POLITIK

DPR Bentuk Pansus Ibu Kota Negara, Wakil Kaltim Cuma Satu

Anggota DPR RI dapil Kaltim dari Fraksi Gerindra, G Budisatrio Djiwandono. (Dok. istimewa)

Kate.id – DPR RI telah membentuk panitia khusus (pansus) pengkajian rencana pemindahan Ibu Kota Negara baru di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Pansus dibentuk menindaklanjuti surat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada pimpinan DPR RI perihal rencana pemerintah yang akan memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kaltim.

Ada 30 anggota Pansus dari 10 fraksi di DPR RI. Namun, saat rapat pembentukan pansus yang dipimpin Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah itu, tak ada satu pun anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kaltim. Padahal Kaltim menjadi daerah Ibu Kota Negara baru.

Menurut Fahri Hamzah, penyusunan pansus tersebut dilakukan sebagai respons DPR terhadap surat Presiden Joko Widodo tentang pemindahan ibu kota. “Lalu, mekanismenya apa? Agar semua fraksi terlibat maka mekanismenya adalah dibentuklah pansus,” kata Fahri Hamzah di Ruang Rapat Paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/9) lalu.

Dalam penyusunan Pansus ini, fraksi Partai Demokrat belum memberikan nama anggotanya untuk menjadi anggota pansus kajian ibu kota baru. Fahri tak mengetahui persis alasannya. Namun demikian, dalam pembentukan pansus ini, menurutnya akan dilanjutkan pembahasannya oleh anggota DPR baru nanti.

Adapun 30 anggota pansus yaitu, F-PDI Perjuangan: Charles Honoris, MR Ihsan Yunus, Adisatria Suryo Sulisto, Indah Kurnia, Vanda Sarundajang, Arteria Dahlan. F-Partai Golkar: Zainudin Amali, Dadang S Muchtar, Adies Kadir, Muhidin Mohamad Said, M Sarmuji. F-Gerindra: Rahayu Saraswati, Bambang Haryo Soekartono, Moh Nizar Zahro, Supratman Andi Agtas. F-Demokrat (3 orang).

Kemudian, F-PAN: Yandri Susanto, A Bakri, Jon Erizal. F-PKB: Bertu Merlas, Nihayatul Wafiroh. F-PKS: Mardani, Sukamta. F-PPP: Arwani Thomafi, Achmad Mustaqim. F-NasDem: Syarif Abdullah Alkadrie, Ahmad M Ali. F-Hanura: Inas Nasrullah Zubir. Pansus Pengkajian Ibu Kota Negara ini diketuai oleh Zainuddin Amali dari Fraksi Golkar yang juga Ketua Komisi II DPR RI.

Fraksi Gerindra Ubah Formasi, G Budisatrio Djiwandono Masuk Pansus

Rudiansyah, Juru Bicara dan Tim Ahli Anggota DPR RI dapil Kaltim Budisatrio Djiwandono memegang surat Fraksi Gerindra yang menugaskan Budi masuk Anggota Pansus.

Melihat formasi pansus pengkajian Ibu Kota Negara yang tak ada satu pun perwakilan dari Kaltim, Fraksi Gerindra DPR RI mengubah nama susunan anggotanya. Fraksi Gerindra memasukkan Anggota DPR RI dapil Kaltim G Budisatrio Djiwandono sebagai anggota pansus menggantikan Moh Nizar Zahro. Budisatrio juga terpilih kembali Anggota DPR RI dapil Kaltim pada periode 2019-2024 mendatang.

“Memang benar sebelumnya tidak ada wakil Kaltim dalam anggota Pansus Ibu Kota Negara ke Kaltim tersebut. Namun, Fraksi Partai Gerindra telah mengeluarkan surat dan menggantikan anggota DPR RI terdahulu yaitu Muhammad Nizar Zuhro kepada penggantinya G Budisatrio Djiwandono. Surat penunjukkan ini dikeluarkan tanggal 17 September 2019,” kata Juru Bicara dan Tim Ahli Anggota DPR G Budisatrio Djiwandono dari Partai Gerindra, Rudiansyah, yang menggelar konfrensi pers di Samarinda, Kamis (19/9/2019).

Artinya, formasi pansus akan ada wakil rakyat dapil Kaltim, meskipun hanya satu orang saja dari 30 anggota pansus. Padahal anggota DPR dapil Kaltim ada 8 orang. Memang hasil pembentukan pansus tersebut, sebelumnya muncul dinamika di tengah masyarakat Kaltim yang mengkawatirkan akan aspirasinya tak terwakilkan, karena tak ada satupun dari 8 anggota DPR RI dapil Kaltim yang masuk dalam pansus tersebut.

Dengan masuknya nama wakil Kaltim, diharapkan Pansus Pemindahan Ibu Kota Negara ini dapat berjalan lancar, karena ada orang yang tahu dan ahli dalam wilayah dapilnya. “Terutama Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Rencanakan Kunjungan Kerja, Pansus Ingin Dengarkan Masukan Daerah

Ketua Pansus Ibu Kota, Zainudin Amali. (KOMPAScom/Haryantipuspasari)

Ketua Pansus pengkajian Ibu Kota Negara, Zainudin Amali menyatakan, pihaknya berencana meninjau lokasi ibu kota negara yang bari di Kaltim. Kata dia, pansus ingin mendengar penjelasan mengenai seluk-beluk lokasi ibu kota yang baru, maupun masukan-masukan dari para kepala daerah terkait, termasuk masyarakat setempat.

“Kami akan rapat dengan pimpinan daerah, baik gubernur maupun pimpinan dua kabupaten itu (Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara), dan meninjau lokasi,” kata Ketua Pansus ibu kota, Zainudin Amali di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Namun ia belum memastikan kapan kunjunga kerja itu dilakukan. Pihaknya masih akan membahas di internal DPR, khususnya dengan Badan keahlian. “Ternyata sebelum ada pansus ini, pimpinan DPR sudah menugaskan Badan Keahlian untuk membuat kajian. Tapi (kajian) resminya harus dihasilkan oleh pansus yang menjadi dasar rekomendasi DPR menjawab surat presiden. Selanjutnya kami akan ke lokasi, ke Kaltim,” imbuhnya. (*)

Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top