HUKUM & KRIMINAL

Nyabu di Mobil Dinas, Oknum ASN Kutai Kartanegara Diciduk Polisi

Jajaran Polres Kutai Kartanegara berhasil mengamankan dua oknum PNS Kutai Kartanegara karena kasus narkotika (Dok. Humas Polres Kukar)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Oknum aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) kedapatan mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu di mobil dinas. Kasus tersebut berhasil diungkap jajaran Satuan Reskoba Polres Kukar, pada Senin (2/9/2019).

Kedua pelaku yang diciduk petugas yaitu oknum ASN berinisial AM (47), pejabat eselon III yang bertugas di Dinas Sosial, Pemkab Kukar berikut stafnya berinisial HT (37).

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kasat Reskoba Polres Kukar Iptu Romi menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula ketika polisi mendapat informasi dari warga terkait adanya aktivitas penggunaan narkoba di Jalan KH Akhmad Muksin, Kecamatan Tenggarong, Kukar, pada 2 September lalu.

Kala itu, sekira pukul 16.50 Wita, petugas mencurigai pengendara mobil Toyota Cayla berwarna orange dengan nomor polisi KT 1490 OA yang melintas dari arah Samarinda. Kecurigaan itu terbukti lantaran saat digeledah, polisi menemukan sabu seberat 0.6 gram yang berada di kantung pintu sebelah kanan mobil dan sebuah satu poket sabu di kantong baju HT.

Dari pengakuannya, HT ternyata mendapatkan barang haram tersebut dari atasannya AM. “Tersangka HT ini mendapat barang haram tersebut dari tersangka AM yang merupakan atasannya di kantor,” terang Romi.

Kedua pelaku, AM dan HT berhasil diamankan oleh petugas. (Dok. Humas Polres Kukar)

Dari hasil pengembangan, berdasarkan petunjuk dari tersangka HT, petugas berhasil mengamankan AM di kediamannya di Jalan Ahmad Yani, Tenggarong, Kukar. Setelah dilakukan penggeledahan di kediaman AM akhirnya ditemukan bong, satu sendok takar dan pipet kaca yang masih berisikan sisa sabu.

Barang tersebut dibeli di Samarinda secara urunan setelah melaksanakan tugas kedinasan di Kecamatan Muara Jawa. Keduanya juga sempat menuju salah satu mal di Samarinda untuk membagi sabu tersebut. Diketahui, keduanya kembali melanjutkan perjalanan ke Tenggarong dan sempat mengonsumsi sabu bersama-sama di kawasan kopi pangku. Tersangka mengonsumsi sabu di dalam mobil dinasnya.

Kepada polisi, tersangka AM mengaku terbiasa mengonsumsi sabu-sabu untuk meringankan sakit asam urat yang dideritanya. Ia pun mengakui terakhir kali mengonsumsi sabu-sabu pada dua bulan lalu. “Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 junto pasal 112 ayat 2 Undang-Undang nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di hingga tujuh tahun penjara,” ungkap Romi.

Barang bukti yang berhasil diamankan. (Dok. Humas Polres Kukar)

Barang bukti yang berhasil diamankan dari HT yakni dua poket shabu dengan berat kotor 0,64 gram, satu unit ponsel, satu lembar resi transaksi Tunai ATM dan satu unit Mobil Toyota Cayla warna orange. Sedangkan dari tangan tersangka AM berhasil diamankan satu pipet kaca ada sisa shabu, satu buah bong dari botol plastik, satu sendok takar dari sedotan plastik, satu buah tusuk gigi, satu buah sedotan plastik, dan satu buah kantong kain warna biru.

Akibat perbuatannya itu, pelaku juga terancam dipecat dari jabatannya sebagai ASN. Berdasarkan Undang-Undang 5/2015 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah nomor 53/2010, kedua PNS tersebut terancam akan diberhentikan jika divonis lebih dari dua tahun. Ini dibenarkan oleh Sekretaris Daerah Pemkab Kukar, Sunggono.

“Kami menyayangkan kejadian ini. Yang jelas kami tidak akan memberi toleransi bagi pegawai ASN yang melanggar hukum, apalagi narkoba. Kami menyerahkan penegakan hukum sepenuhnya kepada aparat,” tandasnya. (*)

Editor:Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top