HUKUM & KRIMINAL

Ancam Sebar Foto dan Video Bugil, Remaja Asal Ngawi Peras 10 Perempuan

ilustrasi

Kate.id – Polres Ngawi, Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus penipuan dan pemerasan modus foto bugil. Dalam pengungkapan ini, polisi menemukan ada 10 korban yang jatuh ke dalam perangkap setan dari pelaku, seorang remaja berinisial AB (18), warga Desa Jepang, Kabupaten Bojonegoro, Jatim. Empat di antaranya sudah melapor ke polisi, Kamis (19/09/19).

Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu mengatakan, mulai dari Juni hingga September, pelaku dengan menggunakan akun bernama perempuan, menghubungi para korban. Menyamar menjadi perempuan, pelaku menawarkan suatu pekerjaan dengan gaji yang tinggi yaitu 4 juta dengan syarat korban harus mengirimkan foto-foto bugil termasuk videonya.

Meski belum menjelaskan pekerjaannya secara rinci, namun pelaku mengiming-imingi para korban dengan gaji 4 juta. Untuk memuluskan aksinya, dia juga menggunakan akun lain dengan nama perempuan untuk menghubungi korban dan memberi informasi palsu tentang kebenaran pekerjaan yang ditawarkan.

“Ayo ikut saja, kirim saja persyaratan itu, saya juga begitu dan saya sekarang sudah bekerja,” tulis ajakan pelaku yang diunggah dalam akun media sosial dengan nama perempuan.

Alhasil korban tertipu dan mengirimkan foto atau video bugil yang diminta. Setelah itu, barulah pelaku menghubungi korban dan mengancam untuk menyebarkan foto dan video yang sudah dikirimkan. Agar tidak disebarkan, pelaku memeras para korban untuk mengirimkan uang senilai Rp 25 juta.

“Jadi sampai hari ini sudah ada empat pelapor yang datang ke kami dan sudah mengamankan uang Rp 5,2 juta. Untuk dugaan sementara pelaku mengerjakan sendiri dan pelaku juga masih di bawah umur yaitu kurang 18 tahun,” ungkap Pranatal.

Pelaku AB diamankan Polres Ngawi. (Foto: Polres Ngawi)

Setelah para korban dalam waktu hampir bersamaan melaporkan ke Satreskrim Polres Ngawi, barulah kemudian dilakukan penangkapan. ”Kami lacak keberadaan pelaku. Dan pelaku tertangkap di rumahnya tanpa perlawanan,” jelasnya.

Pelaku AB ditangkap pada Selasa (17/9/2019) dini hari sekira pukul 01.30 WIB. Dari pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebuah ponsel, buku tabungan, kartu ATM, rekening koran dan uang tunai lebih dari Rp 5 juta hasil tindak pidana pemerasan.

Atas kejahatannya ini, pelaku dikenai pasal 27 jo pasal 45 ayat 1 ayat 4 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik. Dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun atau denda Rp 1 miliar.

Sebelumnya, warga Kabupaten Ngawi dihebohkan dengan beredarnya foto tanpa busana di media sosial Facebook. Rupa-rupanya pelaku AB sebagai pemilik akun NF mengunggah foto tidak senonoh para korban karena permintaan sejumlah uang tidak ditanggapi. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top