RAKET

US Open 2019: Gelar Keempat Nadal, Rekor Tercepat Andreescu

Rafael Nadal memeluk trofi US Open yang dimenangkannya.

Kate.id – Gelar Juara US Open kembali direngkuh petenis Spanyol, Rafael Nadal. Gelar kali keempat ini dipastikan setelah Nadal menumbangkan Daniil Medvedev di Stadion pada final US Open 2019 di Arthur Ashe, Ahad (8/9/2019) waktu setempat. Skor akhir 7-5, 6-3, 5-7, 4-6, 6-4 menjadikan Nadal sebagai yang terbaik dalam kejuaraan ini.

Laga pamungkas ini berjalan sengit, dengan durasi mencapai empat jam 49 menit, tercatat sebagai salah satu babak final terlama dalam sejarah Grand Slam. Tak heran bila tenaga Nadal begitu terkuras kala berusaha mendapatkan poin dan mengatasi perlawanan Medvedev yang agresif.

Kemenangan atas Medvedev ini tercatat sebagai kemenangan ke-19 Nadal di ajang Grand Slam. Membuat petenis peringkat dua dunia ini semakin dekat untuk menyamai rekor Roger Federer, hanya kurang satu kemenangan lagi dari Roger Federer yang membukukan 20 kemenangan.

Gelar keempat Nadal di US Open ini melengkapi tiga gelar US Open terdahulu yang direngkuhnya. Yaitu  pada tahun 2010, 2013, dan 2017 di Flushing Meadows. Petenis 33 tahun ini selanjutnya akan memposisikan dirinya di Rolex Shanghai Masters pada Oktober, yang sementara ini mengungguli Djokovic dalam ATP Race To London.

Sementara itu di nomor ganda putri, pasangan asal Belgia/Belarus, Elise Mertens/Aryna Sabalenka memenangi gelar juara Grand Slam pertamanya. Setelah mengalahkan pasangan Belarus/Australia Victoria Azarenka/Ashleigh Barty dengan skor 7-5, 7-5. Pertandingan berakhir dramatis saat Mertens/Sabalenka harus maju ke depan net, namun Barty justru mengirim bola lob melewati kepala mereka.

Elise Mertens dan Aryna Sabalenka.

Sabalenka berhasil mengejar bola dan mengembalikannya, dengan demikian overhead smash yang dilakukan Azarenka pun gagal menciptakan poin bagi Azarenka/Barty. Mertens langsung tergeletak di atas lapangan dan Sabalenka menatap langit tak percaya, sebelum akhirnya mereka berpelukan. Mereka mengatakan bahwa sorak sorai dan euforia penonton di Arthur Ashe Stadium semakin memacu semangatnya.

“Saya rasa antusias dan dukungan penonton di stadion yang memberikanku energi untuk terus bermain,” ungkap Mertens. “Saya tak percaya bisa memenangi Grand Slam. Ini pertama kalinya bagi saya. Kami tim yang solid dan saya harap bisa bermain lagi dengannya nanti,” sambungnya.

Sementara itu rekan Mertens, Sabalenka mengucapkan teruma kasih kepada Mertens atas pertandingan final yang disebutnya sebagai laga yang hebat tersebut. “Ini pertandingan yang luar biasa dan saya menikmati di setiap detiknya,” serbut Sabalenka.

Di satu sisi, Barty yang kalah dipastikan gagal meraih gelar Grand Slam keduanya. Setelah tahun lalu dia menjadi kampiun US Open di nomor ganda putri bersama CoCo Vandewege. “Saya rasa level (kesulitan) sangat tinggi,” kata Barty.

Sedangkan rekannya Azarenka, meski kalah, mengungkapkan perasaan senangnya karena bisa bermain dengan Barty. “Dua minggu ini luar biasa. Sebuah kebahagiaan bisa bermain dengan dia dan aku harap bisa lanjut bermain dengannya nanti,” ucapnya.

KALAHKAN SERENA WILLIAMS, ANDREESCU CATAT REKOR TERCEPAT

Bianca Andreescu

Di nomor tunggal putri, petenis remaja yang masih 19 tahun, Bianca Andreescu sukses meraih geral US Open 2019. Hebatnya, Andreescu menumbangkan Serena Williams di final dengan kemenangan 6-3, 7-5.

Andreescu melaju ke final melawan Williams. Dia memimpin 5-1 pada set kedua. Meskipun Williams berhasil menyamakan kedudukan, tapi Andreescu berhasil memenangi pertandingan meski sorak sorai penonton di Arthur Ashe Stadium meneriakkan nama Serena. Andreescu menang 6-3, 7-5 dan mendapatkan gelar Grand Slam pertamanya.

“Sangat sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tetapi saya sangat bersyukur dan benar-benar diberkati. Saya sudah bekerja amat keras untuk momen ini,” ungkap Andreescu.

Menariknya, kemenangan pertama Andreescu ini menjadikan petenis dengan rekor tercepat untuk memenangi sebuah gelar Grand Slam. Semenjak perjalanannya yang dimulai dari peringkat ke-208, melesat menuju lima besar dunia setelah memenangi US Open. Dia juga menjadi juara Grand Slam termuda sejak Maria Sharapova di US Open 2006.

“Tahun ini telah menjadi mimpi yang menjadi kenyataan. Mampu bermain di panggung ini melawan Serena, legenda sejati olahraga, sungguh luar biasa,” bebernya.

“Sama sekali tidak gampang. Saya mencoba mempersiapkan yang terbaik seperti saya memainkan setiap pertandingan. Saya berusaha untuk tidak fokus pada siapa yang saya lawan. Saya benar-benar bangga dengan cara saya menangani semua ini,” sambung Andreescu.

Kemenangan ini mengantarkan Andreescu menjadi petenis top lima besar dunia. Dengan catatan rekor menang-kalah 34-4 pada musim ini, dan 8-0 untuk statistik menang-kalah melawan petenis top dunia. Dia juga menyamai pencapaian Monica Seles yang mengangkat trofi Roland Garros 1990 pada turnamen besar keempatnya, untuk rekor pemain tercepat uamh memenangkan gelar Slam pertamanya pada era Open.

Di satu sisi, Williams mengalami kekalahan pada final kedua secara beruntun di Flushing Meadows. Setelah pada 2018 silam dia takluk kala melawan Naomi Osaka. “Bianca memainkan pertandingan yang sulit dipercaya. Saya sangat bangga dan bahagia untuknya. Itu permainan tenis yang luar biasa. Jika ada orang yang bisa memenangi ini kecuali Venus, saya senang itu Bianca,” terang Serena. (*)

Comments

BERITA TERBARU

To Top