HUKUM & KRIMINAL

Suami Bejat, Istri Dipaksa Bersetubuh Puluhan Kali dengan Pria Lain karena Belum Hamil

ilustrasi

PENAJAM PASER UTARA, Kate.id – Malang nian nasib WD (29) ibu rumah tangga warga Kelurahan Jelebora, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim). Dia dipaksa melayani pria yang bukan muhrimnya sebanyak puluhan kali.

Yang membuat miris, suaminya sendiri, WW (36) yang memaksanya melakukan perbuatan terlarang tersebut. Seolah belum cukup, WW ikut menyaksikan ketika WD berhubungan badan dengan RR, pria yang merupakan teman mancing suaminya sendiri.

Entah setan apa yang merasuki pikiran WW. Kejahatan seksual itu bermula ketika WW dan RR tengah memancing bersama di laut sekira Desember 2018. WW yang sehari-harinya bekerja di salah satu perusahaan pengelolaan kayu lapis tersebut berbagi cerita dengan RR perihal kehidupan rumah tangga. Ujung-ujungnya, membahas persoalan pribadi.

Kepada RR, WW curhat tentang pernikahannya dengan WD yang selama sembilan tahun lamanya belum juga dikaruniai buah hati. Lantas RR bercerita tentang berbagai posisi hubungan badan.

Tak dinyana, muncul tawaran nakal dari WW yang mempersilakan RR untuk menggauli WD. Tawarannya tersebut diamini RR, walaupun pada awalnya pria itu tak langsung bereaksi.

WW kemudian terus berusaha agar RR melaksanakan permintaannya. Caranya dengan menghubungi RR melalui pesan singkat dengan nada menggoda, menggunakan ponsel milik WD. Sehingga seolah-olah sang istrinyalah yang menggoda RR.

Setelah bertemu di tempat kerjanya, WW mengingatkan soal pesan singkat tersebut kepada RR. Di Bulan Desember 2018, WW pun berjalan menuju rumah karyawan perusahaan bersama RR.

“Istri saya menolak, bahkan menangis karena tidak mau berhubungan badan, namun saya bentak-bentak”, kata pelaku WW, Kamis (15/8/2019), dikutip dari laman PojokSatu.

Namun korban akhirnya tak berdaya setelah diancam akan dibunuh oleh suaminya sendiri apabila menolak bersetubuh dengan RR. Selain itu, WW mengancam akan mengamuk ke rumah ibu kandung istrinya. Apalagi, pada saat itu, ibu kandung korban sedang sakit parah.

Alhasil, sejak saat itu WD menjadi budak seks RR dan WW. Bukan hanya itu, WD juga dipaksa bersebadan dengan pria lain, berinisial AD. Tercatat sudah 30 kali WW melakukan hubungan terlarang itu dengan RR, dan satu kali dengan AD, semuanya dilakukan di depan mata sang suami yang menikahinya sembilan tahun lalu, WW.

Rabu (14/8/2019), kasus tersebut akhirnya dilaporkan ke Polsek Penajam. Korban melaporkan tiga orang. Yakni suaminya WW, RR dan AD. Alhasil WW ditangkap dan dijadikan tersangka karena diduga telah membuat tindakan tidak senonoh terhadap istri yang dinikahinya secara sah, WD (29), dengan beralasan sang istri tak mampu memberikannya anak.

Selain WW, polisi juga membekuk AD. Sementara RR sampai saat ini belum diketahui keberadaanya. Informasinya sedang pulang kampung ke Sulawesi Selatan. WW ditetapkan sebagai tersangka sementara AD dilepas karena dianggap belum kuat unsur tindak pidananya. Dilepasnya AD ini menimbulkan pertanyaan di pihak keluarga korban.

“Kami datang ke Polsek Penajam untuk mempertanyakan, kenapa AD dilepas sebelum berkoodinasi dengan keluarga korban. Kalau memang seperti itu, kami selaku keluarga korban bisa juga bebas berbuat apapun terhadap AD,” tutur salah seorang kerabat korban.

Menjawab hal tersebut, Kapolsek Penajam Iptu Muhlis mengatakan, AD belum ditetapkan sebagai tersangka karena belum memenuhi unsur dan masih berstatus saksi. Meski demikian, AD tetap diwajibkan melapor dua kali sepekan dan dalam pengawasan kepolisian.

“Kami juga sampaikan kepada pihak keluarga terkait dengan AD,” ujar Muhlis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka WW menyuruh istrinya berhubungan dengan dua laki-laki lain di depan matanya kurang lebih 30 kali selama Desember 2018 sampai Agustus 2019. Muhlis mengungkapkan, puluhan kali aksi menyimpang tersebut terjadi dengan RR. Sementara AA hanya satu kali.

“Pengakuan korban sudah 30 kali,” ungkapnya.

Kapolsek menegaskan, sang suami, WW, telah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di sel tahanan Mapolsek Penajam. WW dijerat pasal 47 Jo pasal 8 huruf (b) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (*)

Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top