HUKUM & KRIMINAL

KPK Tahan Empat Tersangka Suap Fasilitas LP Sukamiskin

Pimpinan KPK saat konfrensi pers kasus OTT Kalapas Sukamiskin, di Kantor KPK. (Foto: twitter/ @KPK_RI)

JAKARTA, Kate.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat tersangka suap pemberian fasilitas, pemberian perizinan ataupun pemberian lainnya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Mereka yang ditangkap KPK, yakni Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin sejak Maret 2018 Wahid Husein (WH), Hendry Saputra (HND) staf Wahid Husein. Kemudian, narapidana kasus korupsi Fahmi Darmawansyah (FD) dan Andri Rahmat (AR) yang merupakan narapidana kasus pidana umum/tahanan pendamping (tamping) dari Fahmi Darmawansyah. Keempatnya akan ditahan oleh KPK selama 20 hari kedepan untuk menjalani pemeriksaan.

“Ditahan 20 hari pertama. WH di Rutan Cabang KPK di Kavling K-4, HND di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur, FD di Rutan Polres Jakarta Pusat, dan AR di Rutan Polres Jakarta Timur,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, dikutip dari Kantor Berita Antara News, Sabtu (21/7).

Penahanan tersebut pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Jumat malam, 20 Juli 2018. KPK Mengamankan Wahid Husein dan istrinya dikediamannya di Bojongsoang, Bandung sekitar pukul 22.15 WIB. Dalam operasi ini, ikut diamankan dua unit mobil dan sejumlah uang.

Kalapas Sukamiskin Wahid Husen di Kantor KPK, Jakarta.   (foto: facebook)

Secara pararel tim KPK juga mengamankan Hendry Saputra dan sejumlah uang di kediamannya. Di Lapas Sukamiskin, KPK juga mengamankan sejumlah uang, dokumen pembelian mobil dan pengiriman mobil di sel Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat. Diamankan pula sejumlah ponsel.

Di Jakarta, KPK mengamankan artis Inneke Koesherawati, istri dari terpidana korupsi Fahmi Darmawansyah di kediamannya yang kemudian dibawa ke kantor KPK. Berikut pula dengan lima pihak yang telah diamankan di Bandung untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Dari OTT tersebut, KPK menyita sejumlah barang, termasuk dua unit mobil masing-masing satu unit Mitsubishi Triton Exceed warna hitam dan satu unit Mitsubishi Pajero Sport Dakkar warna hitam. Kemudian, uang total Rp279.920.000 dan 1.410 dolar AS, catatan penerimaan uang, dan dokumen terkait pembelian dan pengiriman mobil.

“Setelah pemeriksaan 1×24 jam, KPK menetapkan status Tersangka kepada WH (Kalapas Sukamiskin) dan HND (staf WH) selaku Penerima. Serta FD (Napi kasus korupsi) dan AR (Napi kasus pidana umum) selaku Pemberi,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Sabtu.

Keempat tersangka tersebut memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media seputar kasus yang menjerat mereka.

Syarif menyatakan, diduga sebagai penerima WH dan HND. Sedangkan diduga sebagai pemberi, yakni Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat. WH diduga menerima pemberian berupa uang dan dua mobil dalam jabatannya sebagai Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018 terkait pemberian fasilitas, izin luar biasa, dan lainnya yang tidak seharusnya kepada narapidana tertentu.

“Diduga pemberian dari FD tersebut terkait fasilitas sel atau kamar yang dinikmati oleh FD dan kemudahan baginya untuk dapat keluar masuk tahanan,” kata Syarif.

Penerimaan tersebut, diduga dibantu dan diperantarai oleh orang dekat keduanya, yakni Hendry Saputra dan Andri Rahmat. Dalam proses penanganan perkara ini ditemukan pula dugaan penyalahgunaan fasilitas berobat narapidana.

“KPK sangat menyesalkan peristiwa kali ini, karena seakan membuktikan sebagian rumor dan informasi yg berkembang terkait sel mewah koruptor di Lapas Sukamiskin, jual beli kamar, jual beli izin hingga narapidana dapat keluar masuk lapas,” imbuh Syarif.

KPK berharap ini menjadi titik awal perbaikan sistem permasyarakatan, mulai dari pembinaan, pengamanan, dan pembimbingan narapidana di seluruh Indonesia kedepannya, khususnya di Lapas Sukamiskin.

“Hal ini semestinya menjadi perhatian bersama. Keseriusan Kementerian Hukum dan HAM untuk melakukan perbaikan secara mendasar menjadi keniscayaan,” tandasnya.

Dalam konferensi pers itu, KPK juga menampilkan video yang menunjukkan salah satu sel atau kamar di Lapas Sukamiskin dari terpidana korupsi Fahmi Darmawansyah suami dari artis Inneke Koesherawati.

Dalam kamar Fahmi terlihat berbagai fasilitas seperti pendingin udara (AC), televisi, rak buku, lemari, wastafel, kamar mandi lengkap dengan toilet duduk dan water heater, kulkas, dan spring bed. (sh)

Writer: sandy hidayat
Editor: Sandy Hidayat
Comments

BERITA TERBARU

To Top