ASIAN GAMES 2018

Asian Games 2018 Ditutup, Indonesia Peringkat Empat

Presiden Jokowi berfoto bersama para atlet peraih medali di Asian Games 2018. (Foto: Twitter Jokowi)

Kate.id – Setelah berlangsung selama dua pekan lebih, pesta olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2018 Jakarta-Palembang resmi ditutup, Ahad (2/8/2018). Penutupan ini ditandai dengan serangkaian kegiatan dalam upacara penutupan atau closing ceremony di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta.

Dalam Asian Games ke-18 ini, Indonesia mencatat prestasi yang membanggakan. Pasalnya, tuan rumah sukses menempati peringkat ke-4 dalam klasemen akhir perolehan medali. Dengan rinciannya 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu. Sehingga total medali yang dikumpulkan kontingen Garuda mencapai 98 medali.

Di atas Indonesia, keluar sebagai juara umum yaitu Tiongkok di peringkat pertama yang sukses dengan 132 medali emas, 92 medali perak, 65 medali perunggu, dengan total perolehan 289 medali. Kesuksesan Tiongkok ini merupakan kali ke-10 secara beruntun selama penyelenggaraan Asian Games. Pun begitu, Tiongkok dalam Asian Games 2018 ini mencatatkan diri sebagai negara peserta pertama yang sukses meraih 100 medali emas.

Disusul di peringkat kedua klasemen akhir yaitu Jepang dengan 75 medali emas, 56 medali perak, dan 74 medali perunggu, total 205 medali dikumpulkan. Meski gagal menggeser dominasi Tiongkok, namun Jepang sukses menempatkan atletnya, yaitu Rikako Ikee menjadi Most Valuable Player (MVP) alias atlet terbaik dalam Asian Games 2018.

Rikako Ikee, atlet terbaik Asian Games 2018.

Perenang putri kelahiran 4 Juli 2000 itu sukses mencatatkan diri sebagai atlet dengan medali terbanyak sepanjang penyelenggaraan Asian Games 2018. Ikee membawa pulang 6 emas dan 2 perak. Empat emas di antaranya dihasilkan dari nomor individual, yang semuanya memecahkan rekor Asian Games.

Sementara di posisi ketiga, ditempati Korea Selatan dengan 49 medali emas, 58 perak, dan 70 perunggu, total 177 medali. Berselisih 18 medali emas dengan Indonesia di peringkat keempat.

Pencapaian Indonesia di Asian Games yang berlangsung di negara ini sendiri terbilang fantastis. Jumlah medali emas yang diraih tercatat melampaui perolehan emas terbanyak Indonesia sebelumnya di Asian Games 1962 yang juga berlangsung di Jakarta. Kala itu di masa kepemimpinan Presiden Soekarno, Indonesia berada di peringkat kedua di bawah Jepang dengan perolehan 12 medali emas.

Selain memecahkan rekor pencapaian medali, perolehan tersebut turut menjadikan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara dengan torehan medali emas terbanyak di Asian Games. Pencak silat dan panjat dinding menjadi dua cabang penyumbang medali emas terbanyak bagi Indonesia, masing-masing 14 dan 3 emas. Menariknya, kedua olahraga ini merupakan olahraga yang terbilang baru dipertandingkan di Asian Games.

PENUTUPAN DIIRINGI HUJAN

Closing ceremony Asian Games 2018 di GBK diguyur hujan deras. Meski begitu, tak menyurutkan animo penonton untuk dapat menyaksikannya secara langsung. Rangkaian kegiatan dalam upacara penutupan ini pun tetap berlangsung dengan lancar. 

Penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang ditandai dengan dimatikannya kaldron api yang menyala sejak 18 Agustus lalu, dalam upacara di sisi luar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Sebelum api kaldron dimatikan, tuan rumah Asian Games 2022 Hangzhou terlebih dulu mendapatkan waktu untuk pertunjukan.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheik Ahmad Al-Fahad Al-Sabah menyampaikan pidato dalam kesempatan tersebut. Setelahnya, bendera OCA diturunkan lantas diserahterimakan oleh Presiden OCA kepada delegasi Hangzhou Tiongkok sebagai tuan rumah Asian Games 2022. Disusul dinaikkannya bendera Tiongkok dan dinyanyikannya lagu kebangsaan Tiongkok.

Boyband asal Korea, Super Junior mengisi upacara penutupan Asian Games 2018.
(Foto: Antara/INASGOC)

Barulah setelah itu ragam pertunjukan seni budaya Hangzhou dilakukan selama 27 menit yang merupakan pembuka dan penanda bahwa tuan rumah Asian Games selanjutnya yaitu Tiongkok, tepatnya di Kota Hangzhou di kawasan Tiongkok Timur.

Usai pertunjukan seni Tiongkok, serangkaian artis lokal dan asia tampil menghibur dalam upacara penutupan tersebut. Termasuk boyband asal Korea Selatan, Super Junior yang kehadirannya sudah dinanti-nantikan. Boyband yang karib disapa SuJu tersebut menampilkan dua lagi yaitu “Sorry Sorry” dan “Mr Simple”.

Tak seperti momen upacara pembukaan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) absen dalam upacara penutupan tersebut. Pasalnya, orang nomor satu di Indonesia itu tengah berada di Lombok meninjau korban gempa. Sehingga Jokowi hanya bisa menonton penutupan Asian Games 2018 bersama warga di pengungsian Gempa Lombok. Posisi Jokowi pun digantikan Wapres Jusuf Kalla.

“Saya sungguh-sungguh dipenuhi perasaan bangga dan haru bahwa Indonesia telah menampilkan wajahnya sebagai bangsa yang besar dan maju, yang mampu menjadi tuan rumah perhelatan besar olahraga dunia Asian Games,” tulis Jokowi di akun instagram-nya.

BONUS ATLET SUDAH CAIR

Sebagaimana dinantikan, para atlet Indonesia penyumbang medali dalam Asian Games dijanjikan bonus besar oleh pemerintah. Hebatnya, bonus bagi para atlet berprestasi ini sudah dicairkan semuanya oleh pemerintah kepada para atlet sebelum upacara penutupan digelar.

Penyerahan bonus ditandai secara simbolis dengan buku tabungan BRItama Bisnis yang diberikan Presiden Jokowi kepada beberapa atlet di Istana Negara, Minggu (2/9/2018) pagi. Untuk peraih emas, rinciannya Rp 1,5 miliar untuk atlet di nomor perorangan, Rp 1 miliar untuk masing-masing atlet di nomor pasangan/ganda, dan Rp 750 miliar untuk masing-masing atlet di nomor beregu. Total nilai bonus untuk Asian Games 2018 ini mencapai Rp 210 miliar.

’’Yang menarik adalah kali ini atlet yang tidak dapat medali juga diberikan bonus. Besarnya Rp 20 juta,’’ tutur Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Dijelaskan Imam, semua urusan terkait pemberian bonus uang sudah selesai. Termasuk untuk pelatih dan asisten pelatih. Semua dibuatkan buku tabungan dan bonusnya langsung masuk rekening. ’’Baru kali ini sepanjang sejarah, pemberian bonus tercepat,’’ terangnya.

Presiden Jokowi (kanan) menyerahkan bonus secara simbolis kepada atlet.
(Foto: setkab.go.id)

Adapun peraih bonus terbanyak Asian Games 2018 ini yaitu Jafro Megawanto, atlet paralayang yang sukses menyumbang dua medali emas, satu di nomor perorangan dan satu di nomor beregu, serta satu medali perunggu di nomor beregu. Dengan prestasi tersebut, Jafro berhak mengantongi Rp 2,4 miliar. Bukan hanya itu, dia juga mendapat tawaran menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

 ’’Pasti akan diambil (PNS-nya). Harapannya, meski sudah jadi pegawai negeri, tapi kami tetap berprestasi,’’ sebut Aries.

Uang bonus ini diketahui diambil dari APBN untuk materi penyiapan/pembinaan atlet dalam periode 2015-2018. Dalam periode tersebut, APBN telah mendanai Rp 2,1 triliun yang di dalamnya termasuk bonus bagi atlet, pelatih dan ofisial. Adapun penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang secara keseluruhan telah menghabiskan anggaran senilai Rp 8,2 triliun yang dibiayai APBN 2015-2018. Dana tersebut digunakan INASGOC selaku panitia Asian Games 2018 untuk seluruh persiapan, pembukaan, penyelenggaraan, hingga penuntasan penyelenggaraan Asian Games. (*)

Writer: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top