POLITIK

Legislator Kukar Disumpah, Abdul Rasyid Jadi Ketua Sementara

Anggota DPRD Kukar periode 2019-2024 mencari kursinya masing-masing setelah disumpah.

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2019-2024 digelar Rabu (14/8/2019). Bertempat di ruang sidang utama kantor Sekretariat DPRD Kukar, sebanyak 45 orang wakil rakyat mendapat mandat mewakili rakyat Kukar selama lima tahun ke depan .

Dari 45 anggota DPRD Kukar tersebut, sebanyak 13 kursi merupakan milik Partai Golkar. Sementara Partai PDI Perjuangan dan Gerindra masing-masing memperoleh tujuh kursi. Untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN), masing-masing memiliki memperoleh lima kursi. Namun, berdasarkan ketetapan KPU Kukar, PKB menjadi partai peraih suara keempat terbanyak, sehingga mendapat jatah kursi unsur pimpinan.

Berdasarkan perolehan data statistik anggota DPRD Kukar periode 2019-2024 yang dihimpun Kate.id, legislator perempuan tahun ini mengalami peningkatan menjadi tujuh orang. Sedangkan terdapat tiga partai yang sebelumnya absen memperoleh kursi di DPRD Kukar, namun tahun ini mendapatkan kursi legislatif. Yaitu PKB, Perindo dan Nasdem. Sebanyak 10 partai tercatat menjadi pemilik kursi di legislatif Kukar.

Sementara itu, terdapat 23 anggota wajah baru. Serta 17 legislator lainnya merupakan wajah lama. Sedangkan lima lainnya merupakan legislator yang sempat pindah partai, dan akhirnya mengundurkan diri dari keanggotaan di DPRD Kukar.

Untuk peraih suara terbanyak yaitu Rendi Solihin dengan perolehan 8.852 suara. Besarnya suara tersebut bisa menyumbang tiga kursi di DPRD Kukar. Putra daerah asal pesisir Kukar itu pun berhasil mendongkrak suara Golkar, yang jumlah kursinya terjun bebas. Periode lalu, Golkar memperoleh 19 kursi.

Abdul Rasyid, legisator dari Partai Golkar pun didaulat menjadi Ketua DPRD Kukar sementara. Semestinya, Rasyid didampingi satu wakil ketua DPRD Kukar sementara. Hanya saja, perolehan kursi PDI-Perjuangan dan Gerindra yang sama akhirnya diputuskan agar pembahasan wakil ketua akan dirundingkan antara kedua partai tersebut.

Kosongnya wakil ketua sementara tersebut, rupanya tak bisa diterima sebagian anggota DPRD Kukar dari PDI-Perjuangan Ahmad Yani. Ia menjadi legislator pertama yang menyampakan interupsi di awal periode. Ia meminta agar Abdul Rasyid mempertimbangkan pembahasan wakil ketua DPRD Kukar sementara yang merupakan jatah PDI-Perjuangan dan Gerindra. “Mestinya harus ada wakil. Tidak boleh Ketua sementara itu hanya sendiri saja. Tinggal, anggota DPRD dari PDI-Perjuangan dan Gerindra mestinya berunding sebentar,” ujar Yani.

Pernyataan yang disampaikan Yani itu didukung legislator PDI-Perjuangan lainnya yaitu Abdul Rachman serta legislator Gerindra Jumarin Tripada. Interupsi yang disampaikan ketiga legislator ini pun sempat mendapat sorakan dari para undangan. Ada juga yang menggerutu atas interupsi yang disampaikan tersebut.

Belakangan, anggota legislator dari PAN Supriyadi menyampaikan pendapat jika pembahasan wakil ketua tersebut dilakukan dalam pertemuan selanjutnya. Hal ini kata dia, untuk menghargai tamu undangan yang hadir. “Kita hargai dahulu tamu dan undangan yang hadir. Kasihan mereka. Karena nanti ada juga forumnya,” ujar Supriadi. Abdul Rasyid pun akhirnya mengetuk palu, lalu menutup sidang paripurna tersebut.

Sekretaris DPRD Kukar, Muhammad Ridha Darmawan.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kukar Muhammad Ridha Darmawan menyebut, jika setelah ini masing-masing anggota DPRD Kukar akan membahas pembentukan fraksi. Selanjutnya, barulah ditentukan pemilihan alat kelengkapan dewan (AKD). Dengan demikian, unsur pimpinan di DPRD Kukar pun baru terlihat setelah itu.

Disinggung fasilitas serta sarana milik daerah yang dipinjamkan kepada anggota DPRD Kukar, Ridha memastikan jika sudah diselesaikan masing-masing anggota DPRD Kukar. “Kalau untuk mobil, hanya unsur pimpinan yang dipinjamkan. Itupun sudah dikembalikan,” ucap Ridha. (*)

NAMA-NAMA ANGGOTA DPRD KUKAR 2019-2024

Partai Golkar

1.Abdul Rasyid, SE, M.Si
2.Dayang Marisa Ardani
3.Muhammad Andi Faisal
4.Kamarur Zaman
5.Herry Asdar, SE, MM
6.H Rendi Solihin
7.Akhmad Zais HRH
8.Farida, S.Sos
9.Hamdan
10.Johansyah, SE, M.Si
11.Heirendra, SE
12.H Azhar Nuryadi AMd
13.Hj Miftahul Jannah SE, M.Si

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

1.Ir Yusmardani
2.Didik Agung Eko Wahono
3.Sugeng Hariadi
4.Baharuddin, SE
5.H Abdul Rachman, SH
6.H Ahmad Yani, ST, SE, M.Si
7.Betaria Magdalena, SIP, M.Si

Partai Gerindra

1.Alif Turiadi, SE
2.Ria Handayani
3.Agustinus Sudarsono, A.Md
4.Ma’ruf Sarjuni, S.Pd
5.Jumarin Tripada, SH
6.Junaidi

7. Sopan Sopian, S.Pd

Partai Kebangkitan Bangsa

1.Siswo Cahyono, SE
2.Khoirul Mashuri
3.Suyono
4.Hamdiah Z
5.Sarpin

Partai Amanat Nasional

1.Aini Faridah
2.Syaripuddin, S.Sos
3.Fachruddin, SE
4.Supriyadi, SPdI, MPd
5.Mutoyib

Partai Keadilan Sejahtera

1. Firnadi Ikhsan, S.Pi
2. H Saparuddin Pabonglean, S.Ag, M.Pd
3. H Burhanuddin

Partai Nasdem

1.Sabir
2. H Doni Ikhwani

Partai Hanura

Abdul Wahab Aried

Partai Persatuan Pembangunan

H Ahmad Zulfiansyah

Partai Perindo

Eko Wulandanu, SH

Comments

BERITA TERBARU

To Top