KESEHATAN

Wajib Tahu! Ini Dia Bahaya Penyakit Campak dan Rubella

Warga membaca brosur tentang penyakit campak dan rubella saat kampanye pencegahan dan pentingnya imunasasi oleh Dinas Kesehatan di Aceh Besar, Aceh, Rabu (25/7/2018). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Kate.id – Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi Campak dan Rubella, atau yang belum pernah mengalami penyakit ini berisiko tinggi tertular.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjelaskan, Campak dapat menyebakan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru-paru (pneumonia), radang otak (ensafalitis), kebutaan, diare, gizi buruk, dan bahkan kematian.

Sedangkan Rubella, biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Meliputi kelainan jantung, kelainan mata, tuli, keterlambatan perkembangan, dan kerusakan jaringan otak.

Gejala penyakit campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek, dan mata merah (konjungtivitis). Gejala penyakit Rubella tidak spesifik, bahkan bisa tanpa gejala. Gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah, dan nyeri persendian. Mirip gejala flu.

Belum ada pengobatan untuk penyakit Campak dan Rubella, namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksi MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit Campak dan Rubella. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus. Vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak/Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella.

Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) dan izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Vaksin MR sebesar 95 persen efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Imunisasi MR diberikan untuk semua anak mulai usia sembilan bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selam kampanye imunisasi MR. Selanjutnya, Imunisasi MR masuk dalm jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia sembilan bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat. Fungsinya menggantikan imunisasi Campak.

Ilustrasi imunisasi MR. (Foto: ANTARA/Destyan Sujarwoko)

Tidak ada efek samping dalam imunisasi ini. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam dua sampai tiga hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang serius sangat jarang terjadi.

Anak yang telah diimunisasi Campak perlu mendapat imunisasi MR. Gunanya untuk mendapat kekebalan terhadap Rubella. Imunisasi MR aman bagi anak yang telah mendapat dua dosis imunisasi Campak. Perbedaannya dengan vaksin MMR adalah, vaksin MR mencegah penyakit Campak dan Rubella. Sementara MMR mencegah penyakit Campak, Rubella, dan Gondongan.

Pemerintah memberikan vaksin MR, bukan MMR, lantaran saat ini memprioritaskan pengendalian Campak dan Rubella. Karena bahaya komplikasinya yang berat dan mematikan. Anak yang sudah mendapat imunisasi MMR, dirasa masih perlu mendapat imunisasi MR, untuk memastikan kekebalan penuh terhadap penyakit Campak dan Rubella. Imunisasi MR aman diberikan kepada anak yang sudah mendapat vaksin MMR.

Dalam polemik vaksin MR, ada anggapan bahwa vaksin ini menyebabkan autisme. Hal itu menurut Kemenkes RI tidaklah benar. Karena sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan autisme.

Terkait hukum vaksin MR, merujuk pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 Tahun 2016, imunisasi pada dasarnya dibolehkan alias mubah, sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh atau imunitas. Dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

BIOFARMA JAJAKI VAKSIN HALAL

Polemik bahan baku haram dalam vaksin MR mendapat tanggapan dari Bio Farma. Dalam hal ini, Bio Farma sedang mengembangkan atau melakukan riset produk vaksin MR hasil sendiri. “Kami berupaya agar produk vaksin MR tersebut tidak menggunakan bahan yang berasal dari unsur haram/najis dalam prosesnya,” ujar Corporate Communications Bio Farma.

Dijelaskan, bila saat ini hanya ada satu produsen vaksin MR dari India yaitu SII, yang sudah memenuhi syarat berdasarkan aspek keamanan, kualitas, dan keampuhan produk. Sesuai standar WHO. Adapun untuk mengganti salah satu komponen vaksin MR, memerlukan riset dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Bisa sampai 15 sampai dengan 20 tahun untuk menemukan vaksin dengan komponen yang baru.

“Ke depan kami akan berkoordinasi lebih baik dengan MUI dalam pengembangan produk vaksin baru, maupun dalam produk-produk yang akan diimpor dan akan digunakan di Indonesia,” terang Bio Farma. “Mempertimbangkan dampak penyakit Campak dan Rubella (MR), kami mengimbau masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program kampanye vaksin MR dari Kemenkes RI,” pungkasnya. (*)

Writer: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top