METROPOLIS

Program Beasiswa Kaltim Diluncurkan, Ratusan Miliar Siap Diguyurkan

Gubernur Kaltim Isran Noor melaunching program Beasiswa Kaltim, di Ruang Heart of Borneo, Kantor Gubernur, Senin (16/9/2019). (Foto: humas pemprov)

SAMARINDA, Kate.id – Gubernur Kaltim Isran Noor meluncurkan program Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) di kantornya, Senin (16/9/2019). Program yang menjadi janji politiknya saat kampanye itu untuk tahun pertama di 2019 ini, disediakan kepada 11.106 penerima. Dana sebesar Rp 165 miliar disiapkan untuk program tersebut.

Isran menjelaskan, program BKT ini terbagi menjadi dua. Yaitu Beasiswa Kaltim Tuntas dan Beasiswa Kaltim Stimulan. Program tersebut, kata Isran, berbeda dari program beasiswa sebelumnya. Menurutnya untuk beasiswa Kaltim tuntas, pemberian dilakukan awal hingga selesai program studi. Sedangkan beasiswa stimulan hanya untuk tingkat akhir.

“Dengan melengkapi tugas akhir, tesis, skripsi atau disertasi. Kalau beasiswa tuntas, diberikan sampai selesai studi. Ini penting agar produknya lebih terukur dan jelas,” kata Isran.

Gubernur Kaltim Isran Noor melaunching program BKT, di Ruang Heart of Borneo, Kantor Gubernur, Senin (16/9/2019). (Foto: humas pemprov)

Sistem dengan metode beasiswa seperti ini, kata Isran bukan hal baru di dunia pendidikan. Namun menjadi model beasiswa pertama di Kaltim. Sebab beasiswa tak hanya diberikan dalam waktu singkat, satu atau dua tahun saja. “Melainkan, sejak program perkuliahan dimulai hingga selesai. Jadi, capaian fisiknya itu baru bisa terlihat 4-5 tahun ke depan,” jelasnya.  

Isran meyakini jika dengan sistem ini dapat menyentuh semua lapisan peserta. Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK hingga mahasiswa/i. Apalagi menjadi sangat baik karena pelaksanaan pendaftarannya didukung menggunakan sistem online melalui website (www.kaltimtuntas.id). Sehingga, di manapun calon peserta beasiswa dapat melakukan pendaftaran.

“Namun, untuk menjalankan beasiswa ini kami terus melakukan penyempurnaan. Sebab, model beasiswa tuntas ini belum ada nilai ukur kesuksesan penerima program,” tuturnya.

Meski demikian, Isran berpendapat program ini menjadi momentum bagi Kaltim untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk Indonesia maju. Apalagi Kaltim menjadi daerah Ibu Kota Negara di masa depan.

“Bahkan, mimpi saya ada putra Kaltim yang punya keunggulan, misal ahli di bidang nuklir. Dia memiliki kemampuan merancang nuklir untuk kepentingan damai, bukan perang. Mungkin untuk listrik dan hal bermanfaat lainnya,” harapnya.

Program ini akan dijalankan dan diawasi oleh Badan Pengelola BKT. Isran berharap, pengelola dapat selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak di dalam maupun luar negeri untuk mendukung suksesnya program ini. Termasuk melakukan pengawasan dan pertanggungjawaban, dengan berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kaltim.

“Karena pertanggungjawaban harus tahun berikutnya. Sedangkan fisiknya baru selesai dua hingga empat tahun kemudian. Berhati-hatilah agar semua berjalan lancar dan sukses secara administratif,” bebernya.

Gubernur Kaltim Isran Noor melaunching program BKT, di Ruang Heart of Borneo, Kantor Gubernur, Senin (16/9/2019). (Foto: humas pemprov)

SEDIAKAN RP 165 MILIAR UNTUK 11.106 PESERTA

Untuk tahap awal, di tahun ini kuota BKT hanya membuka 11.106 peserta beasiswa, baik dari pelajar maupun mahasiswa. Hal ini disampaikan oleh Ketua Badan Pengelola BKT, Iman Hidayat. Dengan rincian, 6.452 siswa kurang mampu (SD, SMP dan SMA), 2.954 mahasiswa kurang mampu dan 1.700 penerima beasiswa Kaltim Tuntas (S1, S2 dan S3). Untuk melakukan program tersebut, pihaknya menyediakan anggaran sebesar Rp 165 miliar.

“Bagi pelajar dan mahasiswa yang berminat dapat mengakses berbagai informasi terkait BKT ini di laman website Beasiswa Kalimantan Timur, yaitu di www.kaltimtuntas.id,” jelasnya.

Kata dia, setelah mengakses laman tersebut peserta tinggal mengikuti panduan dan persyaratan untuk dapat program yang diinginkan. Di antaranya persyaratan dari keluarga miskin, disabilitas, berkebutuhan khusus berasal dari daerah 3T, anak cucu veteran, anak korban KDRT dan penghapal Alquran. 

“Sedangkan untuk program pendidikan mahasiswa luar negeri dan berdasar pertimbangan khusus pun masuk dalam syarat tersebut. Adapun tenggat waktu beasiswa tuntas, untuk S1 selama 4 tahun, S2 selama dua tahun dan S3 selama 4 tahun. Selengkapnya silahkan lihat di laman resmi kami,” tandasnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top