POLITIK

Menteri Susi dan Sri Mulyani Dianggap Layak Jadi Cawapres Jokowi

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam suatu pertemuan. (Sigid Kurniawan/ANTARAFOTO)

JAKARTA, Kate.id – Dua menteri perempuan dalam kabinet Joko Widodo (Jokowi) dianggap layak menjadi calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Hal ini diungkapkan Airlangga Pribadi Kusman, peneliti The Intiative Institute Airlangga Pribadi Kusman. Airlangga menilai, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti serta Menteri Keuangan Sri Mulyani layak menjadi pendamping Jokowi pada Pilpres 2019.

“Sri dan Susi saya pikir layak dan memiliki kapasitas. Kapasitasnya bukan main-main,” sebut Airlangga dalam diskusi bertajuk The Power of Emak-Emak: Srikandi-Srikandi di Lingkaran Istana di Diskusi Kopi, Jalan Raya Halimun, Jakarta Pusat, Ahad (22/7/2018).

Bukan hanya Susi dan Sri, Airlangga juga menilai Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memiliki kinerja cukup baik di pemerintahan Jokowi. Sehingga menurutnya kebangkitan perempuan dalam perpolitikan Indonesia patut untuk diperhitungkan.

Kata dia, viralnya tagar #thepowerofemakemak setelah kemenangan Khofifah Indar Parawansa di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018 menjadi indikator pengakuan masyarakat atas kekuatan kaum hawa. “Sekarang muncul istilah kekinian the power of emak-emak. Ini bukan hanya emansipasi perempuan, tetapi kebangkitan perempuan,” tutur Airlangga. Peraih gelar PhD Ilmu Politik dari Murdoch University, Perth, Australia, itu menjelaskan, kemenangan Khofifah menjadi penanda tentang kekuatan politik perempuan.

Bukan hanya Airlangga, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Irine Hiraswari Gayatri juga setuju bahwa Sri dan Susi memiliki kinerja yang baik dan layak masuk ke bursa cawapres. “Namun, jangan lupa, mesti diperkirakan juga kinerja mereka di kementerian. Harus dilihat, jadi tidak kedodoran (kinerja kementerian tersebut),” imbuh Hiraswari.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari menilai, istilah The Power of Emak-Emak paling kuat jika disematkan dalam perpolitikan di Jawa Timur. Khususnya setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018. Menurut Qodari, hal itu terlihat dari kuatnya militansi Muslimat NU sebagai kekuatan pendukung Khofifah. (ton)

 

Writer: Tony Borneo

Comments

BERITA TERBARU

To Top