NASIONAL

Cari Ikan di Berau, Belasan WNA Terdampar di Sebatik

Satgas Pamtas Yonif Raider 613/Rja Pos Tanjung Aru mengamankan WNA yang terdampar di Sebatik Timur. (Foto: Penrem ASN 091 untuk Kate.id)

Kate.id – Pada Kamis (21/03/2019), telah diamankan 1 unit speedboat dan 1 unit kapal kayu yang bermuatan 14 orang warga negara asing (WNA) asal Malaysia. Mereka adalah Suku Bajau Filipina yang terdampar di perairan wilayah Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Ke-14 WNA tersebut lantas diamankan oleh Anggota Satgas Pamtas Yonif Raider 613/Rja Pos Tanjung Aru berdasarkan laporan dari masyarakat. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata kapal tersebut mengalami kerusakan baling-baling saat memasuki perairan wilayah Indonesia.

Informasi awal tentang adanya kapal tersebut bermula dari laporan seorang warga atas nama Johan. Warga tersebut mengaku melihat sebuah speedboat dan kapal kayu tradisional terdampar di sekitar perairan wilayah Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur. Kemudian ia berinisiatif untuk melaporkan hal tersebut kepada anggota Pos Tanjung Aru Satgas Pamtas Yonif Raider 613/Rja.

Mendapatkan informasi tersebut, selanjutnya Danpos Tanjung Aru, Letda Inf Anak Agung AP beserta anggota pos lainnya mendatangi lokasi yang dilaporkan oleh masyarakat. Untuk kemudian melakukan pemeriksaan awal dan mengevakuasi kapal serta speedboat tersebut menuju ke dermaga di dekat Pos Tanjung Aru Satgas Pamtas Yonif Raider 613/Rja.

Sekira pukul 07.00 Wita setelah dilakukan pemeriksaan terhadap muatan isi kapal kayu dan speedboat tersebut, ditemukan 14 orang WNA asal Malaysia, Suku Bajau Filipina yang terdiri 8 orang laki–laki dengan rincian lima orang dewasa dan tiga anak–anak, serta 6 orang perempuan yang terdiri tiga orang dewasa dan tiga anak-anak.

Para WNA yang mengalami gangguan kesehatan segera mendapat penanganan dari puskesmas setempat. (Foto: Penrem 091/ASN untuk Kate.id)

Dari pemeriksaan yang dilakukan, diketahui ternyata beberapa anak diketahui sedang dalam kondisi sakit. Salah satu di antaranya masih berusia satu bulan. Melihat kondisi tersebut anggota Pos Tanjung Aru berupaya untuk memberikan pertolongan dengan melakukan pengobatan serta berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Sebatik Timur.

Para WNA tersebut tidak dilengkapi dengan identitas diri dan dokumen keimigrasian dan hanya satu orang saja yang dapat berbahasa Indonesia. Selanjutnya ke-14 orang WNA tersebut diamankan menuju Pos Tanjung Aru Satgas Pamtas Yonif Raider 613/Rja untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh tim gabungan keamanan dan instansi terkait terungkap bahwa tujuan para WNA tersebut memasuki wilayah perairan Indonesia adalah dalam rangka untuk mencari ikan di perairan wilayah Kabupaten Berau, Kaltara. Namun karena kapal mereka mengalami kerusakan sehingga mereka terdampar di perairan wilayah Desa Tanjung Aru, Sebatik Timur.

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Rja, Letkol Inf Fardin Wardhana melalui Dan SSK I, Kapten Inf Roy Satrya Pasaribu mengungkapkan, saat ini para WNA tersebut telah diserahkan kepada pihak Kantor Imigrasi. Untuk dilakukan proses deportasi atau pemulangan kembali karena mereka masuk wilayah Indonesia tanpa dilengkapi dokumen resmi keimigrasian. 

Kapten Inf Roy juga menambahkan bahwa hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya barang-barang ilegal/terlarang di kapal tersebut. “Kami akan terus bekerja sama dan meningkatkan sinergitas antar instansi dan aparat keamanan lainnya khususnya di wilayah Sebatik dalam upaya mencegah kegiatan ilegal demi menjaga kedaulatan wilayah NKRI,” beber Roy. (*)

Writer: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top