HUKUM & KRIMINAL

Tersangkut Kasus Karhutla di Kalbar, Puluhan Orang Diamankan Polisi

Kapolda Kalbar, Inspektur Jenderal (Pol) Didi Haryono menyebutkan hingga saat ini pihaknya telah menangani 50 kasus penegakan hukum Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). (istimewa)

PONTIANAK, Kate.id – Puluhan orang diamankan terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Hal ini diungkapkan Kapolda Kalbar, Inspektur Jenderal (Pol) Didi Haryono. Dia menyatakan, sampai saat ini pihaknya telah menangani 50 kasus penegakan hukum karhutla.

“Dari 50 kasus itu, berhasil diamankan 58 orang yang diduga pelaku pembakaran hutan dan lahan. Para pelaku itu diamankan dengan tiga payung hukum, pertama tentang lingkungan hidup, UU Perkebunan dan Kehutanan, itu instrumen hukum yang kami pakai untuk menjerat para pelaku,” ujar Didi, Rabu (10/9/2019), dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dari instrumen penegakan hukum kepada para pelaku ini, Didi menyebut ada sanksi yang dapat menjerat para pelaku Karhutla. Sanksi paling rendah yaitu hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 3 miliar. Sementara hukuman paling tinggi 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

“Dan ini ditegaskan lagi oleh Gubernur Kalbar dengan adanya Peraturan Gubernur (Pergub). Yang menyatakan apabila perusahaan perkebunan lalai dalam menyingkapi kebakaran di wilayah perkebunannya, maka akan mendapat sanksi akan dicabut izinnya selama tiga tahun, bahkan kalau hal itu disengaja maka dicabut izinnya lima tahun,” beber Didi.

Malahan bila kelalaian itu terjadi berulang kali, perusahaan perkebunan bersangkutan itu akan dicabut izin selamanya. “Dari 50 kasus yang saat ini kami tangani itu memang kebanyakan pelakunya berasal dari perorangan. Namun ada juga dua pelakunya berasal dari pihak korporasi. Dan saat ini kami masih melakukan penyelidikan, karena masih ada satu lagi korporasi yang juga diduga sebagai pelaku Karhutla,” paparnya.

Didi menambahkan, masalah alam khususnya masalah pencemaran udara itu sangat vital. Lantaran disebutnya sangat berpengaruh dan sangat mengganggu terhadap kesehatan dan penerbangan, serta perekonomian.

“Kondisi akibat Karhutla saat ini sudah mengganggu penerbangan di Bandara Putussibau dan Bandara Pontianak. Bahkan pesawat sempat tidak bisa mendarat akibat kabut yang menyebabkan gangguan jarak pandang. Untuk itu, mari kita bersama-sama mengatasi Karhutla ini, karena asap Karhutla ini sudah sangat berbahaya, dengan kepekatannya dan mengganggu kesehatan serta perekonomian kita bersama,” ujar Didi.

Kegiatan modifikasi cuaca (TMC) dengan pembuatan hujan buatan hingga tanggal 6 September 2019 telah dilakukan 207 kali sorti dengan jumlah garam yang ditaburkan mencapai 160.816 kg. Lalu untuk Penegakan hukum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Polri, telah melakukan upaya penegakan hukum kepada perusahaan yang diduga lalai dalam menjaga arealnya dari kebakaran. Ada total 18 perusahaan yang telah disegel arealnya, rinciannya di Kalbar sebanyak 10 perusahaan, di Jambi 1 perusahaan, di Riau ada 3 perusahaan dan di Kalteng ada 4 perusahaan. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top