EKONOMI & BISNIS

Rupiah Tembus Rp 14.500, Pemerintah Sebut Belum Mengkhawatirkan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto : Bloomberg)

JAKARTA, Kate.id – Meski kurs rupiah sempat menembus level Rp 14.500 per dolar AS, Jumat (20/7/2018) lalu, namun pemerintah belum mengambil sikap siaga. Bahkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum mengkhawatirkan.

Dia menyatakan, masyarakat perlu memahami pergerakan nilai tukar yang terjadi di seluruh dunia. Darmin menyebut, pelemahan kurs disebabkan faktor normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS). “Empat hari yang lalu Gubernur The Fed Jerome Powell mengumumkan akan mendorong supaya inflasi di AS meningkat. Itu artinya dia mau naikkan tingkat bunga,” jelas Darmin.

Lebih lanjut dia membeber, faktor penyebab lain melemahnya rupiah adalah kebijakan Tiongkok yang membiarkan mata uang yuan terdepresiasi. Pembiaran ini menurut Darmin, dilakukan agar harga produk Tiongkok di AS menjadi lebih murah. “Begitu mata uang dia (Tiongkok, Red.) terus melemah, dia tidak mau intervensi. Negara di sekitar dia ikut melemah,” tambahnya.

Walaupun dianggap belum mengkhawatirkan, Darmin menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan pelemahan rupiah terus terjadi. Kata dia, pemerintah bakal melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bisa memperkuat rupiah. “Bukan berarti tidak apa-apa kalau sampai Rp 20 ribu (per dolar AS). Kami akan usahakan pelemahannya jangan terlalu jauh,” tegas Darmin. (ton)

 

Writer: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top