NASIONAL

BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi hingga 16 Agustus

ilustrasi gelombang tinggi. (Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko)

JAKARTA, Kate.id – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) RI mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi, Senin (13/8/2018). Dalam rilisnya, BMKG menyebut, peringatan dini setelah terpantau adanya kecepatan angin yang mencapai 46 km/jam di Laut Andaman dan Laut Cina Selatan.

Kecepatan ini dikarenakan pengaruh tropical depression (998 hPa) dan tropical storm YAGI (990 hPa) di perairan timur Vietnam dan Laut Cina Timur. Tropical depression dan tropical storm ini memicu peningkatan tinggi gelombang di wilayah Laut Andaman, Laut Cina Selatan, dan perairan utara dan barat Sabang.

Selain itu, kondisi angin timuran yang persisten di barat Sumatra hingga selatan NTT juga memicu peningkatan tinggi gelombang di perairan barat Sumatra, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga NTT dan Laut Arafuru bagian barat dan tengah.

Akibat kondisi angin ini, gelombang moderate setinggi 1,25 sampai 2,5 meter serta gelombang rough setinggi 2,5 sampai 4 meter bakal terjadi di beberapa daerah berikut ini:

Atas kemungkinan gelombang tinggi ini, BMKG memberikan saran keselamatan pelayaran kepada masyarakat. Prakirawan BMKG, Wilmar Lamhot P Rajagukguk menyatakan, beberapa jenis kapal memiliki risiko terhadap keselamatan pelayaran.

Kapal yang berisiko yaitu perahu nelayan untuk kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang untuk kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, kapal ferry untuk kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar untuk kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

“Masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di pesisir barat Sumatra, selatan Jawa, Bali, NTB, NTT, serta daerah lainnya khususnya yang tercantum dalam daftar peringatan dini di atas harap mempertimbangkan kondisi tersebut,” urai Wilmar. (*)

Writer: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top