INTERNASIONAL

Dipecat karena Tak Pakai Bra, Perempuan Kanada Gugat Mantan Bosnya

ilustrasi mengenakan bra.

Kate.id – Christina Schell, seorang karyawati yang bekerja di Osoyoos Golf Club, British Columbia, Kanada menggugat bosnya. Alasannya, perempuan 25 tahun itu kehilangan pekerjaan sebagai pelayan restoran di tempat golf tersebut gara-gara dipecat karena perkara bra.

Diketahui, pemecatan tersebut merupakan buntut kebiasaan perempuan asal Alberta, British Columbia itu yang tak mau mengenakan bra. Rupanya, Christina memang sengaja tak memakai bra saat bekerja sebagai pelayan. Padahal aturan baru dalam berpakaian di retoran tempatnya bekerja mewajibkan pelayan mengenakan bra atau kaus oblong saat meladeni pelanggan.

Dalam aturan berpakaian yang diperbarui pihak restoran,  disebutkan bila pelayan perempuan harus mengenakan pakaian dalam berupa tank top atau bra di balik seragam resmi. Alhasil, Christina pun dianggap tak mematuhi peraturan tempat kerja. Dia tidak menyadari bahwa kebiasaannya tak memakai bra bakal jadi urusan panjang.

Christina lantas menemui general manager restoran, Doug Robb untuk menanyakan aturan itu. Dalam pertemuan itu Christina justru dikuliahi bahwa aturan baru tentang berpakaian diterapkan demi melindunginya. Namun, Christina tetap menentang aturan baru itu karena menurutnya bersifat diskriminatif.

Christina Schell. (Foto: dok pribadi)

Hingga akhirnya Christina membawa urusan itu ke Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) British Columbia. Menurut dia, setiap pria juga tidak punya batasan sama soal aturan berpakaian. “Ini (aturan, Red.) berbasis gender dan itulah mengapa menjadi isu hak asasi manusia. Saya punya puting sebagaimana para pria,” tutur Christina membela diri.

Christina menyatakan bahwa kebiasaannya tidak mengenakan bra itu bukan tanpa alasan. Sejak dua tahun silam, dia memang sengaja tidak mengenakan bra. Meski tidak menceritakannya detail, namun menurut Christina hal tersebut karena ada pengalaman menakutkan terkait bra.

TAK SENDIRI

Christina bukan satu-satunya perempuan di dunia yang menggugat tempat kerja lantaran dipecat karena tak memakai bra. Sebelumnya, koki McDonald, Kate Gosek  turut mengajukan gugatan serupa akibat keputusannya tak mengenakan bra.

Gosek yang berusia 19 tahun berkata kepada CBC bahwa dia telah berurusan beberapa kali dengan para manajernya di toko yang merasa tak senang dengan keputusannya tak memakai bra. Malahan menurut pengakuannya, salah seorang manajernya, seorang perempuan, sampai bertindak lebih jauh dengan memukul bahunya untuk mencari tali bra.

“Dia bilang kepada saya bahwa saya seharusnya memakai bra. Alasannya karena McDonald merupakan restoran yang sopan dan tidak ada yang perlu melihatnya (payudara, Red.),” tutur Gosek.

Gosek yang tidak mengenakan bra karena alasan kenyamanan, mendapatkan permintaan maaf dari dua manajernya pekan ini. Di mana McDonald Kanada menyatakan tidak ada persyaratan harus mengenakan bra untuk para pekerja perempuannya.

Berdasarkan hukum diskriminasi di Kanada, perlakuan tersebut dianggal ilegal bagi pemberi kerja. Pasalnya, dalam hukum tersebut dikatakan larangan untuk “mendiskriminasikan seseorang karena ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, atau asal kebangsaan.”

Sementara Gosek saat ini bisa bernapas lega setelah perusahaan memiliki pandangan positif atas keputusannya tanpa bra, Schell masih menunggu keputusan atas gugatannya yang mengatasnamakan hak asasi manusa. (*)

Writer: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top