POLITIK

Jokowi Diminta Angkat Orang Dayak Jadi Menteri

Gadis Dayak tengah memeragakan tarian tradisional Dayak. Masyarakat Dayak meminta Jokowi mengangkat orang Dayak menjadi menteri dalam kabinet yang baru. (Foto: Humas YABN)

JAKARTA, Kate.id – Masyarakat Dayak se-Kalimantan mengusulkan agar Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dapat menempatkan perwakilan suku itu sebagai menteri pada kabinet di pemerintahan periode 2019-2024. Sebagaimana diungkapkan Sekretaris Jenderal Forum Intelektual Dayak Nasional (FIDN), Jacobus Kumis, pada Seminar Nasional Rakernas I FIDN, di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

“Kami sudah mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pemilu 2019. Saat ini, Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin sudah terpilih menjadi presiden dan wakil presiden,” ujar Jacobus dikutip dari Kantor Berita Antara.

Menurutnya pada saat kampanye pemilu presiden, masyarakat Suku Dayak sudah berikrar dan berkomitmen memberikan dukungannya kepada pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin. “Masyarakat Dayak yang juga bagian dari bangsa Indonesia, juga ingin diperhatikan. Kalau kami sudah memperhatikan dan mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, tidak ada salahnya kalau saat ini minta diperhatikan oleh Pak Jokowi,” sebutnya.

Dijelaskan Jacobus, FIDN akan memfasilitasi perwakilan Suku Dayak untuk menghadap Presiden Jokowi. Untuk mengusulkan agar ada wakilnya menjadi menteri di kabinet. “Kami memiliki banyak putra daerah terbaik, antara lain, rektor, kepala daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan cendekiawan. Tolong angkat harkat dan martabat Suku Dayak,” pinta Jacobus.

Permintaan ini menurutnya perlu dilakukan. Lantaran bila pihaknya tidak meminta, maka Jokowi belum tentu tahu apa aspirasi Suku Dayak. “Saya optimistis Pak Jokowi memiliki hati nurani. Kalau kami meminta maka Pak Jokowi akan memberi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Jacobus juga menjelaskan, potensi Suku Dayak besar dan tersebar di seluruh Pulau Kalimantan. Baik di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara. Jacobus menegaskan, masyarakat Dayak terdiri dari 405 suku yang terhimpun dalam tujuh rumpun dayak yang tersebar di seluruh Kalimantan. “Masyarakat dayak meskipun berbeda-beda adat dan agama, tapi bersatu sebagai bangsa Indonesia,” beber Jacobus.

Dia juga menegaskan, pihaknya siap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari upaya-upaya pihak tertentu yang ingin mengubah Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Jacobus juga mengingatkan para intelektual Suku Dayak untuk beraktivitas dan berkontribusi pada pembangunan nasional. “Suku Dayak harus aktif dalam pembangunan, jangan hanya diam saja,” tegasnya. (*)

Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top