METROPOLIS

Tingkatkan PAD, Gubernur Lakukan MoU dengan Kepala Daerah Se-Kaltim

Gubernur Kaltim Isran Noor bersama seluruh kepala daerah dan instanti terkait usai penandatanganan MoU e-Samsat Pegadaian di Samarinda. (Foto: humas pemprov kaltim)

SAMARINDA, Kate.id – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor meminta seluruh pihak melakukan inovasi dalam peningkatan pendapatan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat Rapar Kerja (Raker) Optimalisasi Pendapatan Daerah berdasarkan Geospasial serta penandatanganan MoU Gubernur dan Bupati/Walikota untuk E-Samsat Pegadaian, di Ballroom Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Selasa (13/8/2019).

“Optimalisasi pendapatan daerah sangat penting. Terobosan dan inovasi yang telah dilakukan Pemprov melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) harus terus dilakukan,” kata Isran Noor.

Menurutnya, MoU perpajakan merupakan langkah tepat daerah untuk mengatasi permasalahan- permasalahan dalam penerimaan pendapatan daerah. “Kalau hal ini tidak dilakukan, maka kita akan terus mengalami keterlambatan dalam pembangunan dibanding daerah-daerah lain yang sudah maju dan berkembang pesat,” ucapnya.

Isran mengatakan banyak hal lain yang perlu dilakukan dalam upaya optimalisasi pendapatan daerah. Di mana sumber daya alam Kaltim belum banyak memberikan kontribusinya. Seperti batu bara, crude palm oil (CPO) kelapa sawit maupun perkayuan masih belum memberikan kontribusi.

“Kerja sama lintas instansi dan lembaga harus dilakukan agar sektor-sektor yang belum memberikan kontribusi, pada akhirnya ada partisipasi nyata dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara Kepala Bapenda Kaltim Ismiati mengatakan, Raker dilatarbelakangi keinginan Pemprov meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dalam mendukung pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Terlebih dengan mencermati APBD Kaltim setiap tahun mengalami peningkatan. Meskipun setiap tahun terjadi peningkatan, namun kondisi APBD dipandang belum optimal bila sandingkan dengan PDRB Kaltim.

Menurutnya, terlihat ketidakseimbangan antara produk wilayah dengan penerimaan daerah. “Sesuai tugas pokok kami (Bapenda) untuk berupaya meningkatkan pendapatan daerah. Salah satunya melakukan kerja sama dengan Pusat Kajian Pengembangan Penataan Ruang Unmul tentang kajian peningkatan pendapatan daerah berdasarkan geospasial,” kata Ismiati.

Ditambahkannya penandatanganan MoU antara gubernur dan bupati/wali kota untuk e-Samsat Pegadaian merupakan inovasi baru dan yang pertama di Indonesia. “Diharapkan masyarakat mempunyai alternatif melakukan pembayaran pajak, selain di PT Pos Indonesia, perbankan maupun Indomaret,” tandas Ismiati. (*)

Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top