METROPOLIS

Peduli Bahaya Sampah, Kaltim Gelar Aksi World Cleanup Day 2019

Aksi World Cleanup Day 2019 di Samarinda, membersihkan sampah di Tepian Sungai Mahakam. (istimewa)

SAMARINDA, Kate.id – Tanggal 21 September menjadi hari kepedulian akan lingkungan, khususnya terhadap sampah. Aksi kampanye ini dikenal dengan nama World Cleanup Day, aksi bersih-bersih terbesar di dunia.

Kampanye ini, tercatat dilakukan serentak di lebih dari 150 negara, salah satunya Indonesia. Tujuannya adalah membebaskan planet dari permasalahan sampah. Di Indonesia kampanye ini telah berjalan sejak 2014 lalu.

Di Kaltim sendiri, gerakan tersebut telah terlaksana dua kali sejak 2018. Di tahun ini, dilaksanakan serentak di tujuh wilayah di Kaltim, meliputi Samarinda, Balikpapan, Muara Badak (Kutai Kartanegara), Bontang, Sangatta (Kutai Timur), Penajam Paser Utara, dan Berau.

Para relawan gerakan sosial World Cleanup Day 2019. (istimewa)

Di Samarinda, kegiatan tersebut dipusatkan di sepanjang tepian Sungai Mahakam.  Sejak 07.00 Wita, ratusan relawan badan kelompok masyarakat berkumpul di masing-masing meeting point yang disiapkan. Mereka dengan segala peralatan bersih-bersih, menyusuri tiap sudut, membersihkan dan memungut sampah yang tampak.  

Kegiatan tersebut tak hanya didukung relawan, komunitas dan ormas di Kaltim, namun juga didukung lembaga pemerintah. Yaitu Pemprov Kaltim, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kaltim, Satpol PP Kaltim, Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, juga Badan Wilayah Sungai III Kalimantan. Selain itu juga Dinas Kesehatan Samarinda, Dinas Lingkungan Hidup Samarinda, Dinas Pendidikan Samarinda, Dinas Perhubungan Samarinda, dan PKBI Kaltim, hingga Polisi dan TNI.

Para relawan membersihkan sampah di sepanjang tepian Sungai Mahkam. (istimewa)

Leader World Cleanup Day Kaltim, Juliah Nur Farlianti menyebut, relawan yang ikut terlibat dalam kegiatan ini berkisar 15 ribu orang se-Kaltim. Khusus di Samarinda, ada 8 ribu relawan ikut berpartisipasi. Mereka disebar di beberapa titik sepanjang tepian Sungai Mahakam, dan fasilitas umum, termasuk sekolah-sekolah.

“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sampah. Sehingga ke depan masyarakat dapat teredukasi dengan membuang sampah ke tempatnya. Bahkan meningkatkan kepedulian dengan mulai mengurangi konsumsi sampah plastik demi keberlangsungan bumi,” harapnya.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi dalam sambutannya yang dibacakan Kabid PPPA Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Noer Adenany menyatakan, World Cleanup Day adalah acara tahunan yang mempererat tali persaudaraan antara komunitas, sekolah, perusahaan dan banyak lagi lembaga/institusi lainnya. Dengan cara berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong.

Sebuah sampah plastik berhasil diambil di sungai Mahakam. (istimewa)

“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepekaan terhadap bahaya dari pembuangan sampah sembarangan dan pentingnya proses daur ulang yang dimulai dari diri kita sendiri, di lingkungan rumah atau pekerjaan, agar kita semakin cinta kota sendiri,” imbuhnya.

Saat ini, lanjutnya, semakin banyak lahir komunitas yang memiliki kegiatan positif yang juga memberikan feedback positif, salah satunya Trash Hero. Trash Hero merupakan komunitas relawan yang peduli terhadap lingkungan, terutama untuk menjaga lingkungan dari sampah plastik. “Sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah yang memerlukan waktu yang sangat lama untuk bisa diuraikan,” ujarnya.

Wagub berharap, masyarakat bijak dalam menggunakan plastik dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga alam Indonesia tetap bersih. (*)

Para tokoh, relawan yang ikut mengkampanyekan gerakan World Cleanup Day 2019 di Samarinda. (istimewa)

Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top