HUKUM & KRIMINAL

Penyelundupan Belasan Ribu Benih Lobster ke Singapura Berhasil Digagalkan

Para pelaku penyelundupan belasan ribu benih lobster ke Singapura. (Foto: Tribrata News)

Kate.id – Penyelundupan belasan ribu benih lobster senilai miliaran rupiah dari Sulawesi Selatan (Sulsel) ke Singapura berhasilan digagalkan aparat kepolisian. Sebanyak 19.253 ekor benih lobster itu berhasil digagalkan pengirimannya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin mengatakan, penyelundupan ribuan ekor benih lobster berhasil digagalkan setelah adanya informasi dari petugas AVSEC. Petugas mencurigai sebuah koper asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan tujuan Singapura.

Kemudian petugas itu langsung berkoordinasi dengan Polda Sulsel dan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar (BKIPM) yang bertugas di check-in bandara. Untuk melakukan pemeriksaan terhadap koper itu. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan ada benih lobster. 

“Dalam koper itu kami temukan 19.253 ekor benih lobster. Satu benih itu harganya Rp150 ribu. Kalau ditotal yang mereka hasilkan dari pekerjaan ilegal ini Rp 3,5 miliar,” jelas Hamidin, Selasa (10/9/2019), dikutip dari Tribrata News. 

Dijelaskan, sebanyak 19.253 ekor bibit lobster tersebut dibungkus menjadi 23 bagian. Lantas dimasukkan ke dalam koper yang sudah disiapkan udara atau tabung gas supaya benih lobster tersebut tidak mati sampai di Singapura. Untuk mengelabui petugas, para pelaku mencampur kemasan benih lobster dengan kerupuk, mi instan dan sandal jepit di dalam satu buah koper bagasi. 

“Ada dua jenis benih lobster yang akan diselundupkan oleh pelaku, lobster mutiara  13.477 ekor dan benih lobster pasir sebanyak 5.776 ekor,” ungkap Hamidin. 

Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin (tengah) memberi keterangan pers. (Foto: Tribrata News)

Lima orang ditetapkan terlibat dalam kasus ini. Akan tetapi baru tiga pelaku yang berhasil diamankan, termasuk pelaku utamanya atau pemilik usaha ilegal tersebut. Tiga pelaku yakni pemilik koper berinisial S, warga Pinrang yang tercatat tinggal di BTN Cipta Mandai, Kabupaten Maros; pria berinisial ST selaku tukang packing’ dan  pemilik baby lobster berinisial RM.

“Sehari setelah penggagalan di Bandara, baru kami tangkap pemilik benih lobster. Nah dari hasil interogasi ternyata si RM ini sudah pernah menjalani hukuman empat bulan dalam kasus yang sama penyelundupan benih lobster,” beber Hamidin. 

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 88 jo pasal 16 ayat 1 UU RI Nomor 31 tahun 2004, sebagaimana telah diubah dengan UU RI no.45 tahun 2009, tentang perikanan Jo pasal 31 ayat 1 UU RI No.16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. “Untuk tindak pidana perikanan, mereka diancam hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar. Sedangkan untuk karantina hewan, ikan dan tumbuhan, diancam hukuman 3 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 150 juta,” tegasnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top