SAINS & TEKNO

Aplikasi Path Resmi Ditutup, Netizen Sedih Teringat Nostalgia

ilustrasi mengakses Path.

Kate.id – Aplikasi jejaring sosial penanda lokasi, Path resmi ditutup layanannya. Hal ini ditegaskan situs resmi dan akun Twitter Path. Pada akun @path di Twitter, dikatakan bila Path sangat menyesali penutupan layanan daring tersebut. Lantas untuk informasi selanjutnya, pengguna aplikasi ini diarahkan ke sebuah laman di situs resmi Path.

“Dengan penyesalan yang sangat dalam mengumumkan bahwa layanan Path akan dihentikan. Ini merupakan perjalanan yang sangat panjang dan kami dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada masing-masing dari kalian untuk tahun-tahun yang penuh cinta dan dukungan untuk Path. Silakan kunjungi https://path.com/goodbye untuk detail lebih lengkap,” demikian bunyi kicauan Path di akun Twitter, sebagaimana diterjemahkan Kate.id.

Pada laman yang dimaksud, Path menjelaskan proses penyetopan layanan mereka. Tahapan-tahapan itu meliputi notifikasi penyetopan layanan pada 17 September 2018, penghentian unduhan dan perbaruan aplikasi Path di iTunes dan Google Play pada 1 Oktober 2018, penutupan akses Path pada 18 Oktober 2018, dan penutupan semua layanan pelanggan terkait Path pada 15 November 2018.

Di samping tahapan penutupan, Path juga memberikan tutorial untuk mengunduh semua konten yang pernah diunggah ke Path, mulai dari foto, video, hingga teks. Kabar penutupan ini tentu mengejutkan berbagai pihak, khususnya para pengguna aktifnya, mengingat Path pernah sangat digandrungi di Indonesia. Tak pelak netizen pun banyak memberikan komentar atas penutupan Path ini.

Pengumuman penutupan layanan Path di Twitter.

Sebagian besar netizen menyayangkan penutupan aplikasi ini. Mereka mengungkapkan kesedihannya masing-masing. Pun, di antara mereka mengenang masa-masa takala menggunakan Path. Sebagaimana yang ditulis Ipay, pemilik akun @sisirkotor.

“Thank you, Jaman kodean make lagu, dimulai dari nongki dikit update, nonton film update, baca buku update pokonya seneng banget bisa tau dunia Path. Moment paling seneng itu kalau yang ngelove moment sendiri bisa digeser-geser saking banyaknya,” tulis Ipay diikuti tagar #PathTutup.

Pun demikian dengan yang ditulis akun @_ndfs. “Sebenernya yang bikin #PathTutup sedih itu kenangannya sih. Banyak banget kenangannya. Dari mulai update2 biar dinotice doi, sampe pas udah jadian pun masih aja kode2 disitu huhuuu. Andai semua memorinya bisa didownload,” bunyi cuitan @_ndfs.

Namun tak jarang ada yang menjadikan penutupan Path ini sebagai lelucon. Misalnya yang dilakukan akun @ddeayuni milik Dea Ayuni. Dia menulis, “Thx Path, dulu karnamu aku tau dia selingkuh LOL #PathTutup.

Penutupan Path ini turut dikomentari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Menurut dia, apa yang terjadi oleh Path saat ini merupakan hal wajar di era digital. Khususnya terkait semakin ketatnya kompetisi media sosial.

“Ya namanya bisnis, kompetisi. Kalau sudah nyerah, ya sudah. Gitu kan,” kata Rudiantara, Senin (17/9/2018). “Path kan tadinya di luar negeri. Terus dipindahkan ke Indonesia karena melihat pasarnya di Indonesia. Tapi, memerlukan komitmen mengembangkan platformnya berdasarkan user requirement,” sambungnya.

Pendiri Path, Dave Morin.

Path sendiri merupakan aplikasi yang didirikan Dave Morin, seorang berkebangsaan Amerika Serikat pada November 2010. Path sempat booming termasuk di Indonesia sebelum kemunculan Instagram. Kehadiran Path kala itu sempat bersaing dengan dua jejaring sosial populer lainnya, Facebook dan Twitter.

Path memang punya beberapa keunikan, di antaranya pembatasan jumlah teman yang hanya mencapai ratusan. Beda dengan jejaring sosial lain yang jumlah temannya bisa mencapai ribuan. Aplikasi ini bisa dinikmati di hampir semua jenis ponsel pintar, baik OS Android, iOS, bahkan Windows Phone.

Kepopuleran Path di Indonesia bahkan membuat basis aplikasi ini dipindahkan ke Indonesia dari negara asalnya, Amerika Serikat. Pun begitu, Path sempat mendapat suntikan dana dari Bakrie Group. Namun diduga lantaran kalah bersaing dengan jejaring sosial lainnya yang lebih populer, akhirnya Path memutuskan menutup semua jenis usahanya. (*)

Writer: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top