EKONOMI & BISNIS

Digantikan Daniel Zhang, Jack Ma Bukan Lagi Bos Alibaba

Jack Ma. (Foto: GettyImages)

Kate.id – Bos besar Alibaba Group, Jack Ma resmi pensiun dari perusahaan tersebut pada 10 September waktu setempat. Pensiunnya Jack Ma tersebut bertepatan ulang tahunnya yang ke-55.

Dikutip dari Reuters, Jack Ma mengadakan pesta perpisahan di stadion Hangzhou Olyimpic Sports Center. Dalam pesta perpisahan itu menampilkan konser musik dan selebriti dari Tiongkok.

Setelah pensiun, jabatan Jack Ma sebagai CEO Alibaba Group akan dilanjutkan oleh Daniel Zhang. Jack Ma sendiri sudah mengumumkan rencana pensiun sejak setahun sebelumnya. Dia memberi pernyataan bahwa Daniel Zhang adalah orang yang tepat untuk menggantikannya.

“Dia punya logika dan cara berpikir kritis yang mirip super komputer, komitmen terhadap cita-citanya, keberanian untuk mengambil model bisnis inovatif dan industri di mansa depan,” ungkap Jack Ma setahun silam.

Forbes menulis setelah pensiun, Jack Ma akan menghabiskan waktunya untuk kegiatan filantropi dan pendidikan. Walau sudah pensiun, disebutkan bahwa Jack Ma tidak akan jauh dari Alibaba. Dia akan menjadi salah seorang anggota sebuah lembaga kemitraan di Alibaba berisi 38 orang, namun terpisah dari dewan direksi.

Diketahui, Alibaba maju pesat selama berada di bawah kepemimpinan Jack Ma. Perusahaan tersebut menjadi salah satu raksasa di Asia dengan kapitalisasi pasar sejumlah 460 miliar dolar.

Bisnis Alibaba bergerak di berbagai sektor termasuk komputasi awan, teknologi finansial sampai kecerdasan buatan. Meskipun berhasil membesarkan Alibaba, bukan berarti kepiawaiannya berbisnis tanpa cela. Hal ini terlihat dari Alibaba yang beberapa waktu lalu gagal mengakuisisi MoneyGram senilai USD 1,2 miliar.

Pun demikian, marketplace buatan Alibaba, Taobao, dituding menjual barang mewah palsu sampai dilabeli pasar terlarang oleh Amerika Serikat. Lantaran menjual barang-barang yang bermasalah hak intelektualnya.

Sepeninggal Jack Ma, Daniel Zhang diperkirakan memikul tanggung jawab besar sebagai bos Alibaba. Lantaran dia mesti menemukan jalan baru untuk menumbuhkan sektor e-commerce Tiongkok yang sudah matang. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top