FILM

Baru Rilis Trailer, Film The Santri Tuai Kontroversi

trailer film the santri (dok. istimewa)

Kate.id – Industri film tanah air tengah ramai diperbincangkan masyarakat belakangan ini. Film “The Santri” yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan disutradarai Livi Zheng, menuai kontroversi. Film tersebut rencananya akan tayang pada awal Oktober nanti.

Belum tayang, baru berupa trailer, film tersebut sudah menuai kontroversi. Bermula saat trailer film tersebut diupload oleh NU Channel di akun youtube-nya dengan judul “Official Trailer Film ‘The Santri’” pada 9 September 2019. Hingga saat ini, video berdurasi 2 menit 44 detik itu sudah dilihat 1,3 juta kali.

Tak Cerminkan Akhlak Pesantren

Aksi penolakan muncul memboikot film tersebut. Dimulai dari Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI) Hanif Alathas. Menantu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ini berpendapat film tersebut tidak mencerminkan akhlak dan tradisi santri yang sebenarnya.

Penolakan itu tercantum dalam poster yang dikirimkan ke berbagai media. Bahkan, Sekretaris Umum DPP FPI Munarman juga mengirim poster penolakan yang diutarakan Luthfi Bashori, pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari, Malang, Jawa Timur.

Luthfi meminta kepada para santri dan jemaahnya agar tidak menonoton film The Santri. Dia menyampaikan imbauan itu lantaran menilai film The Santri tidak sesuai dengan syariat Islam, serta tidak mengandung tradisi pesantren ahlussunah wal jamaah.

“Karena film ini tidak mendidik. Cenderung liberal. Ada akting pacaran, campur aduk laki perempuan dan membawa tumpeng ke gereja,” tutur Luthfi, seperti dilansir dari CNNIndonesia.

Kritik yang sama juga datang dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. Sebagai tokoh ulama Nahdliyin di Jawa Barat, Uu menilai film tersebut tak sesuai kehidupan pesantren. Bahkan, ia berendapat dari trailer-nya saja,  film tersebut tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Seperti berpacaran dan adanya kedekatan fisik antara laki-laki dan perempuan. “Saya merasa keberatan,” ucapnya, Selasa (17/9/2019).

Dari Kehidupan Pesantren, hingga Nilai Toleransi dan Kebinekaan

Screenshot Film The Santri di NU Channel. (Foto: NU Channel)

Dikutip dari laman resmi nu.or.id, The Santri merupakan film yang diinisiasi PBNU melalui NU Channel yang bekerja sama dengan sutradara Livi Zheng dan Ken Zheng dengan penata musik Purwacaraka. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj dan Wakil Sekjen PBNU Imam Pituduh, menjadi Executive Producers di film tersebut.

Film ini rencananya akan tayang awal Oktober, bertepatan dengan Hari Santri. Film dibintangi oleh pendatang baru, seperti Azmi Askandar, Wirda Mansur, dan Veve Zulfikar. Ada juga Wagub Jawa Timur, Emil Dardak.

The Santri akan mengangkat nilai-nilai kaum santri dan tradisi pembelajaran di pondok pesantren yang berbasis kemandirian kesederhanaan, toleransi serta kecintaan terhadap tanah air.

“The Santri dipersembahkan sebagai wahana untuk menginformasikan dan mengkomunikasikan keberadaan dunia santri dan pesantren yang memiliki pemahaman tentang Islam yang ramah, damai dan toleran dengan komitmen cinta tanah air, serta anti terhadap radikalisme dan terorisme,” kata Imam Pituduh, dikutip dari NU Channel.  

Screenshot Film The Santri di NU Channel. (Foto: NU Channel)

Selain itu, film The Santri juga memotret kehidupan keberagamaan dan komunitas lintas iman, kemudian mempromosikannya. Dalam trailer resmi, kisah itu berfokus pada kehidupan di sebuah pondok pesantren yang sedang mempersiapkan perayaan Hari Santri. Seorang guru menjanjikan bahwa enam orang santri terbaik akan diberangkatkan dan bekerja di Amerika Serikat.

Imam mengatakan film The Santri juga bisa dinikmati oleh semua kalangan usia, suku, ras, dan agama. “Nilai-nilai tersebut adalah khazanah bangsa yang wajib dilestarikan, agar dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Agar dunia aman, damai, adil, dan makmur serta beradab,” ungkap Imam Pituduh dikutip dari laman nu.or.id.

“The Santri mengetengahkan cerita milenial dengan bintang-bintang milenial, yang memiliki follower jutaan; dengan alur maju mundur, yang mengetengahkan kisah dan realitas sejarah dan visi masa depan,” tambahnya.

Beragam Reaksi Netizen

Sejak dimunculkan sinopsisnya ke publik, beragam reaksi pun muncul dari warganet. Kata kunci “The Santri” bahkan menjadi trending topic di linimasa twitter. Pro dan kontra, Ada yang mendukungnya, ada pula yang mengajak untuk memboikot film tersebut. Bahkan ada yang menilai ini hanyalah strategi pemasaran dari film tersebut.

Writer: Sandy Hidayat

Comments

BERITA TERBARU

To Top