EKONOMI & BISNIS

BPS Sebut Perkembangan Harga di Ibu Kota Baru Terkendali

JAKARTA, Kate.id – Badan Pusat StatistiK (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) di rencana Ibu Kota baru, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Agustus 2019 terkendali. Terdapat dua indikator kota perkembangan harga yang dicatat oleh BPS, yakni Samarinda dan Balikpapan. Kedua kota ini adalah penyangga lokasi Ibu Kota baru, yang telah ditunjuk pemerintah pusat yakni di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pada Agustus 2019 terjadi deflasi sebesar 0,19 persen di Kaltim. Angka tersebut, dari inflasi di Samarinda pada Agustus 2019 ini tercatat sebesar 0,07 persen dan deflasi sebesar 0,52 persen di Balikpapan. IHK ibu kota Provinsi Kaltim itu sebesar 140,25.

“Pada Agustus ini inflasi Samarinda 0,07 persen, rendah. Sementara di Balikpapan justru mengalami deflasi sebesar 0,52 persen,” ujar Suhariyanto kepada wartawan dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Senin (2/9/2019).

Dikutip dari data BPS Kaltim, pada Agustus 2019 terjadi deflasi sebesar 0,19 persen dengan tingkat inflasi tahun kalender sebesar 1,69 persen dan tingkat Inflasi tahun ke tahun sebesar 1,74 persen. Deflasi di Kaltim dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok transportasi dan komunikasi  yang mengalami deflasi sebesar 1,24 persen serta kelompok bahan makanan sebesar 0,37 persen.

Sementara itu lima kelompok lainnya mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,32 persen, kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga dengan inflasi sebesar 0,24 persen. Diikuti oleh kelompok sandang sebesar 0,23 persen diikuti kelompok kesehatan sebesar 0,16 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,03 persen.

Secara nasional, dari 82 kota yang dipantau pergerakan harga pada Agustus 2019, tercatat inflasi sebesar 0,12 persen month to month (mtm). Dengan rincian, sebanyak  44  kota mengalami inflasi dan 38 kota lainnya mengalami   deflasi. 

Inflasi  tertinggi terjadi di Kota Kudus  sebesar  0,82 persen dan terendah terjadi di Kota Tasikmalaya sebesar 0,04 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 2,10 persen dan terendah di Kota Palopo sebesar -0,02 persen. Adapun inflasi tahun kalender 2019 tercatat sebesar 2,48 persen year to date (ytd) dan inflasi tahun ke tahun Agustus 2019 sebesar 3,49 persen year on year (yoy). 

“Dari 82 kota IHK (Indeks Harga Konsumen), sebesar 44 kota mengalami inflasi. Sementara, sebanyak 38 kota mengalami deflasi,” ungkap Suhariyanto.

Sementara komponen inti pada Agustus 2019 mengalami infasi sebesar 0,43 persen. Tingkat infasi komponen inti tahun kalender (Januari-Agustus) 2019 sebesar 2,32 persen dan tingkat infasi komponen inti tahun ke tahun (Agustus 2019 terhadap Agustus 2018) sebesar 3,30 persen. (*)

Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top