HUKUM & KRIMINAL

Empat Kasus Karhutla di Berau Terungkap, Pelakunya Mantan TKI

Kapolres Berau, AKBP Pramuja Sigit Wahono saat rilis kasus Karhutla di Mapolres Berau bersama para tersangka (Dok. Humas PolresBerau)

BERAU, Kate.id – Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau, provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil diungkap aparat kepolisian. Dalam sebulan terakhir, Polres Berau mengungkap empat kasus tindak pidana Karhutla dengan sembilan tersangka, di lokasi lahan yang dibakar berbeda- beda. Diperkirakan hutan dan lahan yang terbakar di kabupaten ini mencapai 100 hektare.

Kapolres Berau, AKBP Pramuja Sigit Wahono didampingi Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rengga Puspo menjelaskan, terungkapnya kasus ini atas pemantauan dari citra satelit command center Polda Kaltim. Sejak beberapa waktu lalu, pihaknya terus melakukan pemantauan.

“Anggota bahkan harus ada yang standby di titik rawan. Setiap ada informasi sedikit, langsung kami masuk. Makanya, tidak ada bagi saya untuk main-main dengan para pembakar lahan ini. Kasian masyarakat jadi korbannya,” ujarnya, saat rilis di Mapolres Berau, Rabu (18/9/2019).

Adapun keempat kasus tersebut, yaitu pembakar lahan di Bambangan Kampung Tubaan, Kecamatan Tabalar. Dari kasus ini berhasil diamankan empat tersangka. Adalah Rah (45) warga Kecamatan Tubaan, Kabupaten Berau, AN (45) warga Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Has (40) warga Kabupaten Konawe, Ram (28) warga Kecamatan Tubaan. Mereka ditangkap pada Sabtu (14/9/2019).

Kapolres Berau, AKBP Pramuja Sigit Wahono saat rilis kasus Karhutla di Mapolres Berau (Dok. Humas PolresBerau)

Kasus kedua, pada hari yang sama, masih di Kampung Tubaan, Kecamatan Tabalar, aparat mengamankan tiga tersangka karena melakukan pembakaran lahan seluas 20 hektare. Mereka adalah Bak (60) warga Tubaan, Am (46) warga Kecamatan Tabalar, Berau dan Sap (60) warga Kota Tarakan.

Kasus ketiga, dua tersangka berhasil diamankan. Salah satunya yaitu AA (42) warga Kampung Harapan Maju, Tabalar. Mereka hendak membakar enam hektare lahan yang masuk dalam kawasan hutan.

“Informasi dari command center kami, setelah kami selidiki ternyata ada kebakaran hutan dan lahan. Setelah kami telusuri, ternyata ada dugaan pembakaran lahan. Dan kami mengamankan 8 orang ini (di Kecamatan Tabalar, Berau),” ungkap Kapolres.

Kasus lainnya, terjadi di Kecamatan Kelay. Satu tersangka diamankan, yaitu, Ba (49) warga Kutai Timur (Kutim). Ba disangka melakukan dengan sengaja pembakaran lahan hutan di Kecamatan Kelay tersebut.

Mantan TKI Bakar Lahan Untuk Kebun Kelapa Sawit

Dari penuturan para tersangka, diketahui ternyata para pelaku sengaja melakukan pembakaran lahan untuk ditanami sawit. Terungkap juga, ternyata sebagian besar tersangka merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pernah bekerja di perusahaan sawit, di Malaysia.

Alasan mereka melakukan pembakaran lahan, karena tergiur keuntungan yang besar. Mereka yang sudah merasa memiliki modal yang cukup, lalu membeli tanah-tanah adat milik masyarakat untuk dibuka dan dijadikan kebun sawit. Pembersihan lahan, dengan cara pembakaran dilakukan karena lebih hemat.

Bahkan, ada tersangka yang sebenarnya berdomisili tinggal di Tarakan, khusus datang ke Berau hanya untuk membuka lahan sawit dengan cara dibakar. Sehingga, para mantan TKI ini bisa dikatakan sebagai pemodal untuk melakukan pembukaan lahan sawit dengan cara dibakar. “Jadi bagi mereka, dengan cara membakar ini biaya yang dikeluarkan menjadi lebih murah,” ujar Sigit.

Salahsatu lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Berau yang diungkap Polres Berau. (Dok. polres berau)

Cara membakar lahan pun terbilang profesional. Mereka lebih dahulu melakukan perintisan lahan di sekelilingnya. Sebagian ada juga titik tengah lahan yang ikut dirintis lebih dahulu. Setelahnya, barulah tumpukan-tumpukan kayu pun mereka siapkan untuk menjadikan bara api yang lebih besar. Setelah itu, barulah para tersangka ini membiarkan lahan tersebut terbakar.

Setelah api berkobar dan membakar sejumlah luasan lahan, para tersangka pun menjauh dari lokasi lahan. Mereka seolah-olah tak tahu-menahu atas lahan yang mereka buat jadi arang tersebut.

“Jadi saat petugas jauh-jauh datang ke lokasi untuk memadamkan api, mereka ini juga pura-pura sibuk dan panik. Seolah-olah juga hendak memadamkan api di sana. Jadi luar biasa sekali cara kerja mereka ini,” tambahnya.

Tersangka juga mengaku baru mendapat janji modal dari seseorang untuk mengembangkan sawit di kawasan tersebut. “Apa pun alasannya, asap yang dihasilkan oleh pembakaran lahan ini sudah sangat meresahkan sekali. Kesehatan terancam, penerbangan pesawat terganggu. Makanya, saya pastikan tidak akan ada ampun bagi para pembakar lahan di Berau. Tapi juga terus kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat,” imbuhnya.

Akibat ulahnya tersebut, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 50 ayat (3) huruf d junto pasal 78 ayat (4) Undang-Undang nomor 41/1999 tentang Kehutanan atau Pasal 69 ayat (1) huruf h junto pasal 108 Undang-Undang 32/2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (*)

Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top