INTERNASIONAL

Prancis Larang Penggunaan Smartphone di Sekolah

ilustrasi siswa menggunakan smartphone.

Kate.id – Senin (3/9/2018) lalu menjadi awal tahun pelajaran baru bagi para pelajar di Prancis. Yang berbeda dibandingkan tahun-tahun pelajaran sebelumnya, pada tahun ajaran baru ini pemerintah Prancis mulai memberlakukan aturan baru, yaitu larangan bagi siswa menggunakan gadget atau gawai.

Larangan ini meliputi  smartphone dan tablet selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Jika nekat melanggar aturan, para siswa bisa dikenai sanksi bahkan bakal dikenakan denda.

Peraturan baru ini sendiri merupakan janji yang pernah diungkapkan Macron sebelumnya. Dia menyebut tujuan penerapan aturan ini demi melindungi anak-anak dan remaja Prancis dari ketergantungan akan gadget yang dinilai sudah sangat memprihatinkan.

Macron sendiri turun langsung meninjau hari pertama tahun ajaran baru sekaligus momen penerapan regulasi anyar itu. Bersama para pejabat pemerintahannya, pemimpin 41 tahun itu menjalani hari pertama sekolah di Kota Laval, Provinsi Pays de la Loire. Dia berkunjung ke kompleks sekolah Jules-Renard bersama Menteri Pendidikan Jean-Michel Blanquer.

“Kita semua tahu bahwa hari ini ada fenomena baru di sekolah. Kampanye memerangi kecanduan siswa pada layar telepon genggam,” kata Blanquer.

Presiden Prancis, Macron berswafoto dengan para siswa dalam kunjungannya di SMA Therese Planiole di Loches, Prancis tengah, 15 Maret 2018. (Foto: Guillaume Souvant/AFP)

Lebih lanjut Blanquer menyatakan, penerapan kebijakan ini dilakukan demi masa depan Prancis, khususnya masa depan para generasi muda penerus bangsa. “Pemerintah berkewajiban melindungi anak-anak dan remaja. Itulah fungsi utama pendidikan. Kini kami punya regulasi yang memayunginya,” sambungnya.

Sistem pendidikan setelah libur musim panas kali ini memang mendapat banyak perhatian publik. Larangan penggunaan gadget diwajibkan untuk siswa sekolah dasar dan sekolah menengah. Sementara itu, SMA diberi hak untuk menerapkannya kepada siswa jika merasa diperlukan.

Blanquer menyatakan, meski menerapkan aturan pelarangan gadget di sekolah, bukan berarti pemerintah Prancis menolak keberadannya teknologi informasi tersebut. “Terbuka pada teknologi masa depan tidak berarti menerima semua kegunaannya,” ujar Blanquer.

Dia menegaskan, aturan tersebut bisa mengurangi ketergantungan anak terhadap ponsel pintar. Pun begitu, bisa menghindarkan mereka dari konten-konten berbahaya yang dewasa ini masif beredar.

Dalam kunjungan tersebut, Macron berkeliling di sekolah yang memiliki asrama itu. Dia meninjau kelas, kantin, hingga kantor guru sekolah. Sontak kedatangannya mendapat perhatian dari para siswa yang berpapasan dengannya. Macron pun sempat dihujani pertanyaan dari para siswa yang penasaran dengan jabatan presiden yang disandang suami Brigitte itu. Salah satunya menanyakan apakah menyenangkan menjadi presiden.

“Yang jelas, (menjadi presiden) adalah suatu kehormatan. Ada hari-hari yang mudah, ada juga hari yang sulit,” kata Macron. (*)

Writer: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top