HUKUM & KRIMINAL

Unjuk Rasa di Cianjur Ricuh, Polisi Dibakar Oknum Mahasiswa

Rekaman Ipda Erwin jatuh terkapar di jalan dengan tubuh terselubung api.

Kate.id – Unjuk rasa di kantor DPRD dan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat pada Kamis (15/8/2019) memakan korban. Setidaknya empat orang anggota kepolisian mengalami luka bakar serius akibat dilempar bensin oleh oknum mahasiswa yang terlibat dalam aksi unjuk rasa di depan Pendopo Pemkab Cianjur tersebut.

Dilansir dari Liputan6.com, aksi brutal terjadi lantaran para demonstran merasa kecewa kerena tidak bisa bertemu dengan jajaran pemerintah dan anggota dewan Kabupaten Cianjur. Aksi demo ini dilakukan oleh berbagai elemen ormas. Elemen ormas yang bergabung dalam Kelompok Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus, menggelar aksi di Kantor Pemda Kabupaten Cianjur. Tujuan demonstrasi adalah menemui unsur pimpinan Pemerintah Kabupaten dan DPRD Cianjur untuk beraudiensi.

Permasalahan yang diangkat para pendemo adalah soal penegakan kebenaran dan keadilan, penyediaan lapangan kerja, dan masalah pendidikan di Kabupaten Cianjur. Awalnya aksi unjuk rasa berjalan tertib. Namun sekira pukul 13.00 WIB sejumlah demonstran melakukan penutupan jalan menuju kantor Pemkab Cianjur dan membakar ban di sekitar lokasi. Akibatnya, arus lalu lintas sempat terhambat dan mengalami penumpukan kendaraan.

Melihat massa melakukan pembakaran ban, Aiptu (sekarang Ipda) Erwin dan rekan polisi lainnya berusaha melakukan pengamanan dengan berusaha memadamkan api. Namun di tengah upayanya itu, sejumlah anggota demonstran melempar sesuatu diduga bensin ke tubuh Erwin. Tak elak hal itu membuat tubuhnya terbakar dan langsung berlari kepanasan.

Menyadari rekannya terbakar, Bripda Yudi Muslim dan Bripda F.A Simbolon anggota Sabhara Polres Cianjur dan Bripda Anif Endaryanto Pratama membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Mereka pun turut mengalami luka bakar meski tak separah Erwin yang menderita luka bakar hingga 80 persen.

Atas peristiwa ini, sebanyak 31 orang peserta unjuk rasa ditangkap di Polres Cianjur. Adapun 31 peserta yang telah diamankan berasal beberapa elemen  ormas seperti GMNI, PMII, HMI, Himmat, IMM, DPP. Dari pemeriksaan yang dilakukan, seorang mahasiswa berinisial RS (19) ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan pembakaran polisi ini. RS merupakan salah satu pengunjuk rasa perwakilan dari Universitas Surya Kencana sekaligus kader GMNI. Penetapan tersangka itu dilakukan berdasarkan pemeriksaan saksi dan alat bukti berupa rekaman video.

“Satu oknum mahasiswa dari elemen GMNI Cipayung Plus atas nama RS jadi tersangka. Sejauh ini proses hukum terhadap yang bersangkutan terus dilakukan, kemungkinan tersangka bertambah,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jumat (16/8/2019).

Truno menjelaskan, RS ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan pelemparan bahan bakar kepada kerumunan mahasiswa, hingga menyebabkan polisi mengalami luka bakar. “Yang bersangkutan diduga melemparkan bahan bakar ke kerumunan massa,” ucap dia.

RS dijerat Pasal di KUH Pidana yakni Pasal 170 dan atau 351, Pasal 160 dan atau Pasal 212 dan atau Pasal 213 KUH Pidana. Ancaman pidananya maksimal di atas 5 tahun.

KELUARGA TERSANGKA PEMBAKAR MINTA MAAF

Aksi RS, oknum mahasiswa yang membakar polisi membuat keluarganya terkejut. Keluarga RS mengaku baru mengetahui RS sebagai tersangka pada Jumat (16/8/2019) petang. Sebelumnya, kabar penangkapan RS diketahui keluarga dari media sosial dan aplikasi pesan singkat di WhatsApp grup keluarga.

“Saya awalnya tidak tahu anak saya ditangkap, baru tahu dari kabar-kabar saudara katanya anak saya tersangka. Saya langsung syok mendapat informasi itu,” kata Enung Sumiati (49), ibunda RS, di Desa Nagrak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikutip dari Detik.com.

Atas nama keluarga, Enung menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat di Indonesia atas kejadian tersebut. “Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak terutama keluarga korban. Kami menyadari dia (RS) memang bersalah,” tutur Enung didampingi Yana Nurjaman (43), paman RS .

Selama ini, Enung mengungkapkan bahwa putra bungsunya itu dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Enung baru mengetahui RS gabung organisasi kemahasiswaan setelah adanya peristiwa tersebut. “Anak saya itu di rumah pendiam. Warga sini tahu semua karakternya bagaimana, dia memang sering kumpul-kumpul dengan teman-temannya. Saya pikir aktivitas perkuliahan biasa. Tahu-tahu dia aktif di organisasi setelah kejadian ini saja,” ungkapnya.

Saat ini, Enung menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian. Namun ia berharap hukuman yang akan diterima putranya diringankan. “Harapan saya hukuman seringan-ringannya, anak saya juga jangan disiksa,” sebut Enung.

Awalnya keluarga berencana menyambangi kediaman keluarga polisi yang terbakar akibat pelemparan minyak putranya. Namun niat itu ditunda lantaran situasinya dianggap masih belum memungkinkan. Enung sendiri mengaku masih syok dengan kelakukan anaknya tersebut.

Yana Nurjaman, paman RS, menegaskan kembali permintaan maaf pihaknya berkaitan insiden empat polisi terbakat. “Kami menyerahkan semua prosesnya kepada penyidik. Kami pihak keluarga meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian itu. Kami meyakini apa yang dilakukan oleh RS adalah sesuatu yang tak direncanakan,” tutur Yana.

Yana berharap penyidik menjelaskan soal asal usul cairan minyak yang dilemparkan ponakannya itu saat ikut demonstrasi. “Darimana dia mendapatkan bensin itu, belinya dari mana. Karena saya sampaikan, perangai anak ini enggak aneh-aneh, tidak ada istilah bengal, dia ini cenderung pendiam,” urainya.

Pelajar bernama Muhamad Ridwan Suryana (18), pelajar SMK Pasundan I Cianjur menolong Aiptu Erwin terbakar dan tergeletak di trotoar. (Foto: istimewa) 

BERI MINUM POLISI YANG TERBAKAR, BOCAH SMK VIRAL

Di balik peristiwa pembakaran polisi tersebut, seorang Pelajar SMK bernama Ridwan Suryana (18) menjadi yang viral. Lantaran aksi heroiknya membantu memberikan minum kepada Erwin, anggota polisi yang terbakar dan terkapar akibat ulah oknum mahasiswa.

Foto-foto Ridwan yang merupakan siswa SMK Pasundan Cianjur menolong anggota polisi yang dibakar dalam unjuk rasa di Cianjur menjadi viral. Dalam foto-foto yang beredar, terlihat Ridwan memberi minum anggota polisi Cianjur yang dibakar. Keberadaannya di lokasi unjuk rasa itu sendiri karena ia tengah menjalani magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) di salah satu kantor di lingkungan Pendopo Bupati Cianjur.

Siswa kelas XII jurusan Akuntansi itu menuturkan, saat itu dia sedang istirahat makan siang dan melihat ada aksi unjuk rasa di halaman Pendopo. “Saya dengar ada demo di depan, saya penasaran lalu ke sana untuk melihat, tiba-tiba pada ribut suasananya jadi kacau,” tutur Ridwan dikutip dari Tribunnews.com.

Dalam situasi kacau seperti itu, ia mengaku melihat seseorang yang belakangan diketahui seorang anggota polisi bernama Aiptu (sekarang Ipda) Erwin Yudha berlari dalam kondisi terbakar. Sejumlah orang coba memadamkan api yang menyelimuti tubuh anggota Bhabinkamtibmas itu dengan air dari gelas-gelas air mineral seadanya.

Usai padam, korban sempat tergeletak sendirian di tepi trotoar. Saat itulah, Ridwan berlari untuk menghampirinya. “Awalnya saya tidak berani mendekat karena situasinya kacau. Tapi saya beranikan diri karena lihat Bapak itu kasihan mengerang kesakitan,” kata dia. “Saya cari-cari air nemu dari gelas Aqua saya minumkan ke bapak polisi itu sambil coba menenangkannya,” sambung Ridwan.

Saat menemani korban, Ridwan pun coba berteriak-teriak meminta bantuan orang-orang sekitar, beberapa angggota polisi dan Satpol PP kemudian datang menghampiri. “Mereka lalu nyetop angkot untuk membawanya ke rumah sakit. Saat itu kondisinya setengah tak sadarkan diri, saya ikut menggotong ke dalam angkot,” katanya.

Foto dirinya yang sedang menolong korban pun kini tersebar luas di laman Facebook dan Instagram dengan dibanjiri komentar pujian. Ia tidak menyangka jika tindakannya itu kemudian viral. “Saya tidak punya maksud apa-apa, saat itu saya spontanitas saja ingin menolongnya karena kasihan melihatnya sendirian mengerang kesakitan,” tandasnya. (*)

Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top