HUKUM & KRIMINAL

Sebar Hoaks Pemburu Kepala Manusia, Empat Warga Pulang Pisau Minta Maaf

Informasi tentang Kayau yang mencari kepala manusia dipastikan hoaks. (Foto: Phinemo, Stempel hoaks by Tony Borneo)

PALANGKA RAYA, Kate.id – Penyebaran hoaks alias berita bohong masih terus terjadi. Yang terbaru, Bidang Humas Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) memanggil empat orang warga Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) lantaran menyebarkan hoaks tentang adanya Kayau alias orang mencari kepala manusia untuk tumbal pembangunan Jembatan Bukit Rawi.

Tiga di antaranya merupakan pemuda warga Desa Pangi Banama Tingang, Pulpis, Kalteng. Masing-masing Hn (22), WA (20), dan DM (18). Ketiga tamatan SMA ini, menyebarkan hoaks tentang kayau melalui grup-grup whatsapp secara berantai. Sementara seorang lagi adalah oknum mahasiswi universitas ternama di Palangka Raya berinisial Win (19) mahasiswi asal Desa Bawan Kecamatan, Banama Tingang, Pulpis. Win dipanggil Humas Polda Kalteng karena diduga telah menyebarkan hoaks tentang adanya Kayau di Bukit Rawi melalui akun facebook pribadinya.

“Hasil patroli siber yang dilakukan oleh Tim Cyber Troop Bidhumas, kami menemukan grup-grup whatsapp dan sebuah akun facebook dengan nama Windi Agustin mengunggah informasi yang mengatakan kalau di daerah Bukit Rawi ada Kayau atau orang mencari kepala untuk tumbal pembuatan jembatan,” beber Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan mewakili Kapolda Irjen Pol Ilham Salahudin dalam rilisnya, Sabtu (21/9/2019) siang dalam siaran pers.

Hendra menerangkan, Win mendapatkan informasi tersebut dari adiknya yang masih sekolah di SMAN Banama Tingang. Sementara adiknya mendapatkan informasi tersebut dari teman sekolahnya yang katanya sepupunya dihadang orang di Bukit Rawi. Informasi dari akun facebook Win itulah yang lantas disebarkan oleh DM, WA, dan Hn.

“Saya menegaskan, tidak ada Kayau atau orang yang mencari kepala manusia untuk tumbal pembangunan jembatan. Informasi tersebut adalah hoaks,” tegas Hendra.

Bidhumas kemudian melakukan pembinaan terhadap empat pelaku penyebar hoaks agar mereka bijak bermedia sosial. “Sebagai sanksi sosial, mereka kami perintahkan untuk membuat pernyataan permohonan maaf dan berjanji tidak mengulanginya lagi baik secara tertulis maupun lisan,” sebutnya.

BUKAN YANG PERTAMA

Penyebaran hoaks tentang Kayau ini rupanya bukan kali pertama. Sebelumnya Bidang Humas Polda Kalteng juga sudah memanggil dan membina tujuh oknum mahasiswa yang menyebarkan hoaks Kayau ini. Akibat penyebaran hoaks ini, masyarakat jadi takut melewati ruas jalan Bukit Rawi karena cemas dibegal dan dipenggal kepalanya.

“Mereka kami undang ke Polda untuk melakukan klarifikasi terkait informasi yang disebarkan tersebut karena sebenarnya itu hoaks. Mereka juga kami berikan pembinaan agar bijak bermedia sosial. Kami berikan teguran dan sanksi sosial dengan membuat penyataan permohonan maaf kepada masyarakat Kalteng,” beber Hendra.

Kabidhumas mengimbau kepada seluruh masyarakat Kalteng, agar tidak mudah membagikan informasi atau berita yang belum tentu kebenarannya. “Kalau menemukan informasi yang meragukan kebenarannya, tanyakan terlebih dahulu ke Bidhumas Polda Kalteng melalui nomer whatsapp 081258255440. Jangan langsung dibagikan, Saring dulu sebelum sharing,” pungkasnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top