HUKUM & KRIMINAL

Polri Luncurkan Smart SIM Multiguna, Berlaku Mulai September Ini

Polisi menunjukkan kartu Smart SIM (Surat Izin Mengemudi) di Gedung Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) dan gerai SIM di Kabupaten Bekasi, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (22/8/2019). (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

JAKARTA, Kate.id – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan meluncurkan Smart SIM (Surat Izin Mengemudi). Kepala Korlantas Polri Irjen Refdi Andri mengatakan, Smart SIM sebagai kartu multiguna. Bukan hanya identitas SIM, kartu ini juga berfungsi sebagai kartu uang elektronik misalnya untuk bayar e-tol. Bahkan Smart SIM dirancang juga bisa untuk membayar denda tilang. Direncanakn Smart SIM aktif pada 22 September 2019 mendatang.

“Kalau dia melakukan pelanggaran bisa melakukan pembayaran berapa dendanya di sana (Smart SIM). Kemudian kalau dia belanja Indomart, tol juga, naik kereta juga, itu juga bukan kewajiban. Itu hak pemilik SIM, kalau dianggap perlu, silakan diaktivasi,” jelas Refdi Andri di Jakarta, Selasa (27/8/19).

Dia juga menjelaskan, nantinya Smart SIM bakal bisa diisi dengan saldo maksimal Rp 2 juta. Polri, sebut Refdi, sudah bekerja sama dengan Bank Indonesia dan beberapa bank lainnya seperti BNI, BRI, dan Mandiri untuk uang elektronik Smart SIM. Tak hanya itu, pembuatan sistem Smart SIM ini sudah terkoneksi dengan sistem di data kependudukan di Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Termasuk data identitas forensik kepolisian dan pelanggaran lalu lintas pengendara juga tercatat dengan baik di kartu Smart SIM ini.

“Semua data pelanggaran yang dilakukan pengemudi, oleh pemegang SIM akan tercatat elektronik. Apa pelanggaran ringan, sedang, berat, atau pernah mengalami kecelakaan lalu lintas, dan lain-lain semua terdata elektronik,” ungkapnya. “Dengan sistem ini juga ada manfaatnya, kita bisa melakukan evaluasi secara lebih baik tentang prilaku pengemudi,” tambah Refdi.

Meski demikian, Polri tak memaksakan langsung pemilik SIM beralih menggunakan Smart SIM. Maryarakat tak perlu buru-buru mengganti kartunya dengan yang baru. Pemilik SIM dapat mengganti dengan Smart SIM saat nanti melakukan perpanjangan. Biaya perpanjangan SIM pun tetap sama dengan yang sebelumnya, meski memiliki fungsi yang lebih banyak.

“Smart SIM ini tidak ada satu orang pun yang dirugikan baik secara sistem mekanisme prosedur persyaratan. Demikian juga saran dan biaya yang dikeluarkan,” terang Refdi.

Nantinya di Smart SIM terdapat data identitas, golongan darah, jenis kelamin. Nomor identitas kartu tersebut juga akan berlaku seumur hidup, tapi kartu itu tetap ada masa berlakunya. “Jadi saat melakukan peningkatan itu SIM meningkat, kartu diganti tapi nomor tetap sama,” tutupnya. (*)

Writer: Ahmad Hidayat, Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top