EKONOMI & BISNIS

Facebook Bakal Berdayakan 10 Ribu UMKM di Indonesia Timur

ilustrasi Facebook (foto: shutterstock)

JAKARTA, Kate.id – Situs jejaring sosial populer Facebook bakal meluncurkan program pemberdayaan komunitas yang menyasar para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini akan dimulai pada 14 Agustus di 10 kota dengan fokus terbesar di wilayah Indonesia Timur.

Dalam program tersebut, perusahaan yang berpusat di California Amerika Serikat ini menargetkan dapat menyasar 10 ribu pelaku UMKM. Agar program ini berjalan sukses, Facebook Indonesia meminta dukungan dari pemerintah melalui Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dr Moeldoko di Kantor Staf Presiden (KSP), Selasa 31 Juli 2018.

“Kegiatannya antara lain melatih teman-teman UMKM yang kurang lebih berjumlah 10 ribu UMKM. Dan juga melatih pemda (pemerintah daerah, Red.) dalam menggunakan media sosial,” kata Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Rubben Hattari, dilansir dari laman resmi KSP.

Disebutkan, dalam era dunia digital saat ini, pelaku UMKM tak cukup mengandalkan pasar konvensional. Namun juga harus memperbesar pasarnya melalui media sosial. Untuk mencapai itu, perlu adanya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para pelaku usaha.

Pertimbangan tersebut, menurut Rubben, menjadi dasar diadakannya program pemberdayaan ini. Tujuannya agar UMKM dapat membesarkan bisnisnya melalui penggunaan media sosial dan mengangkat kapasitas UMKM tersebut.

Dalam pelaksanaanya nanti, Facebook Indonesia menurunkan mitra-mitranya seperti Non Government Organisation (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang sudah terlatih. “Kami mengajak mitra-mitra seperti NGO yang telah kami latih melalui proses training of trainers. Kemudian NGO ini akan melakukan roadshow ke beberapa kota,” jelasnya.

Diharapkan program ini dapat memberi dampak positif kepada pelaku UMKM. “Dulu visi utama Facebook adalah menghubungkan orang-orang, mereka yang sudah terhubung membentuk komunitas yang diharapkan bisa membawa dampak positif,” harapnya.

Audiensi Facebook Indonesia dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan jajarannya di Kantor KSP. (Foto: ksp.go.id)

Menanggapi keinginan tersebut, Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Eddy Soepadmo mengutarakan, salah satu kendala yang dihadapi UMKM adalah sulit mencari jaringan sehingga membutuhkan konektivitas yang lebih kuat. “Menurut saya koneksi antar komunitas itu penting. Teman-teman di sini kan rajanya media sosial, sehingga dengan adanya program ini sangat membantu UMKM. Sehingga UMKM itu nadinya negara ke depan,” kata Eddy.

Sementara itu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berpesan agar Tim Kebijakan Publik Facebook selalu melakukan pemantauan dan evaluasi keberhasilan program. “Feedback itu penting, jangan hanya menjalankan program, harus lihat hasil dan dampaknya,” pesan Moeldoko.

Dia berharap ke depan perlu ada diskusi lebih lanjut agar KSP dapat turut bekerja sama dan saling mengisi dalam program tersebut.

“Kami berterima kasih kepada KSP karena tahun lalu kami pernah bekerja sama melakukan pelatihan kepada instansi pemerintah khususnya di bagian humas terkait penggunaan sosial media,” tambah Donny Eryastha selaku Manager Kebijakan Publik Facebook Indonesia. (lim)

Writer: Sandy Hidayat

Editor: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top