah ini harus turun,” tandasnya.

Kepala Seksi Sampah Spesifik, Direktorat Pengelolaan Sampah KLHK Tunjung Puitika menilai, Balikpapan sudah melakukan program-program pengelolaan sampah. Seperti pengurangan kantong plastik, sudah lebih maju dalam pengelolaan sampah. Untuk target nasional pada 2025, pengurangan sampah mencapai 30 persen. “Target pengurangan dan penanganan 30 persen. Kita harapkan ada beberapa kegiatan yang akan mengurangi sampah-sampah plastik ini,” harapnya.

Sosialisasi ini diharapkan bisa mencapai target kebijakan dan strategi nasional (Jakstranas) seperti diatur dalam Perpres sehingga pengelolaan sampah di Balikpapan makin bagus. “Secara umum, untuk komposisi sampah plastik hanya 15 persen dengan terbanyak ada di daerah perkotaan yang banyak menghasilkan sampah,” tambahnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top