METROPOLIS

Kaltim Jadi Ibu Kota Negara, Gubernur Kalsel Minta Perkeretaapian Dibangun

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor (peci hitam). (Foto: Pemkab HSU)

BANJARMASIN, Kate.id – Dipilihnya Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai ibu kota baru negara menggantikan Jakarta mendapat tanggapan positif dari Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor. Dia berharap pemerintah mempercepat pembangunan angkutan massal kereta api untuk mendukung provinsi tersebut sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia (RI).

“Alhamdulilah, saya mendapatkan informasi, bahwa pemerintah pusat sudah menunjuk ibu kota baru Negara RI yaitu Kaltim. Bagi kami, Kalimantan adalah satu kesatuan. Sehingga ditunjuknya Kaltim sebagai ibu kota baru, bagi kami rakyat Kalimantan tetap bersyukur,” ungkap Sahbirin, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Menurut dia, dipilihnya Kaltim menjadi ibu kota bakal turut berdampak pada pembangunan di Kalsel. Lantaran lokasi Kaltim dan Kalsel saling berdekatan. Sehingga imbas pembangunan di Kaltim juga bakal sampai ke Kalsel. Pun demikian, Sahbirin menyebut, dipindahnya ibu kota ke Kaltim, bukan hanya menguntungkan Kaltim dan Kalsel. Melainkan turut menguntungkan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya yakin, keputusan pemindahan ibu kota akan menguntungkan bagi semua, dan bakal membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia ke depannya,” sebutnya.

Untuk itu, lanjut Sahbiri, keberadaan Kaltim sebagai ibu kota patut didukung dengan fasilitas transportasi. Dalam hal ini konektivitas transportasi massal antarprovinsi di Kalimantan terutama kereta api sangat penting untuk segera direalisasikan. Hal ini bertujuan mendukung pertumbuhan dan percepatan pembangunan daerah. “Konektivitas angkutan massal kereta api harus cepat direalisasikan,” tegas Sahbirin.

Menurut Sahbirin, sudah lama masyarakat Kalimantan membutuhkan transportasi massal yang dapat menghubungkan seluruh wilayah di Kalimantan. Apalagi, akan ada 1,5 juta ASN dan keluarganya yang akan pindah ke ibu kota baru. Hal ini akan menambah kepadatan wilayah ibu kota dan sekitarnya, termasuk wilayah Kalsel dan provinsi lainnya di Kalimantan.

“Itu yang penting, karena memang kita butuh transportasi massal yang namanya kereta api yang bisa menghubungkan seluruh wilayah Kalimantan,” terangnya.

Sebelumnya disampaikan, pemerintah melakukan percepatan pembangunan trase kereta api dengan menuntaskan proses pembebasan lahan. Hal tersebut sesuai hasil kesepakatan antara Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota dan Pemprov Kalsel. Beberapa kesepakatan lain untuk mempercepat pembangunan trase KA antara lain membuat rekomendasi terkait kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di masing-masing daerah.

Jalur kereta api yang akan dibangun dimulai dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menuju Kabupaten Tabalong melintasi sejumlah kabupaten/kota. Masing -masing Kabupaten Banjar meliputi Martapura dan Simpang Empat Pengaron, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah dan Tabalong. (*)

Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top