METROPOLIS

Kebakaran Besar di Banjarmasin Hanguskan Puluhan Rumah Warga

Petugas melakukan proses pembasahan di lokasi kebakaran rumah penduduk di kawasan Alalak Selatan, Banjarmasin, Selasa (10/9/2019). (Foto: Antaranews Kalsel/Bayu Pratama)

BANJARMASIN, Kate.id – Kebakaran besar melanda kawasan padat penduduk di Kelurahan Alalak Selatan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Selasa (10/9/2019) dini hari. Akibatnya, sebanyak 65 rumah dan tempat tinggal dilaporkan hangus terbakar dan rata dengan tanah.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, setidaknya 74 kepala keluarga atau 222 jiwa warga di dua RT terdampak kebakaran tersebut. Peristiwa kebakaran itu terjadi di RT 4 dan RT 5 Jalan Alalak Selatan, Banjarmasin Utara dengan waktu kejadian sekira pukul 03.00 Wita sampai pukul 05.00 Wita. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi terkait korban jiwa dari musibah kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah tersebut.

“Rata-rata rumah warga di lokasi kebakaran terbuat dari kayu. Sehingga api dengan cepat membakar dan saat itu angin dirasa sangat kencang,” jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin HM Hilmi.

Puluhan rumah yang hangus itu, beber Hilmi, meliputi 18 unit rumah di RT 4 Alalak Selatan. Jumlahnya lebih banyak di RT 5 Alalak Selatan lantaran menghanguskan 47 unit rumah. Adapun untuk penyebab kebakaran masih dalam proses pemeriksaan kepolisian.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina memastikan, korban kebakaran ini bakal mendapat bantuan. Bantuan yang pasti akan dikeluarkan Pemkot secepatnya bagi korban kebakaran tersebut berupa biaya sekitar Rp 2 juta per unit rumahnya. “Ini bantuan biasa yang diberikan Pemkot setiap ada musibah kebakaran,” kata dia saat meninjau lokasi kebakaran tersebut, Selasa sore.

Menurut Ibnu Sina, bantuan yang bersifat tanggap darurat pun sudah mulai dilakukan pemerintah kota melalui dinas sosial yang mengkoordiasikannya. “Memang kejadian ini di luar prediksi, sehingga kami berupaya semaksimal mungkin memberi bantuan agar beban hidup para korban dapat diringankan,” sebut orang nomor satu di Banjarmasin itu.

Dia memaparkan, saat ini Pemkot tengah mengkaji kejadian ini apakah masuk katagori bencana. Sehingga dana APBD bisa maksimal membantu para korban. Karena yang sangat dibutuhkan para korban tidak hanya makanan, tapi tempat berteduh.

“Makanya dana bantuan dari bidang Kesra yang tadi Rp 2 juta per unit rumah tertimpa musibah kebakaran tersebut ada rencana digunakan untuk membeli bahan bangunan,” beber Ibnu.

Dia menyatakan, warga yang tertimpa musibah ini bisa direlokasi sementara ke Rusunawa. Sehingga mereka bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak. Dalam hal ini pemkot tidak bisa membuat bangunan di lokasi kebakaran dengan dana APBD lantaran lahannya merupakan milik warga.

Untuk itu, Ibnu berharap semua korban bisa mendapatkan kesabaran. Di satu sisi, pemkot bakal terus berupaya untuk membantu kesusahan mereka. “Kami harapkan pada saat kemarau ini semua warga waspada. Sebab musibah kebakaran mudah terjadi dengan sebab-sebab sepele,” imbaunya.

Apalagi menurut Ibnu, kejadian kebakaran ini bukan merupakan yang pertama. Lantaran selain kebakaran besar di Alalak Selatan, sepuluh kejadian serupa juga terjadi dalam sebulan ini. “Jadi kita memang semua harus waspada. Jangan sampai lagi terjadi hal demikian,” tutupnya. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top