METROPOLIS

Dapat Bankeu Puluhan Miliar dari Provinsi, Pemkab Kukar Diminta Koordinasi

Anggota DPRD Kaltim dapil Kutai Kartanegara, Baharuddin Demmu.

SAMARINDA, Kate.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mendapat kucuran tambahan bantuan keuangan (bankeu) provinsi di APBD perubahan 2019 Kaltim sebesar Rp 58,3 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 item pekerjaan akan direalisasikan.

Anggota DPRD Kaltim daerah pemilihan (dapil) Kukar, Baharuddin Demmu, menyebut, bankeu tersebut dapat meringankan beban APBD Kukar. Sebab, kata dia, seluruh kegiatan merupakan aspirasi dari masyarakat melalui pemkab. Mayoritas berkaitan pada sektor pembangunan infrastruktur.

“Ini merupakan komitmen legislatif dalam pembahasan APBD Perubahan 2019 lalu. Melalui KUA-PPAS yang telah ditetapkan, akhirnya ditetapkan alokasi bankeu sebesar Rp 58.350.000.000,00 untuk Kukar,” ucap politikus PAN ini. 

Dari dokumen yang diterima Kate.id, kucuran yang paling besar pada kegiatan pemeliharaan Jalan Muara Badak – Marangkayu sebesar Rp 10 miliar. Selain itu, pemeliharaan Jalan Kutai Lama – Handil Terusan di Kecamatan Anggana.

Demmu berharap apa yang diprogramkan tersebut dapat dilaksaakan sebagaimana mestinya. Ia mengakui, memang jumlah tersebut masih kurang jika melihat aspirasi dan kondisi infrastruktur Kabupaten Kukar. Ke depan, agar bankeu untuk Kukar dapat lebih maksimal dan tepat sasaran, Demmu meminta Pemkab Kukar membangun koordinasi terkait pembangunan di Kukar.

“Ada sebanyak 24 item kegiatan dari Bankeu APBD-Perubahan Kaltim 2019 untuk Kukar. Ini merupakan wujud perhatian kami untuk rakyat. Melihat sejumlah aspirasi dari masyarakat. Khususnya untuk pelayanan kebutuhan dasar seperti kontruksi jalan dan kesehatan,” terangnya.

Soal pemeliharaan jalan provinsi Muara Badak dan Marangkayu yang mendapat kucuran paling besar, menurutnya jalan tersebut dianggap penting. Lantaran menjadi salah satu jalur utama menuju lokasi tempat wisata di pesisir Kukar.

“Kami berharap jalan-jalan provinsi di Marangkayu-Muara Badak ini bisa layak semua. Sehingga tidak ada lagi keluhan rakyat kepada kami. Juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Baik dalam sektor pertanian maupun pariwisata,” tambah Demmu.

Tak hanya bankeu untuk infrastruktur jalan, kata Demmu, fasilitas kesehatan pun mendapat perhatian. Misalnya saja, pengadaan alat kesehatan kedokteran bedah RSUD AM Parikesit Kukar, dialokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar. “Jadi ada juga anggaran pengadaan alat kesehatan yang kami setujui alokasi anggarannya,” jelasnya.  

Pada APBD Kaltim murni 2019, Bankeu provinsi untuk Kukar dialokasikan sebesar Rp 92,3 miliar. Selain itu, Pemkab Kukar mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 409,5 miliar. Rinciannya antara lain DAK fisik sebesar Rp 127,7 miliar dan DAK non fisik sebesar Rp 281,7 miliar. Sedangkan DAK fisik juga terbagi dua jenis. Masing-Masing DAK regular Rp 107,9 miliar dan DAK penugasan Rp 19,8 miliar.

Writer: Ahmad Hidayat, Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top