HUKUM & KRIMINAL

Oknum Caleg Pasaman Barat Tega Nodai Putrinya Sendiri

Ilustrasi pelecehan seksual

Kate.id – Pagar makan tanaman. Demikianlah ungkapan yang tepat menggambarkan kasus pencabulan yang dilakukan calon anggota legislatif (caleg) dari PKS berinisial AH. Pasalnya, caleg DPRD Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) itu mencabuli putri kandungnya sendiri.

Dikutip dari Antara, Polres Pasaman Barat menangkap AH di Pauh, Padang pada Ahad (17/3/2019). Dia sempat menjadi buronan karena berpindah-pindah tempat.

“Tersangka kami tangkap ketika sedang menunggu mobil di tepi jalan dekat Pauh, Padang. Setelah sebelumnya datang dari Jakarta menggunakan jalur darat,” kata AKP Afrides Roema selaku Kepala Satuan Reskrim Polres Pasaman Barat.

Dikatakan, AH sebelumnya melarikan diri dari Pasaman Barat ketika kasusnya mulai terkuak. Sebelum ditangkap, AH terdeteksi berada di Jakarta. Kemudian berpindah ke Bandung dan Depok, Jawa Barat.

“Sabtu kemarin (16/3/2019), tim yang dipimpin Kasat Reskrim berangkat ke Depok dan berkoordinasi dengan Polda setempat. Namun AH berhasil kabur dari Depok menuju Padang dengan menggunakan jalur darat menggunakan bus ALS,” jelasnya.

Sesampai di Kota Solok, AH turun dari ALS dan menggunakan mobil travel menuju Kota Padang dan turun di Pauh Padang. “Diduga tersangka ingin mengelabui petugas dengan ganti mobil dan pangkas rambut di Pauh Padang. Setelah pangkas rambut tersangka menunggu mobil angkutan kota namun langsung kami tangkap,” kata Afrides.

Usai ditangkap, AH langsung dibawa ke Polres Pasaman Barat untuk diperiksa. Polres Pasaman Barat menetapkan AH sebagai tersangka pencabulan anak pada Kamis (14/3/2019) lalu. Diketahui, Istri dan anak AH melapor ke polisi. AH diduga mencabuli putri kandungnya selama tujuh tahun. Dalam pengakuan korban, AH sudah menodai dirinya sejak usia 10 tahun hingga berusia 17 tahun. 

Terkait kasus ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) menerima surat dari PKS setempat terkait pemecatan tersangka AH. Sebagai anggota partai yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya.

“Kami telah menerima surat dari PKS Pasaman Barat pada Jumat (15/3) lalu. Intinya dalam surat itu pemecatan AH sebagai anggota partai dan pencabutan dari Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilu,” kata Ketua KPU Pasaman Barat, Alharis.

Dia menyebut, terkait surat PKS itu pihaknya masih mengkaji secara bersama dan berkoordinasi dengan KPU Provinsi Sumbar. “Dalam waktu satu minggu ini kami akan putuskan status AH sesuai surat PKS,” tegasnya.

Jika nanti hasil pleno KPU mengeluarkan AH sebagai Daftar Caleg Tetap atau tidak memenuhi persyaratan, maka akan diumumkan di setiap Tempat Pemungutan Suara se-Pasaman Barat. “Yang bersangkutan kemungkinan tidak bisa dikeluarkan dari surat suara karena surat suara telah dicetak dan dilipat. Tetapi yang bersangkutan kemungkinan akan dikeluarkan dari DCT,” tegasnya.

Terkait jika masih ada masyarakat yang memilih yang bersangkutan nantinya maka suaranya akan lari ke suara partai.Sementara itu Ketua DPC Partai Keadilan Sejahtera Pasaman Barat, Fazri Yustian mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan KPU terkait masalah yang menimpa calegnya. “Kami sudah berkoordinasi dengan KPU. Silahkan berkoordinasi dengan KPU,” tegasnya singkat. (*)

Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top