NASIONAL

Tabrakan Beruntun 21 Kendaraan di Tol Cipularang Tewaskan 8 Orang

Petugas tengah mengevakuasi korban kecelakaan tabrakan beruntun di tol Cipularang, Senin (2/9/2019). (Foto: Ibnu Chazar/Antara)

PURWAKARTA, Kate.id – Tragedi transportasi kembali terjadi di Jalan Tol Cipularang, Senin (2/9/2019) siang. Sebanyak 21 kendaraan trlibat dalam kecelakaan beruntun yang menewaskan delapan orang. Informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut terjadi di kilometer 91 arah Jakarta yang secara administratif berada di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar).

“Sesuai dengan identifikasi, ada delapan orang yang meninggal akibat kecelakaan itu,” kata Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius melalui Perwira Urusan Humas Polres setempat, Ipda Tini Yutini sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dari delapan korban yang meninggal dunia, ada yang meninggal akibat mengalami luka bakar dan ada juga yang meninggal di tempat kejadian. Selain korban meninggal, ada pula puluhan korban lainnya yang mengalami luka-luka. Data yang dihimpun, Rumah Sakit Thamrin Purwakarta menangani tujuh korban meninggal dunia serta 24 korban luka. Kemudian Rumah Sakit Siloam Purwakarta menangani satu korban meninggal dan RSUD Bayu Asih Purwakarta menangani empat korban luka-luka.

Peristiwa kecelakaan beruntun itu sendiri melibatkan 21 unit kendaraan. Di antaranya kendaraan sejumlah truk, kendaraan pribadi dan bus. Beberapa kendaraan terbakar dalam peristiwa itu. “Ada empat kendaraan yang hangus terbakar, yakni tiga kendaraan pribadi dan satu kendaraan dump truk,” jelasnya.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, menduga penyebab utama kecelakaan tersebut lantaran adanya dump truk pengangkut tanah yang terguling. Sehingga memicu terjadinya kecelakaan beruntun.

“Yang pertama saya lihat adalah ujung paling depannya yang mana. Itu awalnya pasti, ujung paling depan. Karena yang belakangnya pasti mengikuti, ternyata ada dump truck berisi tanah yang melintang di tengah jalan,” ungkap Rudy.

Dia menyatakan, saat ini sedang dilakukan penyelidikan penyebab kecelakaan yang pasti dengan menggunakan teknologi. Namun begitu, dirinya meyakini dari melihat tempat kejadian perkara (TKP), penyebab kecelakaan yang pertama kali adalah tergulingnya mobil itu di depan sehingga terjadi tabrakan beruntun.

“Karena itu (jalannya) di turunan, kecepatannya pasti tinggi semua. Dan di tengah-tengah di antara dump truck sama mobil-mobil lainnya, ada dump truck juga. berarti itulah yang menyebabkan dump truck itu yang mendorong mobil-mobil itu sampai terdorong keluar dan terbakar,” bebernya.

Petugas mengevakuasi sejumlah kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tabrakan beruntun di tol Cipularang, Senin (2/9/2019). (Foto: Ibnu Chazar/Antara)

TKP DISELIMUTI TANAH, MACET HINGGA 9 KM

TKP kecelakaan maut di Jalan Tol Cipularang diselimuti tanah akibat dua truk pengangkut tanah terlibat insiden di kilometer 91 tol tersebut. Dua truk tersebut mengalami kerusakan dan tersungkur ke tepian jalan tol. Hingga kini petugas jasa marga serta polisi tengah melakukan evakuasi terhadap dua truk tersebut.

“Tanah (yang menyelimuti jalan) ini dari dua truk,” kata General Manajer PT Jasa Marga, AJ Dwi Winarsa di lokasi kejadian.

Untuk membantu membersihkan jalan, pihaknya mengerahkan sedikitnya dua alat berat ekskavator serta enam mobil derek yang juga membantu evakuasi kendaraan lain. “Sekitar 20 petugas dikerahkan untuk pembersihan dan kami turunkan tiga mobil tangki air,” urainya.

Pembersihan tersebut dilakukan setelah seluruh korban jiwa maupun korban luka telah dievakuasi. Dengan proses pembersihan itu, pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas contra flow ke arah Jakarta di sekitar lokasi kejadian. Dengan demikian, kendaraan yang mengarah ke Jakarta mengalami antrean panjang hingga kurang lebih 7 kilometer.

Arus lalu lintas di Jalan Tol Cipularang dari arah Bandung menuju Jakarta sempat macet sepanjang 8-9 kilometer selama proses evakuasi. Pantauan di lapangan, kemacetan di Jalan Tol Cipularang arah Jakarta itu terjadi sejak siang hingga malam hari. Bahkan ekor kendaraan yang terkena macet hingga kilometer 98-99. Para pengendara dari arah Bandung menuju Jakarta hanya bisa mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan 0-20 kilometer per jam.

Sejak memasuki kilometer 99, arus lalu lintas sudah tersendat. Kendaraan hanya bisa dipacu dengan kecepatan 0-20 kilometer per jam dan seringkali terhenti. “Sudah hampir lebih dari dua jam terjebak macet ini,” kata Edo, seorang pengemudi dari Majalengka yang akan ke Banten.

Dia mengaku sudah terjebak macet sejak Senin sore sekitar pukul 18.00 WIB. Hingga malam ini sekitar pukul 21.00 WIB masih terjebak macet di Jalan Tol Cipularang arah Jakarta antara Kilometer 99-91. Selepas Kilometer 91, arus lalu lintas arah Jakarta kembali normal dan pengendara bisa memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

KERAP TERJADI KECELAKAAN

Adanya turunan dan cekungan di kilometer 91 Tol Cipularang menjadi faktor yang menyulitkan pengendara mengendalikan laju kendaraan dan bisa berakibat kecelakaan. Hal ini dijelaskan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Budi Setiyadi.

“Secara geometrik kondisi jalanan di Tol Cipularang KM 91 arah Jakarta ada turunan dan cekungan, jadi banyak pengendara yang sulit mengendalikan laju kendaraan,” ujar Budi, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Sejumlah kendaraan yang terlibat dalam tabrakan beruntun di Tol Cipularang, Senin (2/9/2019). (Foto: Antara/Ibnu Chazar)

Untuk itu pihaknya menurunkan personel untuk mengidentifikasi lokasi kecelakaan, terutama terkait kondisi jalan dan rambu lalu lintas. Hasil dari identifikasi awal itu akan ditindaklanjuti dengan kajian agar kejadian kecelakaan maut itu tidak terjadi lagi. Apalagi mengingat banyak kecelakaan yang terjadi di ruas tol tersebut.

Menurut catatan, daerah di ruas tol Cipularang yang rawan kecelakaan adalah sepanjang kilometer 90 sampai dengan kilometer 100. Pada sepanjang 10 kilometer tersebut, arus dari arah Jakarta mengalami tanjakan panjang dan arus sebaliknya mengalami turunan panjang. Di dalam 10 kilometer itu, setiap tanjakan panjang dan curam biasanya terdapat penambahan lajur untuk truk dan bus yang berjalan lambat.

Jalan Tol Cikampek – Purwakarta – Padalarang (disingkat Cipularang) adalah jalan tol yang melintasi Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Bandung Barat. Jalan tol yang membentang dari Cikampek – Purwakarta sampai Padalarang ini selesai dibangun pada akhir April 2005. Pembangunannya dibagi dua tahap yaitu, Cikampek-Sadang (dibuka pada 1 Agustus 2003) dan Padalarang-Cikamuning (dibuka pada 21 September 2003) (17,5 km), dan Sadang-Cikamuning (dibuka pada 26 April 2005) (41 km).

Tol ini berada di pegunungan sehingga jalannya naik-turun dan juga mempunyai banyak jembatan yang panjang dan tinggi. Di sepanjang Tol Cipularang tersebut, terdapat enam jembatan dengan panjang bervariasi, yaitu Jembatan Ciujung sepanjang 500 meter (KM 95), Jembatan Ciujung sepanjang 500 meter (KM 95), Jembatan Cisomang 252 meter (KM 101), Jembatan Cikubang 520 meter (KM 110), Jembatan Cipada 720 meter 112 (KM), dan Jembatan Cimeta 400 meter (KM 117).

Melalui tol ini, jarak Jakarta-Bandung hanya membutuhkan waktu 1 jam 30 menit (jika tidak macet) dan dihitung dari Cawang. Sejak dioperasikan pada 26 April 2005, jalan di tol Cipularang telah dua kali amblas yaitu di KM 91,6 wilayah Pasir Honje, Purwakarta yang terjadi 28 November 2005. Selanjutnya amblas di KM 96,8 dari arah Jakarta menuju Bandung, tepatnya di Kampung Lebak Ater, Kecamatan Darangdan, Purwakarta.Kedalaman longsor bervariasi antara 15 centimeter hingga 1 meter, sepangang 800 meter.

Seringnya terjadi kecelakaan maut dan memakan korban jiwa, bahkan Tol Cipularang ini mengilhami sejumlah sineas untuk memproduksi film bergenre horor, seperti Film KM 97 yang pada 21 Maret 2013. Selanjutnya, Film Tumbal 97 yang diproduksi pada September 2014, merupakan film yang didasarkan pada peristiwa kecelakaan maut yang merenggut Virginia Anggraeni istri dari artis Saipul Jamil menginspirasi film tersebut. Film KM 97 dibintangi Febby Febiola, Restu Sinaga, August Melasz, dan Garri Iskak dengan penulis skenario Hilman. Sedangkan Tumbal 97 oleh komedian sekaligus presenter Ruben Onsu. (*)

Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top