INTERNASIONAL

Timpuk Senator Rasis, “Bocah Telur” Panen Pujian

Will Connolly dijuluki “EggBoy” karena keberaniannya menimpuk kepala senator Australia dengan telur. (foto: Sky)

Kate.id – Di balik tragedi Christchurch, nama Will Connolly melejit viral di media sosial. Hal ini setelah remaja Australia asal Victoria tersebut menimpuk kepala Senator Australia, Fraser Anning dengan telur. Aksinya tersebut merupakan bentuk kekesalan lantaran Fraser menyalahkan Muslim atas teror di Selandia Baru.

Will Connolly menjadi viral setelah menimpuk telur ke kepala Senator Queensland Fraser Anning, saat wawancara dalam acara partai konservatif nasional Australia di Melbourne, pada Sabtu (16/3/2019) senja. Dia sempat ditahan namun dibebaskan tanpa tuntutan. Pada Minggu pagi, remaja itu mengunggah video memperingatkan jangan main-main dengan politisi.

“Jangan menimpuk politisi dengan telur, kalian akan dijatuhkan oleh 30 orang di saat bersamaan, saya sudah mencobanya,” katanya sambil tertawa. Namun Connolly mengaku tidak menyesal melakukan itu.

Aksi Will Connolly yang terekam kamera. (Foto: ist)

Sejak videonya viral, akun media sosial remaja yang tinggal di wilayah elit pinggiran Melbourne di Hampton itu semakin diikuti banyak warganet. Instagram-nya sekarang diikuti 241 ribu pengguna dan feed Twitter-nya dibanjiri dengan penggemar yang memanggilnya “pahlawan” dan dengan julukan “Egg Boy” atau si Bocah Telur.

Terlihat dari foto yang beredar di media sosial, Connolly tampak seperti bocah biasa yang senang bergaul dan menyukai olahraga.

Tagar EggBoyHero sekarang menjadi salah satu tren di Twitter di seluruh dunia. “Terima kasih atas cinta dan dukunganmu,” tulisnya kepada penggemarnya. Halaman situs donasi GoFundMe juga telah dibuka untuk membayar biaya kasus hukumnya jika ia didugat dan untuk membeli lebih banyak telur.

Connolly disebut sudah punya rencana mengenai uang hasil pengumpulan dana di laman GoFundMe. “Menurut pengelola laman GoFundMe, Connolly mengatakan kepadanya lewat pesan singkat bahwa dia berencana mengirimkan mayoritas uang hasil penggalangan dana kepada korban serangan teror di Christchurch,” begitu dilansir RollingStone, Senin (18/3/ 2019).

Awalnya, dana itu dikumpulkan untuk membeli lebih banyak telur dan membantu Connolly membayar biaya legal jika berhadapan secara hukum dengan Senator Fraser Anning, yang memukulnya. Connoly dipukul Anning pada Sabtu karena menimpuk telur mentah ke kepala Anning, yang sedang melakukan jumpa pers.

Penimpukan telur yang dilakukan Will Connolly, hanya sehari setelah pernyataan Senator Australia Fraser Anning yang menyalahkan imigran Muslim atas teror di Selandia Baru. Anning justru menyalahkan imigrasi dan muslim fanatik pasca serangan teror di Selandia Baru, yang menewaskan 50 jemaah salat Jumat, dan melukai 48 orang lainnya, yang salat di masjid Al Noor dan masjid Linwood. 

Salah satu dukungan untuk Will Connolly. (Foto: Getty Images)

Atas aksinya itu, Connolly, 17 tahun, mendapat julukan bocah telur atau egg boy dalam bentuk tagar di Twitter. Awalnya, target pengumpulan dana sebanyak 4.000 dolar Australia. Namun, jumlahnya meningkat drastis menjadi sekitar 50 ribu dolar Australia atau sekitar Rp500 juta.

Connolly sempat ditangkap dan dipegang kuat-kuat oleh empat orang pendukung senator konservatif itu. Sejumlah wartawan di lokasi meminta pendukung Anning agar melepas Connolly karena khawatir akan keselamatannya. Polisi sempat menahan Connoly lalu membebaskannya tanpa tuntutan hukum.

Connoly sempat menggunggah video pendek di Twitter mengucapkan terima kasih atas dukungan publik. Dia juga mewanti-wanti jika ada yang mau menimpuk politikus pakai telur karena akan diserang oleh bogan, yang merupakan istilah slang Australia untuk ‘sampah masyarakat’.

Selama ini, Anning memang dikenal sebagai politikus yang gemar mengeluarkan pernyataan kontroversial dan rasis. Sebuah petisi online juga telah muncul mendesak Fraser Anning diberhentikan dari posisinya sebagai senator karena pernyataannya yang kontroversial itu. “Juga diinvestigasi oleh lembaga penegak hukum karena mendukung terorisme sayap kanan,” begitu pernyataan petisi online yang telah diteken oleh 1.2 juta penandatangan pasca teror di Selandia Baru. (*)

Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top