SEPAK BOLA

Malaysia Permalukan Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022

Laga Indonesia kontra Malaysia dalam kualifikasi Piala Dunia 2022. (Foto: PSSI)

JAKARTA, Kate.id – Pil pahit harus ditelan Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia. Menjadi tuan rumah dalam laga perdana kualifikasi Grup G Piala Dunia 2022, Tim Garuda justru dipermalukan lawannya, tim negeri jiran Malaysia.

Di luar dugaan, Harimau Malaya, julukan timnas Malaysia, sukses mempecundangi Indonesia dengan skor 3-2 di hadapan suporternya sendiri di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Dua gol Indonesia dicetak Alberto ‘Beto’ Goncalves pada menit 12 dan 38. sementara gol Malaysia dicetak Mohamadou Sumareh menit 36 dan 96 serta Syafiq Ahmad pada menit ke-66.

JALANNYA PERTANDINGAN

Pada babak pertama Indonesia langsung bermain terbuka dan menekan pertahanan Malaysia. Mengandalkan kecepatan Andik Vermansyah dan Saddil Ramdani, Indonesia mampu menciptakan tiga peluang pada lima menit awal. Dua pemain itu menjadi pelayan bagi Alberto Goncalves yang pergerakannya merepotkan pertahanan Malaysia sehingga sering dibayangi oleh dua bek sekaligus untuk membatasi pergerakan Beto.

Dua belas menit babak pertama berjalan, Beto membawa Indonesia unggul melalui gol cepatnya. Pemain naturalisasi itu sukses mengonversi gol atas umpan matang dari Saddil Ramdani. Gol ini membuat para pemain Malaysia langsung memeragakan permainan menekan, bahkan langsung menerapkan pressing tinggi sejak berada di garis pertahanan Indonesia. Hasilnya terbukti pada menit ke-36, pemain naturalisasi Malaysia, Mohamadou Sumareh, menyamakan kedudukan 1-1.

Dua menit usai gol, Beto kembali membawa unggul melalui sepakan keras di luar kotak penalti, skor 2-1 untuk keunggulan Indonesia yang bertahan hingga babak pertama selesai.

Pada babak kedua, kedua tim saling menyerang satu sama lain. Indonesia bahkan hampir menambah keunggulan melalui Stefano Lilipaly, namun sayang sepakannya melebar. Malaysia yang tak ingin pulang dengan tangan hampa juga tampil lebih impresif. Memeragakan garis pertahanan tinggi sejak di area lawan, para pemain belakang Indonesia kewalahan.

Mendapat tekanan ketat ini juga membuat para pemain bertahan tuan rumah terlihat sering melakukan kesalahan di area pertahanan sendiri, bahkan sering salah dalam mengantisipasi umpan silang. Kesalahan demi kesalahan yang dilakukan pemain belakang Garuda harus dibayar kontan oleh Syafiq Ahmad yang menyarangkan bola ke gawang Andritany pada menit 66 sehingga skor berubah 2-2.

Pemain Indonesia, Alberto “Beto” Goncalves tengah menggiring bola dikejar para pemain Malaysia. (Foto: PSSI)

Beto yang pada babak pertama selalu merepotkan seolah tidak mendapat celah di babak kedua. Kondisi tersebut dipicu pergerakan Saddil dan Andik terkunci oleh para pemain Malaysia. Kehadiran Rizki Pellu juga tidak memberikan dampak signifikan. Bahkan Malaysia hampir mendominasi jalannya pertandingan. Peluang-peluang berbahaya selalu diciptakan para pemain depan Harimau Malaya. Sementara Indonesia hanya mengandalkan serangan balik cepat.

Malaysia justru membungkam pendukung tuan rumah dua menit jelang pertandingan berakhir ketika Mohamadou Sumareh membawa Malaysia unggul 3-2 yang bertahan hingga peluit panjang tanda pertandingan berakhir dibunyikan.

“Kekalahan ini sulit diterima. Saya tidak bisa berpura-pura karena memang kekalahan ini sangat menyakitkan,” kata Simon McMenemy setelah pertandingan, dikutip dari laman Bola. Simon mengaku timnya sebenarnya mampu tampil baik dan sesuai instruksi pada babak pertama. Namun, pada babak kedua pemain Timnas Indonesia kelelahan sehingga gagal mempertahankan keunggulan dan kalah.

“Pada babak pertama, Timnas Indonesia sudah bermain cukup bagus dan seusai game plan. Pada 20 menit babak kedua pemain terlihat capek. Hingga lima menit sebelum berakhirnya laga kami sebenarnya ingin menahan, namun sebuah umpan silang akhirnya bisa dimanfaatkan. Saya ucapkan selamat buat Malaysia, meskipun ini cukup sulit,” bebernya.

Simon McMenemy gagal membawa timnas menang atas Malaysia. (Foto: tempo.co)

Meski kecewa, tetapi Simon tak ingin menyalahkan para pemain. Dia tetap memberikan apresiasi karena sudah berjuang semaksimal mungkin sampai peluit panjang. “Pemain sudah memberikan semua yang mereka miliki. Mereka sudah berlari sampai mereka sudah tidak bisa berlari lagi. Ketika peluit panjang dibunyikan, banyak pemain langsung kolaps karena kelelahan,” ungkap Simon.

Sementara itu Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe memuji permainan anak asuhnya yang sukses menumbangkan Indonesia di kandangnya sendiri. Menurut pria 51 tahun itu, penampilan timnas Malaysia kali ini merupakan salah satu penampilan terbaik mereka. “Ini salah satu penampilan terbaik dari kami. Pada babak pertama, mereka (Timnas Indonesia) mampu memanfaatkan kelemahan kami. Namun, kami berhasil bangkit dan membalikkan keadaan,” kata Tan Cheng Hoe. “Saya harus mengucapkan selamat kepada pemain. Hasil ini menjadi awal yang baik untuk kami,” sambungnya.

Kekalahan ini membuat Timnas Indonesia terdampar di dasar klasemen sementara Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pada laga selanjutnya, Alberto Goncalves dkk. akan kedatangan tamu Thailand di SUGBK, Selasa (10/9/2019). Kekalahan dari Malaysia ini menjadi yang kedua dialami Timnas Indonesia bersama Simon McMenemy. Sebelumnya, Timnas Indonesia juga pernah kalah 1-4 dari Yordania pada laga uji coba Juni silam.

SUSUNAN PEMAIN

Indonesia: Andritany Ardhiyasa (kapten), Ricky Fajrin, Manahati Lestusen, Hansamu Yama, Yustinus Pae, Zulfiandi, Evan Dimas, Saddil Ramdani, Andik Vermansah, Stefano Lilipaly, Alberto Goncalves.

Malaysia: Mohd. Farizal Marlias-pg (kapten), Matthew Davies, Shahrul Mohd Saad, Adam Nor Azlin, Brendan Gan, Corbin Ong Lawrence, Muhamad Nor Azam, Norshahrul Idlan Talaha, Muhammad Safawi Rasid, Muhammad Hadin Azman, Muhammad Syafiq Ahmad.

DIWARNAI KERICUHAN, KIPER INDONESIA DIRUNDUNG

Laga Indonesia kontra Malaysia tersebut sempat dihentikan selama kurang lebih 10 menit di babak kedua karena ricuh. Kericuhan terjadi setelah beberapa oknum suporter Indonesia di tribun selatan dan barat turun ke lintasan lari stadion. Selain itu, oknum pendukung Indonesia juga melempari suporter Malaysia dengan botol minuman hingga bom asap. Akibat kejadian tersebut, seorang suporter Malaysia tampak terluka dan langsung dibawa oleh petugas medis untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sorak bernada mengejek dari kelompok suporter Indonesia memang terdengar nyaris sepanjang pertandingan, terutama dari mereka yang duduk di tribun persis di atas suporter Malaysia berada. Pelemparan kemasan minuman sesekali terjadi di babak pertama, tetapi tidak ada persoalan serius.

Keadaan memanas terjadi di paruh kedua ketika kedudukan sementara imbang 2-2. Suporter Indonesia turun hingga lintasan lari SUGBK, memaki-maki pendukung Malaysia hingga melempari mereka dengan kemasan minuman sampai bom asap. Melihat itu, aparat keamanan langsung memberikan perlindungan kepada suporter dari Negeri Jiran. Seorang suporter Indonesia juga terlihat ditangkap oleh petugas keamanan.

kiper timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa (Dok.istimewa)

Sementara itu di jagat dunia maya, kiper timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa, menjadi bulan-bulanan kekecewaan netizen. Lantaran penampilannya yang kurang memuaskan pada laga melawan Malaysia. Kapten timnas Indonesia itu dinilai sebagai pemain yang paling bertanggung jawab dari kekalahan timnas Indonesia. Netizen menyimpulkan kalau Andritany tak sigap dalam mengamankan gawang Indonesia. Ribuan komentar membanjiri unggahan terakhir Andritany di Instagram. Mayoritas komentar bernada negatif dan meminta Andritany untuk meningkatkan performa.

Andritany dianggap kurang antisipasi terhadap pergerakan para pemain Malaysia pada laga tersebut. Tantangan dan beban Andritany semakin berat karena ia baru ditunjuk untuk menjadi kapten. Bukan hanya Andritany, perundungan netizen juga dialamatkan pada Rizky Pellu yang masuk pada awal babak kedua untuk menggantikan Zulfiandi. Namun, Rizky Pellu dinilai tidak bisa menjaga soliditas di lini tengah pada babak kedua. (*)

Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top