HUKUM & KRIMINAL

Peredaran Narkoba di Pasar Meresahkan, Kapolda Kaltim: Kalau Perlu Gambar DPO Dicetak Besar-Besar

Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto (tengah) berbincang dengan warga terkait peredaran narkoba di pasar. (Foto: Humas Pemkot Samarinda)

SAMARINDA, Kate.id – Peredaran narkoba sudah semakin meresahkan masyarakat. Bahkan sudah masuk ke dalam pasar-pasar tradisional. Hal ini sangat disayangkan Kapolda Kaltim, Irjen Pol Priyo Widyanto. Menurutnya, berbagai cara pencegahan harus dilakukan. Bahkan kalau perlu gambar tersangka pengedar narkoba yang masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dicetak besar-besar.

“Kalau perlu gambar DPO narkoba dicetak besar–besar. Biar semua orang tahu. Karena mereka sudah terlalu nyaman cari uang dan korbannya masyarakat Indonesia,” kata Priyo dalam peresmian Posko Terpadu Segiri Bersinar (Bersih dari Narkoba) di Samarinda, Rabu (28/8/2019).

Setelah melalui koordinasi dan kerja sama yang panjang, akhirnya posko yang berlokasi di area Pasar Segiri, Samarinda itu diresmikan. Peresmiannya dilakukan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang didampingi Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Widi Prasetijono, Kepala BNN Provinsi Kaltim Brigjen Pol Raja Haryono, Kapolresta Samarinda Kombespol Vendra Riviyanto, Dandim 0901/Samarinda Kolonel Kav Tomi Kaloko Utomo.

Kapolda Kaltim dalam arahannya ingin bersama–sama membersihkan Pasar Segiri dari peredaran narkoba. Menurut dia, seharusnya pasar itu untuk menjual komoditas kebutuhan pokok. Tetapi di Samarinda malah dijadikan tempat penjualan narkoba. Bahkan infonya mulai tahun 2008 yang artinya transaksi haram itu sudah berlangsung selama sebelas tahun.

“Kalau tiap hari ada yang transaksi narkoba berarti sudah berapa anak bangsa yang terjerumus pada barang terlarang tersebut. Narkoba itu sendiri menyasar tidak hanya pada umur tertentu saja, semuanya bisa terjerumus,” sebut Priyo.

Dipaparkannya, Pasar Segiri yang menjadi pilot project posko terpadu lantaran peredarannya di pasar tersebut sudah sangat meresahkan. Para DPO narkoba ini terkenal sangat licin dengan sistem memantau aparat pakai CCTV ataupun membuang barang bukti ke sungai. Kata Priyo, peredaran narkoba di pasar tersebut tak kunjung tuntas dihentikan. Sehingga mau tidak mau harus segera diputus mata rantainya, salah satunya dengan pembuatan posko terpadu ini.

“Sebelas tahun ini kita sudah melaksanakan kegiatan penindakan bersifat sektoral, nasional. Mulai dari Polres menangkap, Polda menangkap, BNN menangkap. Sudah banyak masyarakat mengeluh. Tentang ini saya sudah sampaikan kepada Kapolres dan Alhamdulillah Pak Wali Kota Samarinda merespon, sehingga hari ini kita bisa resmikan Posko Segiri Bersinar. Pemkot Samarinda sudah siap mendukung anggarannya, kegiatan ini akan dilaksanakan secara koordinasi,” jelasnya.

Jenderal bintang dua ini menyatakan, pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat hukum. Melainkan juga membutuhkan peran serta dari masyarakat. Karenanya dia berpesan kepada masyarakat Pasar Segiri untuk aktif memberikan informasi apabila ditemukan peredaran barang haram tersebut.

“Jangan apatis, kalau diam saja lama-lama bisa tertular narkoba. Kalau tahu ada transaksi laporkan, jangan takut. Kita punya anggaran yang didukung Pemkot Samarinda. Kita juga punya aparat kenapa mesti takut. Mereka paling cuma segelintir saja. Kita akan buktikan bahwa Pasar Segiri bisa bersih dari narkoba dan harus bisa. Bersihkan CCTV punya para jaringan narkoba. Bukan kita yang diawasi oleh mereka, tapi kita yang awasi mereka,” tegas Priyo.

Lebih lanjut Priyo berpesan, apabila ada oknum-oknum aparat yang terlibat, juga mesti ditindak. Untuk itu dia menitipkan amanah kepada Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Tinggi, bila ditemukan aparat yang terlibat narkoba agar dapat dihukum berat. Agar dana besar yang dikeluarkan Pemkot Samarinda untuk pemberantasan narkoba tidak menjadi sia-sia. Apalagi menurut data yang dimilikinya, peredaran narkoba mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.

“Saya juga menyampaikan kepada Kajari, Ketua PN, untuk menghukum lebih berat bagi para pengguna narkoba ini terutama pengedarnya. Untuk SOP tembak di tempat jelas ada karena kalau membahayakan petugas dan masyarakat di lapangan,” tandasnya.

Menurut laporan Kapolresta Samarinda beberapa tahun terakhir ini, aktivitas peredaran narkoba khususnya di kawasan Pasar Segiri sangat meningkat. Oleh sebab itu, semua yang tergabung dalam posko ini perlu kerja secara sistematis, sehingga bisa memotong pasokan-pasokan narkoba. Pihak-pihak yang nantinya tergabung dalam tim ini akan terus sosialisasi terhadap bahaya narkoba. Sedangkan piket menjaga posko selama 24 jam berasal dari Polres, Kodim 0901/Samarinda, Satpol PP dan BNN.

WALI KOTA TEGASKAN PERLU KOMITMEN BERSAMA

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menandatangani peresmian Posko Terpadu Segiri, Rabu (28/8/2019). (Foto: Humas Pemkot Samarinda)

Wali kota Samarinda, Syaharie Jaang menyatakan, kegiatan pemberantasan narkoba ini memerlukan komitmen bersama. Dalam hal ini, pemkot telah menjalin kerja sama yang sudah dicanangkan beberapa bulan lalu bersama Gubernur, Pangdam, Kapolda, dan Danrem. Menurut dia, kerja sama ini harus dikawal dengan sebaik-baiknya.

“Posko ini akan dijaga 24 jam yang terdiri dari Satpol PP dan perangkat BNN. Untuk anggaran lima bulan ini akan dialokasikan dari dana APBD-Perubahan, dan untuk tahun depan akan dimasukkan dalam APBD Murni,” ujar Jaang.

Disebutkan, kemungkinan besar masyarakat di Samarinda sudah tahu sekian lama Pasar Segiri ini menjadi tempat beredarnya narkoba. Bahkan informasinya malah sejak 2008. Untuk itu, setelah diresmikannya kegiatan ini, akan berlanjut terus dan diharapkan menjadi percontohan agar tidak terjadi di daerah lainnya.

“Oleh sebab itu seluruh camat dan lurah kami kumpulkan di Pasar Segiri semua. Sehingga diharapkan para bandar ini tidak migrasi ke tempat lainnya. Kita harus bersama-sama membersihkan peredaran narkoba,” tegasnya.

Memang, sebut Jaang, jalur peredaran narkoba di Kaltim banyak dipasok dari jalur Kaltara yang perbatasan langsung dengan negara tetangga. Namun sekali lagi, dia mengimbau masyarakat untuk tidak takut melaporkan bila ada kegiatan transaksi narkoba. Jaang sendiri pun tidak main-main terhadap masalah narkoba yang terjadi di Pemkot. Bila ada pejabat atau staf Pemkot Samarinda yang terlibat narkoba, dia mempersilakan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku

“Sudah banyak contohnya (kasus narkoba). Kalau kita tidak memerangi bersama mau jadi apa negara ini. Bila narkoba merajalela disintegrasi bangsa akan terjadi. Kalau umpama oknum aparat TNI atau Polri kita kena narkoba seperti apa jadinya. Bagaimana bisa menjaga keamanan dan mengayomi negara,” ujarnya.

“Bagaimana pula bila intelektual kita yang berada di kampus kalau kena narkoba, akan habis generasi muda kita yang unggul dan produktif. Bagaimana kalau sampai kali kota juga pejabat stafnya (terkena) narkoba. Naudzubillah. Eksekutif, Legislatifnya (memakai) narkoba, bagaimana memperjuangkan aspirasi kebaikan dari masyarakatnya,” pungkas Jaang. (*)

Writer: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top