NASIONAL

Iuran BPJS Naik, Seratusan Juta Warga Tetap Ditanggung Negara

Ilustrasi BPJS Kesehatan (Dok. Istimewa)

JAKARTA, Kate.id – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap rencana pemerintah menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sebab, kenaikan itu bukan untuk warga miskin Penerima Bantuan Iuran (PBI), tetapi untuk peserta Mandiri.

“Untuk PBI, rakyat yang ditanggung oleh negara itu tetap kita tanggung,” kata Puan usai menerima penganugerahan kehormatan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), di Gedung Lemhanas, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Ia menjelaskan, pemerintah tetap menanggung sekira 98,8 juta dan yang golongan lainnya hampir 120 juta warga miskin untuk peserta BPJS PBI. Menurutnya, rencana kenaikan iuran hanya diberlakukan bagi peserta mandiri, yaitu dari segmen Pekerja Penerima Upah pemerintah dan swasta, Pekerja Bukan Penerima Upah, dan peserta Bukan Pekerja.

Puan juga menyampaikan, bahwa peserta mandiri yang iuran kepesertaannya tidak ditanggung oleh negara bisa memilih kepesertaan berdasarkan kelas, yakni kelas I, kelas II, dan kelas III yang besar iurannya berbeda-beda. “Jadi peserta mandiri bisa memilih ikut kelas I, kelas II, atau kelas III,” tegas Puan.

Mengenai kapan kepastian kenaikan iuran BPJS Kesehatan itu diberlakukan, Puan mengemukakan, masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) mengenai hal tersebut.“Kita tunggu Perpresnya. Kalau Perpresnya sudah ditandatangani semua harus kita lakukan,” jelas Puan.

Namun, ia mengakui, pemerintah berencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan diterapkan mulai 1 Januari 2020. Hal ini dimaksudkan sekaligus untuk memberikan waktu kepada pihak terkait JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) – KIS (Kartu Indonesia Sehat) memperbaiki berbagai hal.

Diketahui, sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, iuran bulanan BPJS Kesehatan untuk peserta kelas III akan naik dari Rp 22.500,00 menjadi Rp 42.000,00; peserta kelas II naik dari Rp52 ribu menjadi Rp 110 ribu; dan peserta kelas I naik dari Rp81 ribu menjadi Rp 160 ribu. Kenaikan tersebut mencapai duakali lipat atau 110 persen. Alasannya, untuk menutupi defisit BPJS kesehatan. (*)

Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top