METROPOLIS

Tiga Jemaah Haji Asal Kalteng Wafat, Dimakamkan di Tanah Suci

ilustrasi haji.

PALANGKA RAYA, Kate.id – Tiga jemaah haji asal Kalimantan Tengah (Kalteng) wafat saat melaksanakan ibadah haji di tanah suci di 2019 ini. Dua jemaah berasal dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) atas nama Darmawi Antar Taip (77) dan Tadjudinnoor Salmin Muhdar (77), sementara seorang lagi dari Kabupaten Barito Utara atas nama Sahrum Tatai Sidik (73). Ketiganya dimakamkan di Sharaye.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri mengungkapkan, ketiga jemaah yang wafat ini sudah mendapatkan asuransi penyelenggaraan haji. Hal itu ia jelaskan usai rapat evaluasi dan koordinasi kedatangan dan pemulangan jemaah haji di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (22/8/2019).

Selain itu, pihaknya juga menerima informasi bahwa sejumlah jemaah haji asal Kalteng mengalami sakit. Juga adanya jemaah yang tersesat saat berada di tanah suci hingga mengalami kecopetan. “Kejadian-kejadian seperti itu memang sering kali terjadi saat pelaksanaan ibadah haji. Khususnya bagi jemaah yang masuk kategori lanjut usia, kebanyakan dari mereka tidak hafal lokasi makanya tersesat,” jelas Fahrizal.

Namun begitu, di sana telah ada ada petugas yang disebar oleh pemerintah Indonesia untuk menangani berbagai masalah. Salah satunya kasus jemaah yang tersesat. Jemaah asal Indonesia bisa dikenali dengan adanya gelang identitas dan saat ditemukan akan diantar ke tempatnya masing-masing.

Sedangkan kasus kecopetan, menurutnya itu kembali kepada kehati-hatian bersama. Khususnya para jemaah yang sedang menjalankan ibadah di tanah suci. Sebab di tengah keramaian atau banyaknya manusia yang berkumpul, tentu masalah tersebut memang berpeluang terjadi.

“Pada saat ibadah umrah pun kasus kecopetan bisa terjadi, seperti yang pernah dialami oleh adik saya. Jadi semua ini sebagai pengingat bagi kita semua, saat melaksanakan ibadah hendaknya membawa uang dan perhiasan secukupnya saja,” terangnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Kalteng Masrawan mengatakan, untuk tiga orang jemaah yang wafat di Arab Saudi saat menjalankan ibadah haji, mereka langsung dimakamkan di sana. Selanjutnya, terkait kasus kecopetan hal itu dianggap wajar. Sebab dalam kondisi tersebut banyak orang berkumpul dalam satu tempat, sehingga tidak perlu dipermasalahkan dan bisa lebih berhati-hati ke depannya.

“Kemudian mengenai kedatangan jemaah haji asal Kalteng melalui Banjarmasin, telah kami rapatkan. Pemprov bersama masing-masing panitia dari daerah telah siap menyambutnya,” sebut Masrawan. (*)

Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top