EKONOMI & BISNIS

Wujudkan Ekonomi Hijau, Pemerintah Dorong Koridor Ekosistem RIMBA

ilustrasi ekonomi hijau

BITUNG, Kate.id – Pemerintah RI terus melakukan upaya mendorong pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan kawasan konservasi dan mewujudkan ekonomi hijau atau green economy. Upaya ini dilakukan dengan mendorong koridor ekosistem RIMBA, sebagaimana diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Kata Darmin dalam keterangan pers di Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2018 di Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (30/8/2018), konservasi alam bukan hanya untuk melestarikan lingkungan hidup. Melainkan juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.

“Tiga pilar konservasi yaitu perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati beserta ekosistemnya, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati beserta ekosistemnya,” kata Darmin.

Di tahun 2018 ini, sebut Darmin, Indonesia memperingati 10 tahun HKAN yang jatuh setiap tanggal 10 Agustus. Kemenko Bidang Perekonomian, lanjut dia, terus mendorong pembangunan berkelanjutan seperti di Kawasan Jantung Kalimantan (Heart of Borneo/HoB). Pengelolaan Kawasan Jantung Kalimantan ini merupakan inisiatif 3 negara yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

Menko Perekonomian RI, Darmin Nasution.

Sekarang ini tengah disusun Rencana Tata Ruang Kawasan Jantung Kalimantan sebagai dasar arah penataan ruang untuk Kawasan HoB. Kawasan ini merupakan salah satu kawasan konservasi keanekaragaman hayati penting dunia.

Pun begitu, guna mewujudkan Ekonomi Hijau, pemerintah mendorong Pengelolaan Koridor Ekosistem RIMBA (Riau, Jambi dan Sumatera Barat). Tujuannya untuk mengelola koridor satwa yang saat ini terancam keberadaanya oleh aktivitas pembangunan.

Dalam koridor ini, kegiatan utama yang dilakukan antara lain melindungi ekosistem, meningkatkan dan memperbaiki ekosistem yang rusak, dan menggunakan Jasa Lingkungan dan Payment for Ecosystem Services (PES).

Darmin menyampaikan, kawasan konservasi secara alami sudah memberikan peran besar dalam menunjang pembangunan masyarakat dan wilayah sekitar melalui fungsi-fungsi ekosistem yang berjalan di dalamnya.

“Namun, sejalan dengan semangat pembangunan produktif saat ini, mari kita menambahkan nilai yang lebih tinggi lagi kepada kawasan konservasi melalui pengembangan pemanfaatannya yang bersifat lestari dan berkelanjutan,” jelasnya.

Senada dengan Menko Darmin, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyatakan, melestarikan alam sama artinya dengan menyelamatkan hidup kita sekarang dan kehidupan generasi yang akan datang.

“Kehidupan kita kan tergantung pada alam, pada sumber daya yang dihasilkan oleh ekosistem alam. Karena itu, konservasi alam harus terus-menerus digaungkan agar semakin banyak yang peduli dan melakukannya,” sebut Siti.

Menteri LHK juga mengajak semua pihak mengimplementasikan semangat konservasi alam di setiap segi kehidupan. “Mari kita menjaga kesinambungan kegiatan konservasi alam dan memasyarakatkan konservasi alam secara nasional agar menjadi bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa,” tandasnya. (*)

Writer: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top